<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584</id><updated>2011-07-07T13:39:49.644-07:00</updated><category term='Artikel sawit'/><category term='Artikel  sawit'/><category term='Artikel'/><category term='Artikel Ekonomi'/><category term='E-Book Gratis'/><category term='Tragedi'/><category term='Management'/><category term='Kiat Berbisnis'/><category term='Peluang'/><category term='Bisnis'/><title type='text'>MY SCHOOL</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4677299855042823032</id><published>2007-11-07T04:10:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T04:11:34.736-08:00</updated><title type='text'>Demi Cinta</title><content type='html'>Laki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun&lt;br /&gt;penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan&lt;br /&gt;laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak&lt;br /&gt;seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu&lt;br /&gt;memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi&lt;br /&gt;banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri&lt;br /&gt;mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi.&lt;br /&gt;Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap&lt;br /&gt;yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka&lt;br /&gt;berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu&lt;br /&gt;gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimana&lt;br /&gt;harus memulai sebuah percakapan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau&lt;br /&gt;memberiku sedikit garam untuk kopiku?" Setiap orang&lt;br /&gt;yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu&lt;br /&gt;keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap&lt;br /&gt;memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian&lt;br /&gt;meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di&lt;br /&gt;depannya bertanya, "Bagaimana kau bisa mempunyai hobi&lt;br /&gt;yang aneh ini?" Laki-laki itupun menjawab, "Ketika aku&lt;br /&gt;masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka&lt;br /&gt;bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut,&lt;br /&gt;asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali&lt;br /&gt;aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa&lt;br /&gt;kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat&lt;br /&gt;merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang&lt;br /&gt;tuaku yang tetap hidup di sana." Ia mengatakan itu&lt;br /&gt;sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat&lt;br /&gt;tersentuh.&lt;br /&gt;Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh&lt;br /&gt;laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang&lt;br /&gt;terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang&lt;br /&gt;kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia,&lt;br /&gt;peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap&lt;br /&gt;seisi rumahnya". Maka gadis itupun mulai bercerita&lt;br /&gt;tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya&lt;br /&gt;dan keluarganya.&lt;br /&gt;Merekapun berpacaran. Gadis itu menemukan semua yang&lt;br /&gt;dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan&lt;br /&gt;penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik,&lt;br /&gt;sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita,&lt;br /&gt;merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia&lt;br /&gt;selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia&lt;br /&gt;tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.&lt;br /&gt;Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah&lt;br /&gt;suaminya. Ia meninggalkan surat kepada istrinya,&lt;br /&gt;"Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama&lt;br /&gt;aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu,&lt;br /&gt;yaitu tentang "kopi asin". Ingatkah engkau pertama&lt;br /&gt;kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu&lt;br /&gt;gugup untuk memulai percakapan kita. Karena&lt;br /&gt;kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang&lt;br /&gt;aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali&lt;br /&gt;aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang&lt;br /&gt;sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku&lt;br /&gt;tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun&lt;br /&gt;juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku&lt;br /&gt;sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan&lt;br /&gt;untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku&lt;br /&gt;tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak.&lt;br /&gt;Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku&lt;br /&gt;mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal&lt;br /&gt;untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau&lt;br /&gt;merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki&lt;br /&gt;selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua&lt;br /&gt;kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu&lt;br /&gt;selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi".&lt;br /&gt;Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya.&lt;br /&gt;Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana&lt;br /&gt;rasanya kopi asin itu?" "Sangat enak", jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu berpikir bahwa kita sudah mengenal&lt;br /&gt;pasangan kita lebih dari orang lain mengenal mereka.&lt;br /&gt;Tetapi mungkin saja ada hal-hal tertentu yang tidak&lt;br /&gt;kita ketahui di mana pasangan kita telah rela meminum&lt;br /&gt;"kopi asin" (salty coffee) dengan membuang ego,&lt;br /&gt;kesombongan, kesenangan dan hobinya untuk menjaga&lt;br /&gt;keharmonisan hubungan kita dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan&lt;br /&gt;menuntut, tetapi berkorban. "Janganlah tiap-tiap orang&lt;br /&gt;hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi&lt;br /&gt;kepentingan orang lain juga". Membuang kebencian dan&lt;br /&gt;mengasihi lebih lagi, menyebabkan rasa garam lebih&lt;br /&gt;enak daripada rasa gula&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4677299855042823032?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4677299855042823032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4677299855042823032' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4677299855042823032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4677299855042823032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/11/demi-cinta.html' title='Demi Cinta'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4231975460929476685</id><published>2007-11-07T03:56:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T03:57:25.264-08:00</updated><title type='text'>Jari dan masalah</title><content type='html'>Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda. Usianya belumlah genap 20 tahun. Namun sayang, kehidupannya sangat merana. Selalu saja ada banyak kesulitan yang dihadapinya. Usahanya sering gagal.&lt;br /&gt;Tak banyak yang bisa dilakukannya selain merenungi nasib. Ia bertanya dalam hati, mengapa ada beribu masalah yang selalu ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ia mendengar ada seorang bijak yang dapat membantu mengatasi setiap persoalan. Kabarnya, orang tua ini selalu berhasil menolong setiap orang yang datang kepadanya. Sang pemuda pun tertarik untuk datang dan mencari jalan keluar bagi masalah yang di hadapinya. Segera saja di persiapkan bekal untuk melakukan perjalanan menuju ke tempat orang bijak itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian penuh ia berjalan, hingga sampailah di pinggir hutan. Hari sudah malam, ketika akhirnya ia menemukan rumah yang dicarinya. Setelah mengucapkan salam, masuklah sang pemuda dan bertemu dengan orang yang di harapkan menjadi penolongnya. Mari masuk silahkan duduk, terdengar jawaban dari dalam.&lt;br /&gt;Dengan penuh harap, pemuda itu pun mulai menceritakan masalah yang dihadapinya. Ia berkisah tentang pekerjaannya yang gagal, kawan-kawannya yang memusuhinya, juga semua masalah-masalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang orang tua, mendengarkan dengan seksama, bersungguh-sungguh untuk memahami pemuda itu. Setelah beberapa lama, usailah ia menyampaikan semuanya. Lalu, apa yang harus aku lakukan, tanya pemuda, apa yang sebenarnya aku hadapi, dan apa masalahku??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda, maaf, aku tak bisa sepenuhnya menolongmu. Aku hanya bisa menunjukkanmu suatu hal. Orangtua itu kemudian menuju jendela, dan membukanya lebar-lebat. Di luar sana, tampak langit yang gelap gulita. Lalu, diacungkannya jari telunjuk, seperti menunjuk ke atas, ke arah jendela itu. Nak, lihatlah jari telunjukku, ada berapa jari yang kau lihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu segera menjawab, tentu saja, hanya ada satu!?. Kemudian, orangtua itu&lt;br /&gt;berpindah, sambil menutup jendela, dan mengacungkan telunjukknya ke arah dinding. Ia lalu bertanya, Sekarang, ada berapa jari yang kau lihat?? Sang pemuda, tampak memicingkan mata. Tampaklah tangan dan jari telunjuk yang teracung, dengan latar belakang dinding yang putih. Ada bayang-bayang yang tampak disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah lebih jelas, jatuhkan pandanganmu ke belakang, ada berapa jari yang kau lihat.? Sebentar, aku melihat,? ada satu?.eh, dua jari yang ku lihat.? Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, dinding yang putih, memberikan nuansa yang berbeda dalam pantulan benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada fenomena lain yang membuat jari itu tampak tak seperti aslinya.?&lt;br /&gt;Anak muda, itu hanya nuansa bayangan dari jari ku saja. Setiap benda akan terlihat berbayang ganda jika diletakkan pada dasar yang putih. Engkau pun akan melihatnya ganda jika melayangkan pandanganmu jauh ke belakangnya, dan tidak terpaku pada benda itu saja. Dan sama halnya dengan semua masalahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, dalam setiap masalah, kadang, bukan pemecahanlah yang harus kita cari. Tapi, kemampuan untuk melihat masalah itulah yang kita perlukan. Kadang kita sering terpaku hanya pada masalah itu-itu saja, tanpa pernah membiarkan kita melihat sisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah layangkan pandanganmu ke belakang, pada jarak yang berbeda pada setiap masalah, engkau akan menemukan bukan hanya satu, tapi dua atau tiga hal yang terlihat. Anggaplah jari telunjukku sebagai semua masalahmu. Dan dinding itu sebagai pikiranmu. Maka, engkau akan dapat melihat sosok suatu masalah, dengan jelas, pada dinding yang putih, pada pikiran yang jernih. Engkau akan mampu melihat dengan lebih jelas apa yang kau hadapi pada pikiran yang tenang, bukan pada latar yang gelap dan penuh amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tataplah semua masalahmu itu dalam pandangan jernih, tenang, dan bersih. Teliti setiap sisi persoalan hidupmu, dengan hati yang suci. Susuri dan pahami setiap aral di depanmu, tidak dengan pandangan yang gelap gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami dan maknai semuanya. Saat engkau memahami apa yang sedang kau hadapi, maka engkau akan mudah mengatasinya. Setiap persoalan, mungkin terlihat seperti satu hal saja, namun sesungguhnya hal itu mempunyai sisi lain yang tak terungkap, hingga kita mampu melihatnya dengan pandangan yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, bisa jadi kita mau mencoba hal ini. Acungkanlah jari kita ke dinding yang putih.&lt;br /&gt;Pandanglah, dengan tatapan jauh ke belakang jari itu. Kita akan menemukan ada pantulan yang berbeda dari jari-jari kita. Kita akan melihat, tak hanya ada satu jari yang terlihat, tapi dua, atau bahkan lebih. Mungkin dalam teori optis, kita akan menemukan penjelasan yang ilmiah dan akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun fenomena ini akan mengajarkan kita satu hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu masalah, kadang akan tampak lebih jelas kita menatapnya dengan pandangan jernih dan jauh ke belakang.&lt;br /&gt;Allah memang Maha Pencipta. Allah selalu memberikan hikmah dan pelajaran dari setiap apapun yang diciptakan-Nya. Tak terkecuali lewat jari dan pandangan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan kita untuk melihat suatu masalah, akan sangat membantu kita dalam memecahkan masalah itu. Walau kadang, pemecahan masalah itu, adalah berupa kemampuan kita untuk melihat masalah dengan lebih jernih dan tenang. Serta dengan memahami, apa sebenarnya masalah yang kita hadapi itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4231975460929476685?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4231975460929476685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4231975460929476685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4231975460929476685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4231975460929476685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/11/jari-dan-masalah.html' title='Jari dan masalah'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-8176138196192308078</id><published>2007-11-03T03:02:00.000-07:00</published><updated>2007-11-03T03:03:43.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>TENTANG CEWEK</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Bener gak ya..cewek kayak gini..just kidding lo ya...&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;=============================&lt;br /&gt;Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,&lt;br /&gt;jika dibilang jelek di sangka menghina .&lt;br /&gt;Bila dibilang lemah dia protes,&lt;br /&gt;bila dibilang perkasa dia nangis .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng , nolak&lt;br /&gt;(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut&lt;br /&gt;(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,&lt;br /&gt;tapi kenapa ya ..... lebih bangga jadi wanita karir,&lt;br /&gt;padahal ibunya adalah ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kesalahannya diingatkankan,&lt;br /&gt;mukanya merah..&lt;br /&gt;bila di ajari mukanya merah,&lt;br /&gt;bila di sanjung mukanya merah&lt;br /&gt;jika marah mukanya merah,kok sama&lt;br /&gt;semua ? bingung !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;&lt;br /&gt;ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;&lt;br /&gt;ditanya ya atau ya, jawabnya :diam,&lt;br /&gt;ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,&lt;br /&gt;ketika didiamkan malah marah&lt;br /&gt;(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bilang ceriwis marah ,&lt;br /&gt;dibilang berisik ngambek ,&lt;br /&gt;dibilang banyak mulut tersinggung ,&lt;br /&gt;tapi kalau dibilang S u p e l&lt;br /&gt;wadow seneng banget..padahal sama saja maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibilang gemuk engga senang&lt;br /&gt;padahal maksud kita sehat gitu lho&lt;br /&gt;dibilang kurus malah senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal maksud kita "kenapa elo jadi begini!!!"&lt;br /&gt;siapa yang merubah elo !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-8176138196192308078?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/8176138196192308078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=8176138196192308078' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8176138196192308078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8176138196192308078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/11/tentang-cewek.html' title='TENTANG CEWEK'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-8565738133329438912</id><published>2007-11-01T07:25:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T23:08:51.430-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengapa aku gagal ???</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manusia : Kenapa aku diuji? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Qur'an : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Manusia : Kenapa aku gagal? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Kenapa aku diberi ujian seberat ini? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Aku frustasi! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Bagaimana aku harus menghadapinya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)&lt;br /&gt;Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al- Baqarah : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Apa yang aku dapat dari semua ini? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (At-Taubah : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : Bagaimana menguatkan hatiku? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah : 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia : ...................???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Qur'an :&lt;br /&gt;dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-8565738133329438912?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/8565738133329438912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=8565738133329438912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8565738133329438912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8565738133329438912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/11/mengapa-aku-gagal.html' title='Mengapa aku gagal ???'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7356899130906245944</id><published>2007-11-01T07:16:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T23:09:47.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sedikit bukannya sia-sia</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Disebuah desa, saya sering mendengar lagu - lagu merdu yang dimainkan seorang pengamen tua menggunakan harmonikanya. Pak Slamet, nama pengamen itu, adalah orang yang sederhana. Walau begitu, ia selalu tampil rapi dengan baju bersih yang dimasukkan. Rambutnya dipotong pendek dan tersisir lurus ke belakang.&lt;br /&gt;Ia biasanya berdiri di depan pintu dengan sikap tegak seperti orang mengheningkan cipta, lalu mulai memainkan harmonikanya. Matanya berkali - kali terpejam saat mengalunkan nada-nada yang mengalir seperti air, tanda ia sungguh kusyuk menyampaikan lagunya.&lt;br /&gt;Meski tak mengerti lagu apa yang dimainkan Pak Slamet, kesungguhannya bermain harmonika telah menarik saya untuk mengetahui apa yang dia lantunkan. Dalam salah satu kesempatan, saya bertanya, "Pak, itu lagu apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****Ia menjawab dalam bahasa Jawa halus, yang kira - kira terjemahannya demikian: "Ini adalah lagu agar orang-orang yang mendengarnya menjadi tenteram dan damai. Banyak orang tidak tenteram karena pikiran. Semoga saya bisa membantu menenteramkan mereka.********&lt;br /&gt;Jawaban itu sungguh tidak saya sangka - sangka. Tadinya saya mengira akan mendapat jawaban bahwa lagu itu lagu Jawa kuno, atau lagu pop masa lalu. Ternyata dugaan tersebut meleset. Bagaimana mungkin orang tua ini memiliki pemikiran seperti itu? dalam hati kubertanya.&lt;br /&gt;Tapi saya, yang waktu itu adalah seorang mahasiswa dengan pengetahuan maha luas, yang percaya hanya tindakan besarlah yang bisa mengubah dunia, kembali melontarkan pertanyaan dengan nada sedikit melecehkan, "Lalu sudah sampai mana Pak Slamet menyebarkan ketenteraman itu? Sudah berapa orang yang mendengarnya dan sembuh dari kegalauan hidupnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab tersenyum, "Hanya pada beberapa orang yang rumahnya saya lewati di sekitar sini. Semoga ada satu atau dua di antara mereka menjadi damai karena mendengar lagu saya, walau tidak bagus saya memainkannya. Syukur kalau kedamaian itu ditularkan."&lt;br /&gt;Jawaban tersebut menunjukkan betapa besar hatinya dan membuat kecut hatiku. Dalam kesederhanaannya, pengamen tua itu memberikan apa yang bisa disumbangkan bagi orang lain. Tampaknya remeh, karena lagu - lagunya hanya dihargai seratus perak dan hanya didengar oleh segelintir orang di sebuah wilayah kecil. Tapi ketulusan dan kesungguhannya dalam memberi, bernilai jauh lebih tinggi dari itu.&lt;br /&gt;*******************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan, bila dilihat dari besar kecilnya yang dilakukan, usaha Pak Slamet membagi kedamaian serasa sia - sia, seperti juga perasaan kita saat kita memperjuangkan sesuatu sendirian atau dalam skala kecil. Tapi walaupun kecil, apa yang dilakukan dengan sungguh - sungguh mungkin bisa menggerakkan orang lain, seperti pengamen tua itu telah menggerakkan saya menceritakan hal ini, walau --sekali lagi-- cerita ini hanyalah cerita biasa yang tampak sia - sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam apa yang sering kita anggap sia - sia, sebenarnya tersimpan harapan karena orang - orang lain barangkali memiliki pemikiran sama. Maka tepatlah kata - kata John Lennon dalam lagunya, Imagine: "You may say I'm a dreamer... but I'm not the only one, I hope someday you'll join us, and the world will live as one..."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7356899130906245944?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7356899130906245944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7356899130906245944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7356899130906245944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7356899130906245944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/11/sedikit-bukannya-sia-sia.html' title='Sedikit bukannya sia-sia'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1166484362106004036</id><published>2007-11-01T07:01:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T23:10:50.485-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Nice to read (salam untuk semua).</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari &lt;a href="http://amazon.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Amazon.com&lt;/a&gt; datang. Ada satubuku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff ,TheSecret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapiinformasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan wakturatusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannyahanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahansepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dansebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke manakemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kitasendiri?Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapisdaging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja didalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi. Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yangtak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing. Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka. Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedahjantung katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akanalam ini telah disosialisasikan sejak kecil. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, PasarBaru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk satu kota ? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnyadiproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun:haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan? Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalamsetahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidakberbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama sel era dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorangekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara,negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu, permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahansejati.Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocolKyoto , tidak perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkahkita-memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi. Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen sayabekerja, tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannyajika tidak perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisa memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran ditempat publik ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion?Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membelibusana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmendengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiapbeberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidaksaya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yangberisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-barubaru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga darikampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksasaya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu standpaling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatiflain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan. Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian,dengan rak kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengandiri sendiri. Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu? Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersuaaneka pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawasakan rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik. Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantongkresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, danhamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.Banyak orang yang berkomentar pada saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup tambah susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yanglebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kakioleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya kita cari.Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1166484362106004036?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1166484362106004036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1166484362106004036' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1166484362106004036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1166484362106004036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/11/good-article-nice-to-read-salam-untuk.html' title='Nice to read (salam untuk semua).'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2057482871541574013</id><published>2007-10-31T05:33:00.000-07:00</published><updated>2007-10-31T05:35:02.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Cinta merupakan karunia Ilahi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kita tumbuh laksana tunas pohon kecil yang&lt;br /&gt;mengeluarkan dedaunannya dan ketika kuncupnya menyembul...&lt;br /&gt;Bersama itu pula timbul hasrat dihatimu untuk mencari pasangan hidup,&lt;br /&gt;teman berbagi suka dan duka di alam tempat kita mengembara ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Cinta merupakan karunia Ilahi, hadirnya tanpa diundang,&lt;br /&gt;tanpa kita rencanakan,tanpa kita kehendaki atau kita inginkan,&lt;br /&gt;tiba-tiba kita sadari ia kuat tertanam laksana akar pohon yang kuat&lt;br /&gt;masuk tertanam didalam tanah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan getar Qalbumu manakala kau bercerita penuh harap kepadanya&lt;br /&gt;Ia laksana kilau permata yang penuh cahaya dimata dan di hatimu&lt;br /&gt;Mencintai! nya ibarat kuncup bunga di Qalbumu&lt;br /&gt;Yang siap untuk mekar dengan keharumannya yang memikat Namun ternyata.........&lt;br /&gt;Jangankan mekar yang kau dapat Kuncup itu layu sebelum berkembang&lt;br /&gt;Manakala kau sadari.......... Dia tak pernah mencintaimu!, tak pernah menaruh hati&lt;br /&gt;padamu!!,tak pernah menginginkanmu!!! Tak pernah !!! tak pernah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaanmu kau tumpahkan dalam sebuah coretan syair mu&lt;br /&gt;(walau hanya kau yang tahu) Lirih perlahan mengalun keluar dari bibir dan juga hatimu&lt;br /&gt;tanpa kau sadari .... telah mengisi lembaran lembaran putih kertas mu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bagaikan telaga yang tenang dan jernih Yang sejuk airnya serta menyegarkan&lt;br /&gt;Ditumbuhi pepohonan rindang berhimpitan Disekelilingmu....senyap......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sadari akan seseorang Yang mencintaimu Setulus hatinya...........&lt;br /&gt;Dan kau beri satu pengertian tentang sebuah cinta yang tak kesampaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau hargai satu cinta kasih Kau buktikan tanpa menghinanya&lt;br /&gt;Walau seringkal! i kau acuhkan dia yang menyayangimu Kau berarti baginya........Kharisma didirimu......... Dambaan hatinya...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai gerangan sungguh beruntung yang mendapatkan cintamu Dan ketika kau kutanya&lt;br /&gt;kenapa? Dengan ungkapan pilu engkaupun berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah&lt;br /&gt;Akupun tidak tahu!&lt;br /&gt;Namun yang terpenting&lt;br /&gt;Dari sekian banyak manusia, dari sekian banyak insan dunia&lt;br /&gt;Bagiku Dialah yang terindah, terbaik , dan paling mempesona!&lt;br /&gt;Pancarannya begitu tajam menghunjam!!&lt;br /&gt;Sungguh tak `kan ada yang bisa menggantikannya&lt;br /&gt;Walau dicari di belahan bumi manapun, tetaplah dia orangnya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai gerangan perih nian yang kau rasa.....&lt;br /&gt;Kalau begitu baiklah aku akan membawamu.....&lt;br /&gt;Kan kuajak dirimu terbang ke sebuah tempat yang&lt;br /&gt;bernama Negeri kesunyian.........&lt;br /&gt;Kenapa???&lt;br /&gt;Karna engkau butuh kesendirian untuk mengobati luka hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah sampai&lt;br /&gt;Tak ada seorangpun yang akan mendengar perbincangan kita&lt;br /&gt;(Listen to me please!!! Denga!rkanlah aku baik-baik sahabatku!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Tahukah engkau?&lt;br /&gt;Manakala engkau telah merasa mencintai seseorang....&lt;br /&gt;Itu sama artinya engkau t'lah menghambakan diri padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah dirimu?&lt;br /&gt;Manakala engkau tahu ia tidak mencintaimu&lt;br /&gt;Itu artinya ia menunjuk pada kekuranganmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terfikirkah olehmu?&lt;br /&gt;Jika yang kau harap saja tidak bisa mencintaimu&lt;br /&gt;Apalagi Yang Menciptakannya???!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astafirughlaahul adziim... Astafirughlaahul adziim Astafirughlaahul..&lt;br /&gt;adziim...&lt;br /&gt;(Ucapmu seraya menjerit tertahan,ada kilau air bagiakan titik-titik&lt;br /&gt;embun&lt;br /&gt;menggenang di kelopak matamu mengalir perlahan membasahi pipi )&lt;br /&gt;Menangislah kalau itu yang membuat hatimu tenang....&lt;br /&gt;Menangislah duhai sahabatku....tumpahkan semua yang menjadi beban&lt;br /&gt;hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku.......&lt;br /&gt;Aku bersyukur kepada Allah kini engkau telah menyadari kekhilafanmu.&lt;br /&gt;Bahwa teramat sulit untuk menggapai Cinta_Nya bisa&lt;br /&gt;engkau pelajari dari makhluk_Nya yang bernama manusia&lt;br /&gt;Karena itu Perbaikilah segala sesuatu yang ada padamu&lt;br /&gt;Bangkitlah untuk menjadi yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku......&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang ada padamu sudah teramat sempurna&lt;br /&gt;Rupa wajahmu adalah yang terindah yang kau miliki&lt;br /&gt;Namun sinarnya belum terlihat Masih pudar dan perlu dibersihkan&lt;br /&gt;Dimana letaknya tersimpan di dasar yang paling dalam&lt;br /&gt;Sulit terjangkau Itulah Qalbu (hati) mu&lt;br /&gt;Jika sinarnya telah mendekati kesempurnaan&lt;br /&gt;Kilaunya akan memancar ke luar&lt;br /&gt;Itulah namanya kecantikan hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya....&lt;br /&gt;Seseorang mencintaimu tidaklah melihat dari kecantikan (ketampanan)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;kekayaanmu&lt;br /&gt;Tetapi ia melihat pancaran yang ada pada Qalbumu...&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Karena kecantikan/ ketampanan akan sirna bersama berlalunya waktu...&lt;br /&gt;Kekayaan akan lenyap bersama perputaran roda kehidupan...&lt;br /&gt;Sedangkan pancaran Qalbu akan senantiasa abadi bersama ridha Ilahi&lt;br /&gt;kepadamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang harus kau ingat!&lt;br /&gt;Tak selamanya cinta ! itu berarti memiliki...&lt;br /&gt;Ibarat Qalbumu...yang bebas bergerak tanpa bisa kau cegah...&lt;br /&gt;Kenapa? Karena ia hidup sebagaimana arus air yang mengalir...&lt;br /&gt;Engkau saja tak dapat memiliki hatimu, apalagi kepunyaan orang lain?&lt;br /&gt;Yang berhak memilikinya adalah Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai sahabat...&lt;br /&gt;Bukankah sesuatu yang sulit kau mendapatkannya sulit pula untuk kau&lt;br /&gt;lepaskan?&lt;br /&gt;Demikianlah seseorang itu di hatimu...&lt;br /&gt;Bukankah Kasih tak sampai benteng dirimu untuk senantiasa menjaga&lt;br /&gt;kesucianmu?&lt;br /&gt;Terutama Qalbumu...(Yang senantiasa wajib kau jaga kesuciannya)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah...&lt;br /&gt;Kasih Tak Sampai merupakan cermin bagimu ...&lt;br /&gt;untuk mengerti arti Cinta Sejati yang sesungguhnya, yaitu&lt;br /&gt;Cinta Illahi Rabbi...yang jika kau mencintai Nya&lt;br /&gt;Engkau takan kecewa...&lt;br /&gt;Karena janjiNya tepat dan kasih sayangNYa tulus untukmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah wahai sahabatku......&lt;br /&gt;Sesungguhnya Cinta dijadikan Allah indah di dalam Qalbumu...&lt;br /&gt;Keindahannya akan kau temukan manakala kau dapatkan hatimu mencintai&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;merindukanNya dan menginginkan bertemu denganNya....indah nian....&lt;br /&gt;Tak ada makhluk yang sempurna di muka bumimanapun dan dilangit manapun&lt;br /&gt;kecuali diri_Nya...Allah... yang kasih sayang tak dapat di ukur&lt;br /&gt;dengan luas&lt;br /&gt;nya samudara atau hamparan langit dan bumi.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu duhai sahabatku......&lt;br /&gt;Marilah kita berandeng tangan tuk menggapai kasih sayangNya&lt;br /&gt;Marilah kita belajar dari sekarang tuk Mencintai NYa...&lt;br /&gt;Marilah kita menghadapkan wajah kita kepadaNya......&lt;br /&gt;dan kumandangkan syair indah ini........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah yaa Rabbi.....hadiahkanlah kasih dan sayangMu&lt;br /&gt;kepadaku.......&lt;br /&gt;Yaa Allah yaa Rabbi.....berilah aku karunia agar rinduku hanya&lt;br /&gt;kepadaMu....&lt;br /&gt;Yaa Allah yaa Rabbi.....tumbuh suburkanlah cintaku kepadaMu...&lt;br /&gt;Yaa Allah yaa Rabbi.....jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur&lt;br /&gt;atas&lt;br /&gt;nikmatMu...&lt;br /&gt;Yaa Allah yaa Rabbi.....sadarkanlah aku bahwa semua nikmat adalah&lt;br /&gt;milikMu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuhibbul-Muttaqiiin" "Allah cinta kepada orang-orang yang&lt;br /&gt;bertaqwa"(Ali Imran:76).&lt;br /&gt;"Yuhibbul-Muhsiniiin" "Allah cinta kepada orang-orang yang berbuat&lt;br /&gt;baik"(Al-Maidah:14).&lt;br /&gt;"Yuhibbul-Muqsithiiin" "Allah cinta kepada orang-orang yang&lt;br /&gt;adil/jujur"(Al-Hujurat:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa haula wala quata illa billah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga diri), Karena Allah telah memelihara (kehormatan) dirinya . ( An Nisa:34 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2057482871541574013?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2057482871541574013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2057482871541574013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2057482871541574013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2057482871541574013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/cinta-merupakan-karunia-ilahi.html' title='Cinta merupakan karunia Ilahi'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1644919302753515444</id><published>2007-10-31T05:31:00.000-07:00</published><updated>2007-10-31T05:33:00.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>JANGAN BIASAKAN TIDUR TERLENTANG !!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;BREAKING NEWS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian yg di lakukan oleh para Profesor ahli dari jepang selama hampir 20 tahun akhirnya mereka mengumumkan keputusan yg sangat mengejutkan kita semua tentang cara kita tidur selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidur telentang sangat tidak di anjurkan sama sekali oleh para peneliti dari jepang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berikut kutipan dari Prof. Dr. Yosihiro :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo tidur jangan sekali kali dengan posisi TELENTANG!!. ..&lt;br /&gt;Karena tidur TELENTANG itu bisa mengganggu kesehatan anda.&lt;br /&gt;Beberapa survei telah dilakukan dan menghasilkan bukti yg akurat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 yg tidur TELENTANG akan mengalami gejala2 sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Susah bernafas&lt;br /&gt;2.Tersedak&lt;br /&gt;3.Pencernaan terganggu&lt;br /&gt;4.Yg paling fatal,dapat menyebabkan KEMATIAN!!.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disarankan agar anda menghindari tidur TELENTANG,&lt;br /&gt;Sebab jangankan tidur TELEN TANG, TELEN BAUT saja susahnya setengah modar......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi disarankan cukup tidur TELEN LIUR aja ya..hehehe.. .&lt;br /&gt;Serius amat sih bacanya ..... he.he.he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1644919302753515444?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1644919302753515444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1644919302753515444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1644919302753515444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1644919302753515444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/jangan-biasakan-tidur-terlentang.html' title='JANGAN BIASAKAN TIDUR TERLENTANG !!!'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-3873146312008262632</id><published>2007-10-31T05:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-31T05:31:23.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MEANINGFUL STORIES</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Pelajaran Penting - 1&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz&lt;br /&gt;mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya,&lt;br /&gt;saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang&lt;br /&gt;terakhir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas&lt;br /&gt;pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini Cuma "bercanda". Saya Sering&lt;br /&gt;melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an,&lt;br /&gt;tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian&lt;br /&gt;saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal&lt;br /&gt;terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si&lt;br /&gt;Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya&lt;br /&gt;penting !. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu Cuma&lt;br /&gt;dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo" !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu&lt;br /&gt;pembersih sekolah adalah "Dorothy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. Pelajaran Penting-2 Penumpang yang Kehujanan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita Negro rapi yang&lt;br /&gt;sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba&lt;br /&gt;bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya&lt;br /&gt;kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.&lt;br /&gt;Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk&lt;br /&gt;menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis&lt;br /&gt;tahun 1960- an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu&lt;br /&gt;negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu&lt;br /&gt;mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu&lt;br /&gt;tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan&lt;br /&gt;terima kasih pada si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang.&lt;br /&gt;Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set&lt;br /&gt;besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil&lt;br /&gt;tertempel di televisi, yang isinya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak&lt;br /&gt;hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda dating dan&lt;br /&gt;menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi&lt;br /&gt;suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,&lt;br /&gt;karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"&lt;br /&gt;Tertanda&lt;br /&gt;Ny. Nat King Cole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. Pelajaran penting ke-3 Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua&lt;br /&gt;yang anda layani.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di zaman es-krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak&lt;br /&gt;laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja.&lt;br /&gt;Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.&lt;br /&gt;Anak ini kemudian bertanya " Berapa ya,...harga satu ice cream sundae ?"&lt;br /&gt;katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi&lt;br /&gt;sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya...."Wah...&lt;br /&gt;Kalau ice cream yang biasa saja berapa ?" katanya lagi. Tetapi kali ini&lt;br /&gt;orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak...dan pelayan&lt;br /&gt;ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak&lt;br /&gt;ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi&lt;br /&gt;dikantongnya. "Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya.&lt;br /&gt;Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi&lt;br /&gt;di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan&lt;br /&gt;ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil&lt;br /&gt;tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya&lt;br /&gt;yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena&lt;br /&gt;tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, Yang menempatkan sebuah batu&lt;br /&gt;besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk&lt;br /&gt;melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pedagang ter-kaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk&lt;br /&gt;berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian&lt;br /&gt;memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.&lt;br /&gt;Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan&lt;br /&gt;batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur&lt;br /&gt;mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu&lt;br /&gt;bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak&lt;br /&gt;mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu&lt;br /&gt;tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang&lt;br /&gt;mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu&lt;br /&gt;tersebut dari jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa&lt;br /&gt;mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang&lt;br /&gt;bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah&lt;br /&gt;rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz,&lt;br /&gt;seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan&lt;br /&gt;sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun,&lt;br /&gt;yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki&lt;br /&gt;antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke&lt;br /&gt;anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak&lt;br /&gt;perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum&lt;br /&gt;mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal&lt;br /&gt;tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,&lt;br /&gt;disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah si kecil&lt;br /&gt;mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan&lt;br /&gt;bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati&lt;br /&gt;dokter... ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus&lt;br /&gt;menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan anda memang cuma 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, Mencintailah seolah anda&lt;br /&gt;tidak pernah dikecewakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-3873146312008262632?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/3873146312008262632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=3873146312008262632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3873146312008262632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3873146312008262632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/meaningful-stories.html' title='MEANINGFUL STORIES'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-5500036865289967873</id><published>2007-10-31T05:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-31T05:28:52.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>APA KAH BEDA NYA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;kalo cowok ganteng berbuat jahat&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: nobody's perfect&lt;br /&gt;kalo cowok jelek berbuat jahat&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem&lt;br /&gt;kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowok ganteng pendiam&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: woow, cool banget...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek pendiam&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: ih kuper...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng jomblo&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis&lt;br /&gt;kalo cowok jelek jomblo&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng dapet cewek cantik&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek dapet cewek cantik&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti main dukun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng diputusin cewek&lt;br /&gt;cewek- cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek diputusin cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas&lt;br /&gt;ke bawah, liat dulu dong bentuknya)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng ngaku indo&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek ngaku indo&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng penyayang binatang&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh cinta kasih&lt;br /&gt;kalo cowok jelek penyayang binatang&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng bawa BMW&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem&lt;br /&gt;kalo cowok jelek bawa BMW&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng males difoto&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar&lt;br /&gt;kalo cowok jelek males difoto&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng naek motor gede&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo Lamas ...bikin lemas...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek naek motor gede&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen&lt;br /&gt;kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng bersedih hati&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on&lt;br /&gt;kalo cowok jelek bersedih hati&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-laki bukan sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowok ganteng baca e-mail ini&lt;br /&gt;langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata "life is&lt;br /&gt;beautifull"&lt;br /&gt;kalo cowok jelek baca e-mail ini, Frustasi, ngambil tali jemuran,&lt;br /&gt;trus triak sekeras-kerasnya&lt;br /&gt;"HIDUP INI KEJAAAAMMM....!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-5500036865289967873?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/5500036865289967873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=5500036865289967873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5500036865289967873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5500036865289967873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/apa-kah-beda-nya.html' title='APA KAH BEDA NYA'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-5502873559789183937</id><published>2007-10-31T05:21:00.000-07:00</published><updated>2007-10-31T05:26:05.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Batu Besar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum!" sahut seluruh kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah "Batu Besar" dalam hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-5502873559789183937?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/5502873559789183937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=5502873559789183937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5502873559789183937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5502873559789183937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/batu-besar.html' title='Batu Besar'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7458629469275751481</id><published>2007-10-31T00:42:00.000-07:00</published><updated>2007-10-31T00:43:33.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>JALAN KAKI MENJINAKKAN 9 PENYAKIT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;JALAN KAKI MENJINAKKAN 9 PENYAKIT&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahuotot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroneryang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darahtanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebihderas dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darahke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantungterpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatihmenguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuhyang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatanberjalan kaki tergopoh-gopoh! itu. Hasil akhirnya, tekanan darahcenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisaberakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai sponspenyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kakitergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkankadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopohtercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggalseparuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap strokepangaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapastudi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alaminenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kakisetiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satustudi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yangdalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jamdalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kakirutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kaloriterbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin adaakan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikanberat badan tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menurunkan berat badan juga. Ya, selain berat badandipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisaditurunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itusecara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajinmelakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kakimelaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyatadapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnyapada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes andGigesive &amp;amp; Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perluminum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala.Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan(brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kakitergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalankaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkantulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badandiperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukupekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambatproses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukanwaktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dariancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsikalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dariancaman pengeroposan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meredakan encok lutut. Lebih sepertiga orang usia lanjut diAmerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diriberjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhannyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut,kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiaphari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkandiri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki:jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakinbertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kianmenipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudahseperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncanganyang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagalberperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti senditetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bilaberlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalumencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi padamereka yang berisiko terkena gangguan sendi.Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisajadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerekmenentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki.Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumahsekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibatbeban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantupasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisamenggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwaltarbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalankaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kitatahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buangair besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannyatinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkanperan berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kankerpayudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7458629469275751481?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7458629469275751481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7458629469275751481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7458629469275751481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7458629469275751481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/jalan-kaki-menjinakkan-9-penyakit.html' title='JALAN KAKI MENJINAKKAN 9 PENYAKIT'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2161274749445924950</id><published>2007-10-26T05:00:00.001-07:00</published><updated>2007-10-26T05:07:36.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Assalamualaikum.Wr.Wb.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Assalamualaikum.Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang berfikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi, bagaimanapun juga,terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Engkau berbuat baik, orang lain mungkinkan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Apabila Engkau sukses , engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,..teruskanlah kesuksesanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,.. tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang engkau bangun bertahun-tahun lamanya,dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,..janganlah berhenti,tetaplah membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau menemukan kebahagiaan dan kedamaian di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetaplah berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang engkau lakukan hari ini , mungkin besok akan di lupakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,..teruslah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan mungkin itu tidak akan pernah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,..tetap berikanlah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau mencintai seseorang dengan ikhlas dan tanpa pamrih, mungkin ia tidak akan berbuat seperti apa yang engkau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetaplah mencintainya tanpa pamrih, karena Allah maha mengetahui dan maha adil, lagi bijaksana, hakim dari segala hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pikir dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang lain, dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi percayalah bahwa, mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur, dan berbuat baik. Dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yang dinamakan Muslim itu , adalah apabila muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lainnya selamat dari keburukan lidah dan tangannya ". ( Al Hadist )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Takwalah kamu pada Allah dimana saja kamu berada, dan lakukanlah perbuatan baik, untuk menipiskan perbuatan burukmu,yang akan menghapuskannya, dan pergaulilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia dengan pergaulan yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Barang siapa yang bertaqwa pada Allah, Allah akan memberikannya jalan keluar yang terbaik,dan akan memberikan rezeki padanya dari sumber yang tidak ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangka-sangka ".( Al Qur'an ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** NiLai KeHiduPaN AdaLaH JiKa SesEoRang Dpt MeNikMaTi HidUp SeTiAp SaAt dLm kOndiSi ApaPuN **&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2161274749445924950?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2161274749445924950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2161274749445924950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2161274749445924950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2161274749445924950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/assalamualaikum.html' title='Assalamualaikum.Wr.Wb.'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2801957005603713971</id><published>2007-10-26T04:51:00.000-07:00</published><updated>2007-10-26T05:02:29.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hidup ini sederhana !!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas&lt;br /&gt;di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh&lt;br /&gt;peng-interview, dan diamendapatkan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;* *Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,&lt;br /&gt;cukup memelihara kebiasaan yang baik.**&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat&lt;br /&gt;ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko&lt;br /&gt;tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan&lt;br /&gt;sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.&lt;br /&gt;** Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,&lt;br /&gt;cukup punya inisiatif sedikit saja.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat&lt;br /&gt;cantik."&lt;br /&gt;Ibu menjawab: "Mengapa?"&lt;br /&gt;Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak&lt;br /&gt;marah-marah."&lt;br /&gt;* *Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu&lt;br /&gt;tidak marah-marah.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat&lt;br /&gt;di sawah.&lt;br /&gt;Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja&lt;br /&gt;keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."&lt;br /&gt;Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi&lt;br /&gt;aku sedang membina anakku."&lt;br /&gt;* *Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia&lt;br /&gt;rajin bekerja.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah&lt;br /&gt;bola jatuh kedalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"&lt;br /&gt;Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."&lt;br /&gt;Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke&lt;br /&gt;dalam."&lt;br /&gt;Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling&lt;br /&gt;tinggi."&lt;br /&gt;Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak&lt;br /&gt;demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah&lt;br /&gt;sana."&lt;br /&gt;* *Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup&lt;br /&gt;melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan,&lt;br /&gt;jangan meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir&lt;br /&gt;jalan:&lt;br /&gt;"Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."&lt;br /&gt;Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk&lt;br /&gt;pindah." Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak&lt;br /&gt;"pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.&lt;br /&gt;**Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari&lt;br /&gt;kemalasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir,&lt;br /&gt;semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang&lt;br /&gt;berjalan dengan gembira.&lt;br /&gt;Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"&lt;br /&gt;Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya&lt;br /&gt;sedikit."&lt;br /&gt;* *Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan,&lt;br /&gt;cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2801957005603713971?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2801957005603713971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2801957005603713971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2801957005603713971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2801957005603713971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/hidup-ini-sederhana.html' title='Hidup ini sederhana !!!'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-6446858821084087667</id><published>2007-10-26T04:32:00.000-07:00</published><updated>2007-10-26T05:00:11.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>10 PENYEBAB UTAMA HANCURNYA PERKAWINAN.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dua pertanyaan dasar yang perlu Anda dan pasangan saling tanyakan adalah, "Bagaimana keadaan kamu?" ,"Apa yang kamu perlukan dari saya saat ini?" Tanyakan secara teratur dan jawablah dengan tulus. Setiap pasangan memiliki perasaan dibutuhkan, diterima, serta dicintai. Spontanitas, canda dan tawa sama pentingnya dengan keheningan dan penyembuhan. Yang terpenting adalah niat yang baik yang diperlihatkan dalam kata-kata dan tindakan. Anda perlu bekerja sama bila inngin menyelamatkan perkawinan yang terancam kehancuran. Mau tahu apa saja penyebab utama retaknya sebuah rumah tangga?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1. Perselisihan terus menerus Entah itu menyangkut soal anak, karier, orang tua/mertua, dan sebagainya. Tanggung jawab kehidupan membutuhkan setiap ons dari energi kreatif yang kita miliki. Untuk itu, terapkan cara mengatasi kelelahan dengan makanan yang sehat dan bergizi, pola makan yang benar, olah raga yang sesuai, bersosialisasi bersama-sama dengan pasangan, dan melakukan latihan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masalah keuanganKeuangan yang diperketat, pengeluaran yang tidak jelas, perspektif yang berbeda mengenai uang, dan kekuasaan, dapat menyebabkan timbulnya perasaan sakit hati dan tidak aman. Diperlukan sikap yang bertanggung jawab dan adil. Bila perlu, libatkan orang ketiga untuk membantu memperkuat dan memonitor dana yang diperoleh bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak menghormati Rasa percaya diri yang goyah, tidak pernah berolah raga, depresi, penyakit yang tidak diobati, dan harapan yang tidak realistis, dapat membuat seseorang menjadi kecanduan sesuatu, atau melakukan perselingkuhan. Kita memiliki hak dan tanggung jawab untuk menjaga diri sendiri, pasangan, dan hubungan dengan suami/istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gangguan dari luar Sebagai orang dewasa, sebagai pasangan, kebutuhan keluarga perlu diprioritaskan dan menuntut kesetiaan Anda. Apakah pasangan mendahulukan Anda dan anak-anak, bukan orang lain? Untuk siapa waktu dan tenaga Anda berikan? Rumah yang sehat dan tidak terbagi, dikelilingi oleh batasan yang tepat, memberikan kenikmatan yang luar biasa, baik untuk teman-teman maupun anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kata-kata yang menyakiti Kritikan, canda yang kasar, dan cercaan merupakan racun di dalam suatu hubungan. Jangan melecehkan pasangan bila Anda berbicara dengannya atau bila membicarakan tentang dirinya. Cintailah pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perasaan seksual yang salah Harapan yang tidak realistis, pelecehan, dan tidak adanya kreativitas dapat sangat menyakiti pasangan yang paling mencintai Anda sekalipun, serta bisa menyebabkan stres dan kekecewaan. Seks yang baik terjadi bila kedua pasangan menemukan cara untuk saling berdekatan yang menimbulkan perasaan aman dan puas. Seks yang luar biasa akan memberi perasaan damai dan ketenangan. Bicarakan dan saling peduli dengan perasaan, keinginan, serta pendapat masing-masing. Percayalah, Anda tidak akan terkejut melihat hasilnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Saat yang tepat Seperti jam dinding, kehidupan selalu berubah. Anak-anak, karier, dan menopause, semuanya Anda jalani. Lakukan tugas Anda, ambil pilihan yang sehat, maksimalkan waktu untuk berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perasaan kehilangan Biarkan pasangan yang sedang mengalami kesedihan mengungkapkan perasaan sedihnya, berikan perhatian penuh, dan tunjukkan kesabaran Anda pada saat dia menceritakannya. Bantu dia mengeluarkan kesedihannya. Jangan coba-coba memberi komentar, cukup berikan cinta yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Lupa spontanitas Bergantian untuk bersikap kreatif. Rayakan setiap kesempatan yang Anda miliki. Bertemu di tempat dan waktu yang tidak biasanya, nonton di sore hari atau buat kejutan dengan mengajaknya makan siang berdua. Tidur malam lebih cepat sesering mungkin. Berikan bunga, kartu, atau cokelat untuk pasangan dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saling terbuka Waktu sering dapat menyembukan luka dan sakit hati. Kadang-kadang diri kitalah yang terbelenggu dengan kesedihan, ketakutan, dan kemarahan atas kejadian masa lalu. Bicarakan dengan pasangan, terima dengan hati yang terbuka untuk sesuatu yang tidak dapat diubah, dan ubahlah sesuatu yang masih dapat diubah. Bebaskan perasaan Anda dan cintai kembali pasangan serta diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-6446858821084087667?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/6446858821084087667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=6446858821084087667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6446858821084087667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6446858821084087667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/10-penyebab-utama-hancurnya-perkawinan.html' title='10 PENYEBAB UTAMA HANCURNYA PERKAWINAN.'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4322706570076435503</id><published>2007-10-26T03:18:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:09.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tragedi'/><title type='text'>Kekejaman Junta Militer</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_WF538TI/AAAAAAAAAHQ/IjAlc7Hjj3Q/s1600-h/MYANMAR+3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125588237187281202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_WF538TI/AAAAAAAAAHQ/IjAlc7Hjj3Q/s320/MYANMAR+3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Aksi brutal junta militer Myanmar ini terus mengundang kecaman dunia.&lt;br /&gt;Penangkapan dan penyiksaan para biksu, demonstran sipil, membuat Laura berang. Laura mengatakan, junta militer tak manusiawi. "Aksi junta militer hanya bisa dihitung dengan hari," katanya sebelum Presiden AS George W Bush mengenakan sanksi kepada rezim militer. "Sekarang, warga dunia telah tahu kekejaman rezim. Mereka muak dengan pelanggaran hak asasi manusia," kata Laura Bush kepada harian Wall Street Journal.&lt;br /&gt;Laura mengatakan, selama ini ia lebih tertarik pada isu-isu domestik di AS. Namun, pelanggaran HAM di berbagai negara telah membangkitkan minatnya untuk bersuara. "Saya ingin warga AS melihat kenyataan ini dan saya ingin warga di negara itu tahu bahwa AS selalu bersama mereka," kata Laura Bush.&lt;br /&gt;Laura Bush tertarik soal Myanmar ketika pada tahun 2002 Aung San Suu Kyi memberinya sebuah buku lewat perantara. Sejak itu Laura Bush tertarik mendalami isu Myanmar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Foto - foto berikut ini memperlihatkan seberapa parah penyiksaan dan kekerasan yang di lakukan di myanmar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHBE1538eI/AAAAAAAAAIo/aULthVzwxGw/s1600-h/MYANMAR+14.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125590139857793506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHBE1538eI/AAAAAAAAAIo/aULthVzwxGw/s320/MYANMAR+14.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHA9l538dI/AAAAAAAAAIg/e_qY66YPO30/s1600-h/MYANMAR+13.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125590015303741906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHA9l538dI/AAAAAAAAAIg/e_qY66YPO30/s320/MYANMAR+13.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHA3F538cI/AAAAAAAAAIY/qcGk6A2lkw0/s1600-h/MYANMAR+12.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125589903634592194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHA3F538cI/AAAAAAAAAIY/qcGk6A2lkw0/s320/MYANMAR+12.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAw1538bI/AAAAAAAAAIQ/Ma6uaOsRYNE/s1600-h/MYANMAR+11.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125589796260409778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAw1538bI/AAAAAAAAAIQ/Ma6uaOsRYNE/s320/MYANMAR+11.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAr1538aI/AAAAAAAAAII/YRw1FQJommI/s1600-h/MYANMAR+10.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125589710361063842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAr1538aI/AAAAAAAAAII/YRw1FQJommI/s320/MYANMAR+10.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAmF538ZI/AAAAAAAAAIA/c7sg-rTbolk/s1600-h/MYANMAR+9.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125589611576816018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAmF538ZI/AAAAAAAAAIA/c7sg-rTbolk/s320/MYANMAR+9.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAV1538XI/AAAAAAAAAHw/Bd9B876jw-A/s1600-h/MYANMAR+7.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125589332403941746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAV1538XI/AAAAAAAAAHw/Bd9B876jw-A/s320/MYANMAR+7.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAdl538YI/AAAAAAAAAH4/V5u9AOsgQlw/s1600-h/MYANMAR+8.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125589465547927938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyHAdl538YI/AAAAAAAAAH4/V5u9AOsgQlw/s320/MYANMAR+8.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_3l538WI/AAAAAAAAAHo/Q8lxQaJ8PSM/s1600-h/MYANMAR+5.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125588812712898914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_3l538WI/AAAAAAAAAHo/Q8lxQaJ8PSM/s320/MYANMAR+5.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_rV538UI/AAAAAAAAAHY/0xrsrY_TZTc/s1600-h/MYANMAR+2.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125588602259501378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_rV538UI/AAAAAAAAAHY/0xrsrY_TZTc/s320/MYANMAR+2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_xl538VI/AAAAAAAAAHg/Rqx-X_AkI8U/s1600-h/MYANMAR+4.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Melihat gambar di atas itu membuktikan bagai mana penyiksaan Dan kekerasan Yang di alami oleh ratyat Myanmar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebenarnya apa yang di carai ..............?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;dan untuk apa tragedi itu harus terjadi. mengapa manusia tega melakukan hal-hal seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut anda apa yang di cari Oleh penguasa Myanmar....?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dan apa yang seharusnya di lakukan Oleh negara kita untuk membantu Rakyat Myanmar...?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4322706570076435503?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4322706570076435503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4322706570076435503' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4322706570076435503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4322706570076435503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kekejaman-junta-militer.html' title='Kekejaman Junta Militer'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RyG_WF538TI/AAAAAAAAAHQ/IjAlc7Hjj3Q/s72-c/MYANMAR+3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-5990484048470860537</id><published>2007-10-23T05:40:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:09.959-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel sawit'/><title type='text'>CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3s0Nv0tsI/AAAAAAAAAHA/1ZpZW90GrmQ/s1600-h/Tanam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124512332805093058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3s0Nv0tsI/AAAAAAAAAHA/1ZpZW90GrmQ/s320/Tanam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div&gt;Kelapa sawit sesuai ditanam di kawasan tanah yang gembur, tanah liat gembur dan tanah gambut (kurang dari satu meter dalam).&lt;br /&gt;Tanah gambut (lebih satu meter dalam), tanah masam dan tanah paya adalah kurang sesuai bagi tanaman kelapa sawit. Walau bagaimanapun dengan pengurusan sistem pengairan dan pembajaan yang sempurna, jenis-jenis tanah ini boleh juga ditanam dengan kelapa sawit dengan jayanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;PERLAKSANAAN KERJA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kerja-kerja pembersihan, pembarisan dan penanaman kacang penutup bumi dikawasan ladang hendaklah disempurnakan sebelum menanam anak-anak pokok kelapa sawit.&lt;br /&gt;Pembersihan: Kerja-kerja membersih ladang hendaklah mengambilkira kos bunuh dan jentera, keadaan tanah (curam atau rata), hutan atau kawasan tanam semula. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Adalah penting operasi pembersihan ladang dijalankan serentak dengan masa anak benih dapat diperolehi dari pembekal. Jika mempunyai tapak semaian sendiri, masa penyediaan ladang hendaklah disesuaikan dengan masa mengeluarkan anak benih yang telah cukup matang untuk ditanam diladang. Perancangan jadual kerja adalah amat mustahak untuk kejayaan penanaman diladang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pembarisan: Barisan tanaman dibuat mengikut arah Utara-Selatan supaya pokok-pokok mendapat cahaya matahari yang maksima. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kekacang penutup bumi: Menanam kekacang penutup bumi dilakukan setelah kerja-kerja pembarisan selesai dilaksanakan. (Kawasan gambut tidak perlu tanam kekacang).&lt;br /&gt;Penutup bumi adalah untuk: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;• Mengawal hakisan&lt;br /&gt;• Memperbaiki status zat pemakanan dalam tanah, khususnya Nitrogen&lt;br /&gt;• Memelihara kelembapan tanah&lt;br /&gt;Tiga jenis kekacang penutup bumi yang biasa ditanam adalah:&lt;br /&gt;• Centrosema pubescens&lt;br /&gt;• Pueraria phaseoloides&lt;br /&gt;• Calopogonium mucunoides/caeruleum &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Benih kekacang boleh dibeli dari pembekal-pembekal swasta manakala kompos rhizobium boleh dibeli di Institut Penyelidikan Getah Malaysia (RRIM). Kaedah ringkas menanam kekacang penutup bumi adalah seperti berikut: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3sntv0tqI/AAAAAAAAAGw/Qi7_jkOpEms/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124512118056728226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3sntv0tqI/AAAAAAAAAGw/Qi7_jkOpEms/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;• Umumnya campuran 10g kompos rhizobium dengan 10kg biji benih kekacang digunakan.&lt;br /&gt;• Campuran tersebut ditabur didalam jalur yang selari diantara 2 barisan pokok kelapa sawit.&lt;br /&gt;• Jarak diantara jalur-jalur adalah 2 meter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;• Contoh kadar campuran biji benih kekacang adalah seperti berikut:-&lt;br /&gt;Kekacang Kg/ha&lt;br /&gt;Centrocema pubescens 4.0&lt;br /&gt;Pueraria phaseoloides 1.1&lt;br /&gt;Calopogonium caeruleum 0.6&lt;br /&gt;• Baja campuran N:P:K:Mg (15:15:6:4) digunakan sebagai baja asas dengan kadar 56 kg/hektar.&lt;br /&gt;• Tabur baja debu Fosfat (seperti CIRP) pada kadar 560 kg sehektar mengikut jadual berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengawalan rumpai dan serangga perosak diperlukan dengan mengguna racun-racun yang sesuai jika hendak memperolehi tanaman kacang yang baik.&lt;br /&gt;PenanamanPenanaman: Anak benih sawit yang telah berumur 12-15 bulan ditapak semaian adalah sesuai untuk ditanam. Kaedah ringkas penanaman adalah seperti berikut:- &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;• Lubang Tanaman disediakan 2-3 minggu sebelum menanam. Ukuran lubang mesti dilebihkan dari ukuran polibeg supaya penanaman mudah dijalankan. Tanah lapisan bawah dan lapisan atas diasingkan.&lt;br /&gt;• Taburkan 150g - 200g baja Fosfat didalam lubang.&lt;br /&gt;• Buangkan/Tanggalkan polibeg sebelum anak benih ditanam. Masukkan anak benih kedalam lubang yang telah disediakan.&lt;br /&gt;• Lubang dikambus dengan tanah lapisan atas dahulu dan diikuti dengan tanah lapisan bawah supaya buku-pangkal pokok berkeadaan sama rata dengan permukaan tanah.&lt;br /&gt;• Anak benih hendaklah berkeadaan tegak selepas ditanam.&lt;br /&gt;• Mampatkan tanah disekeliling pokok dengan tidak merosakan akarnya.&lt;br /&gt;• Masa menanam hendaklah pada musim hujan dan elakkan dari menanam pada musim kemarau.&lt;br /&gt;• Lazimnya, jarak tanaman yang dipilih adalah 9 meter tiga segi yang memberi 136 pokok pada 1 hektar. Kepadatan pokok sehektar dengan jarak tanaman yang berbeza adalah seperti jadual dibawah:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3st9v0trI/AAAAAAAAAG4/E_zW_mp3Lvs/s1600-h/untitled.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124512225430910642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3st9v0trI/AAAAAAAAAG4/E_zW_mp3Lvs/s320/untitled.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;• Sulam pokok-pokok yang mati apabila menjalani pemeriksaan sekurang-kurangnya 6 bulan selepas menanam.&lt;br /&gt;Tanaman selinganTanaman selingan:&lt;br /&gt;Kacang tanah, jagong dan lain-lain tanaman kontan atau sayur-sayuran boleh ditanam sebagai selingan dalam masa tiga tahun pertama selepas pokok sawit ditanam.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman selingan ialah:&lt;br /&gt;• Tanaman itu memberi keuntungan dalam masa tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tanaman itu tidak memberi persaingan yang boleh menjejaskan&lt;br /&gt;kesuburan pokok kelapa sawit dari segi zat-zat pemakanan, air dan cahaya matahari.&lt;br /&gt;• Ada pasaran atau mudah memasarkan hasil tanaman selingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternakan Ternakan :&lt;br /&gt;Haiwan ternakan terutamanya kambing biri-biri mempunyai potensi yang baik untuk diternakkan diladang kelapa sawit. Disamping menambahkan hasil dari jualan ternakan, ia dapat juga mengurangkan kos pengawalan rumpai.&lt;br /&gt;Untuk keterangan lanjut, sila hubungi :&lt;br /&gt;Bahagian Biologi&lt;br /&gt;Institut Penyelidikan&lt;br /&gt;Minyak Kelapa Sawit Malaysia&lt;br /&gt;Peti Surat 10620,&lt;br /&gt;50720 Kuala Lumpur&lt;br /&gt;Tel: 03-8259155/8259775&lt;br /&gt;Teleks: MA 31609&lt;br /&gt;Telefax: 03-8259446&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-5990484048470860537?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/5990484048470860537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=5990484048470860537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5990484048470860537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5990484048470860537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/cara-cara-menanam-kelapa-sawit.html' title='CARA-CARA MENANAM KELAPA SAWIT'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3s0Nv0tsI/AAAAAAAAAHA/1ZpZW90GrmQ/s72-c/Tanam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1605776694376562400</id><published>2007-10-23T05:33:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:10.238-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel  sawit'/><title type='text'>Bioteknologi Tanaman</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3qhNv0tnI/AAAAAAAAAGY/kXFBMUX5bd0/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124509807364322930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3qhNv0tnI/AAAAAAAAAGY/kXFBMUX5bd0/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sejak awal 1999 PPKS telah melakukan kajian intensif mengenai marka gen pengendali ketebalan cangkang melalui teknik Randomized Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dimana sebanyak 220 primer operon digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa marka potensial untuk deteksi Sh, antara lain OPO-20 dan OPR-11, usaha lain untuk mendeteksi gen pengendali ketebalan cangkang dengan teknik RAPD juga telah dilakukan. Teknik lain yang juga telah digunakan untuk deteksi gen pengendali ketebalan cangkang adalah SSR (Simple Sequence Repeat) dimana melalui analisis pautan genetik dan bulk segregation telah ditemukan beberapa lokus marka DNA yang berpengaruh terhadap karakter ketebalan cangkang buah kelapa sawit .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sejak awal 1999 PPKS telah melakukan kajian intensif mengenai marka gen pengendali ketebalan cangkang melalui teknik Randomized Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dimana sebanyak 220 primer operon digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa marka potensial untuk deteksi Sh, antara lain OPO-20 dan OPR-11, usaha lain untuk mendeteksi gen pengendali ketebalan cangkang dengan teknik RAPD juga telah dilakukan. Teknik lain yang juga telah digunakan untuk deteksi gen pengendali ketebalan cangkang adalah SSR (Simple Sequence Repeat) dimana melalui analisis pautan genetik dan bulk segregation telah ditemukan beberapa lokus marka DNA yang berpengaruh terhadap karakter ketebalan cangkang buah kelapa sawit . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3qctv0tmI/AAAAAAAAAGQ/6pxi0uQq9jw/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124509730054911586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3qctv0tmI/AAAAAAAAAGQ/6pxi0uQq9jw/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alternatif lain untuk mencari marka molekuler dalam rangka membedakan tipe/varietas kelapa sawit adalah melakukan eksplorasi terhadap ribosomal DNA (rDNA) dimana region ini meliputi small subunit (18 S), internal transcribed spacer 1 (ITS1), 5.8S, internal transcribed spacer 2 (ITS2), large subunit (26 S), intergenic spacer 1 (IGS1), 5S dan intergenic spacer 2 (IGS2). Studi dengan menggunakan ezim pemotong (restriction enzyme) pada tanaman maupun binatang membuktikan bahwa region ITS dan IGS dalam suatu populasi dalam satu spesies bervariasi sehingga region ini mempunyai potensi untuk dieksploitasi guna menemukan marka yang dapat membedakan ketiga varietas kelapa sawit. Selain itu DNA ribosomal mudah diekstraksi dengan kemurnian DNA yang memadai untuk digunakan pada PCR jika dibandingkan DNA kromosomal dan yang lebih meng¬untungkan untuk menjadikan daerah ini sebagai target adalah dimana dalam satu ribosomal terdiri lebih dari 200 repeat unit sehingga akan memudah¬kan untuk diamplifikasi dengan PCR. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pendekatan untuk membedakan ketiga varietas kelapa sawit didasarkan pada data awal sekuen yang diperoleh dari GenBank pada daerah 5.8 S pada ketiga varietas kelapa sawit Dura, Tenera dan Pisifera dan setelah data itu diolah ternyata terdapat sedikit perbedaan sekuen.&lt;br /&gt;Informasi ini cukup penting mengingat daerah 5.8 S untuk berbagai varietas dalam satu spesies biasanya sangat seragam (conserve), bila data sekuen awal tersebut akurat maka eksploitasi daerah ITS dan 5.8 S untuk ketiga varietas kelapa sawit akan lebih menarik dengan harapan akan diperoleh sekuen yang lebih bervariasi sehingga menjadi daerah target yang ideal untuk membedakan ketiga variatas kelapa sawit tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sekuen dari ketiga varietas kelapa sawit tersebut dengan meng¬gunakan program Mapdraw dari DNAstar secara teoritis dapat dibedakan dengan meng¬gunakan restriksi enzim. Dengan penggunaan restriksi enzim maka secara teoritis ketiga varietas kelapa sawit tersebut dapat dibedakan dengan jalan sebagai berikut, varietas Pisifera dimana daerah 5.8 S dapat dipotong dengan restriksi enzim Taq II, tetapi tidak dapat dipotong dengan restriksi enzim BssH II, sedangkan varietas Tenera daerah 5.8 S dapat dipotong dengan restriksi enzim BssH II tetapi tidak dapat dipotong restriksi enzim Taq II. Varietas Dura tidak dapat dipotong baik oleh restriksi enzim Taq II maupun restriksi enzim BssH II. Berdasarkan informasi data sekuen primer dari berbagai tanaman baik monokotil maupun dikotil yang digunakan untuk mengamplifikasi daerah ITS tersebut kemudian didesain berbagai primer untuk dapat mengamplifikasi daerah ITS sekaligus daerah 5.6 S pada tanaman kelapa sawit, selain itu pasangan-pasangan primer tersebut diharapkan dapat membedakan ketiga varietas kelapa sawit berdasarkan ukuran fragmen DNA hasil amplifikasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Primer utomo1- ITSC26 dapat membedakan varietas Pisifera (panah no. 3) dengan kedua varietas baik Dura maupun Tenera, tetapi varietas Dura tidak dapat dibedakan dengan varietas Tenera melalui primer utomo1- utomo2. Untuk akurasi data penentuan varietas Pisifera diperlukan pengujian lebih lanjut dari berbagai populasi Pisifera. Kelemahan dari metoda ini tidak semua DNA dapat diamplifikasi untuk menghasilkan ukuran fragmen DNA yang seragam walaupun sampel-sampel itu diambil dari satu varietas (panah no. 2). Untuk itu perlu dilakukan sekuensing dan selanjutnya didisain primer yang dapat menghasilkan fragmen DNA untuk ketiga varietas kelapa sawit kemudian dilakukan sekuensing masing-masing varietas dengan harapan didapat perbedaan basa agar dapat diprogram dengan Mapdraw. Hasil amplifikasi PCR dari varietas Pisifera telah disekuensing dan hasilnya menunjukkan bahwa primer utomo1- ITSC26 mengamplifikasi daerah ITS termasuk daerah 5.8 S. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pasangan primer lain yaitu utomo1-utomo2 telah digunakan untuk mengamplifikasi daerah ITS dan 5.8S pada ketiga varietas kelapa sawit dimana berdasarkan pola ukuran DNAnya, varietas Dura (terdapat dua band) dapat dibedakan dengan kedua varietas Tenera dan Pisifera, sedangkan varietas Tenera tidak dapat dibedakan dengan varietas pisifera melalui pasangan primer ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kultur Jaringan&lt;br /&gt;Selama tahun 2005, laboratorium kultur jaringan telah melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi perbaikan koalitas dan efisiensi biaya produksi klon kelapa sawit melalui perbaikan daya regenerasi kalus, embrio somatik dan kualitas akar. Peningkatan daya regenerasi/indek perbanyakan (IP) pada percobaan ini dibandingkan dengan digunakannya media stándar atau kontrol sebagai berikut: Media (MK1), IP= 85 %, media (MK2), IP= 110 %, media (MK3), IP= 105 % dan media (MK4), IP= 166 % jika dibandingkan dengan kontrol. Indeks perbanyakan (IP) embriosomatik yang diperoleh pada percobaan ini dibandingkan dengan digunakannya media stándar atau control sebagai berikut: Media (ME1), IP= 92 %, media (ME2), IP= 110 %, media (ME3), IP= 108 % dan media (ME4), IP= 122 % jika dibandingkan dengan kontrol. Usaha untuk meningkatkan kualitas perakaran planlet adalah dengan digunakannya media cair untuk menggantikan media padat (kontrol) dengan hasil sebagai berikut: dengan media cair akar tipe A (akar sangat baik) rata-rata 65 %, sedangkan media padat hanya 59 %; akar tipe B (akar cukup baik) pada media cair rata-rata 25 %, sedangkan pada media padat rata-rata 20 %; akar tipe C (akar kerdil) pada media cair rata-rata 10 % sama dengan media padat; akar tipe D (tidak berakar) pada media cair 0 %, sedangkan pada media padat rata-rata 12 %. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kepala Kelompok Peneliti : Dr Ir Condro Utomo &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Profil Peneliti&lt;br /&gt;Peneliti dan Staf Penunjang :&lt;br /&gt;* Dr Ir Sjafrul Latif, MS&lt;br /&gt;* Dr Ir Yohanes MS Samosir&lt;br /&gt;* Drs Gale Ginting&lt;br /&gt;* Muhammad Arief, SP&lt;br /&gt;* Diana Larasati Ginting, SSi&lt;br /&gt;* Retno Diah Setiowati, SSi&lt;br /&gt;* Nancy Donawita Haro, SP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1605776694376562400?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1605776694376562400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1605776694376562400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1605776694376562400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1605776694376562400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/bioteknologi-tanaman.html' title='Bioteknologi Tanaman'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rx3qhNv0tnI/AAAAAAAAAGY/kXFBMUX5bd0/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-214146958739032395</id><published>2007-10-22T03:56:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:10.381-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang'/><title type='text'>Kerajinan Akar Wangi, Omsetnya Seharum Aromanya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyCdtv0tlI/AAAAAAAAAGI/i4A3nH-D-qo/s1600-h/akar_wangi_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124113923048781394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyCdtv0tlI/AAAAAAAAAGI/i4A3nH-D-qo/s320/akar_wangi_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Awalnya Suparman hanya berniat membantu ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungannya. Tapi ternyata laba dari kreasi seni akar wangi yang digelutinya bisa mendatangkan laba 100 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Akar wangi atau Andropogon zizanioides sudah dikenal sejak lama sebagai pengharum pakaian, kain batik, atau keris yang disimpan di dalam lemari, di samping sebagai pengusir kehadiran tikus dan kecoa. Seiring dengan berjalannya waktu, tanaman yang tumbuh subur di Garut, Jawa Barat, ini dikreaksikan oleh Suparman menjadi suvenir berbentuk berbagai binatang berukuran mungil (baca: boneka, red.) sehingga tampak unik, menarik, dan tidak mengotori almari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awalnya, saya hanya ingin membantu para ibu rumah tangga di sekitar sini, yang kebetulan secara ekonomi tergolong tidak mampu. Lalu, muncul ide untuk membuat kerajinan dari akar wangi. Ternyata, tanggapan mereka sangat baik, demikian pula dengan masyarakat konsumen saya,” kata Suparman yang memulai usaha ini sejak 1989 di workshop sekaligus rumahnya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Untuk bahan bakunya, Suparman mengambilnya dari Garut dengan harga Rp16 ribu/kg. “Ini bukan masalah akar wangi dari Garut lebih berkualitas daripada yang dari Yogya, misalnya, tapi cuma masalah hemat biaya. Selain itu, akar wangi dari Yogya dijual Rp26 ribu/kg,” ujar laki-laki yang setiap kali berbelanja, membeli 500 kg sampai 1 ton akar wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari setiap kilogram tanaman yang dapat disuling menjadi minyak sebagai bahan dasar pembuatan parfum dan kosmetika ini, setiap hari dapat diproduksi 200 boneka berukuran sekitar segenggaman tangan atau lima boneka berukuran cukup besar, dengan peralatan yang sangat sederhana seperti lem, benang, dan gunting. Dengan demikian, dibantu 25 “karyawati dan karyawannya”, setiap bulan ia mampu memproduksi sekitar 1.000 produk berbagai ukuran. Dan, untuk setiap buah karya mereka, para “karyawati dan karyawan” tersebut mendapat uang lelah sebesar Rp750,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sehari, satu ‘karyawati’ saya mampu memproduksi 10 boneka berukuran kecil, sedangkan yang ‘karyawan’ bisa membuat satu boneka berukuran besar,” ucap Suparman yang mengombinasikan kreasinya dengan bahan-bahan lain seperti kerang, gedebog (pelepah, red.) pisang, tali tambang, enceng gondog, dan batok kelapa, agar tampak lebih menarik.&lt;br /&gt;Selanjutnya, ia menjual boneka-boneka seharga Rp2.500,- hingga Rp250 ribu ini, ke berbagai toko suvenir di Jakarta dan Bali. Selain itu, ia juga menerima pesanan dari Batam, Dili, Cina, dan Korea, serta Amerika. “Saat ini saya sedang membuat 1.000 sajadah akar wangi seukuran tubuh, pesanan dari Malaysia,” kata pria yang memulai usaha ini dengan modal Rp25 juta dan kini mampu mengumpulkan omset rata-rata Rp10 juta/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar wangi bagi masyarakat Cina melambangkan panjang umur, bagi masyarakat umum dianggap sebagai tanaman yang wanginya tak pernah hilang, dan bagi pengrajinnya (perlahan namun pasti) memberi omset yang tak kalah harum dengan aromanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Bisnis Akar Wangi&lt;br /&gt;(per 1.000 boneka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Bahan Baku&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;5 kg akar wangi @ Rp16.000,- Rp 80.000,-&lt;br /&gt;Biaya Produksi&lt;br /&gt;1.000 boneka @ Rp750,- Rp 750.000,- +&lt;br /&gt;Total Rp 830.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penjualan&lt;br /&gt;1.000 boneka @ Rp2.500,- Rp2.500.000,- -&lt;br /&gt;Laba kotor Rp1.670.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Laba kotor ini hanya didapat dari penjualan, tidak termasuk pemesanan produk. Harga per boneka diambil dari harga yang paling rendah yaitu Rp2.500,- sedangkan bonekanya diasumsikan yang berukuran paling kecil atau hanya berukuran segenggaman tangan perempuan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-214146958739032395?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/214146958739032395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=214146958739032395' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/214146958739032395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/214146958739032395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kerajinan-akar-wangi-omsetnya-seharum.html' title='Kerajinan Akar Wangi, Omsetnya Seharum Aromanya'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyCdtv0tlI/AAAAAAAAAGI/i4A3nH-D-qo/s72-c/akar_wangi_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2176793121651424907</id><published>2007-10-22T03:50:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:11.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang'/><title type='text'>Graphology, Cari Tahu Kepribadian Pasangan Anda!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyAwdv0tjI/AAAAAAAAAF4/MXrIINJlRfE/s1600-h/graphology_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124112046148073010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyAwdv0tjI/AAAAAAAAAF4/MXrIINJlRfE/s320/graphology_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pernahkan berfikir untuk mengenal lebih dalam terhadap diri pasangan Anda sebelum menikah? Temukan jawabannya di Ashanda Consulting.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada dasarnya, setiap orang ingin mengenal lebih mendalam tentang kepribadian orang lain, terutama bagi seseorang yang hendak memutuskan untuk hidup bersama (menikah, red) dengan pasangannya. Banyak cara dilakukan untuk mengetahui karakteristik kepribadian pasangan, seperti menjalani hubungan komunikasi secara intensif baik melalui percakapan, sms atau pun mencari informasi tambahan dari orang terdekat.&lt;br /&gt;Hal tersebut mungkin menjadi penting ketika mengacu pada beberapa keretakan rumah tangga yang banyak terjadi di masyarakat. Ditambah adanya pemberitaan oleh media massa mengenai maraknya perceraian di kalangan selebritis baik lokal maupun mancanegara. Banyak faktor yang memicu perceraian tersebut, ambil contoh ketidakcocokan kepribadian, pasangan yang mendominasi rumah tangga, atau ketidaksetaraan latar belakang seperti pendidikan dan status sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena di atas menggugah Achsinfina Handayani untuk membantu pasangan yang ingin memasuki jenjang pernikahan dengan menganalisis tulisan tangan dari pasangann tersebut. “Analisa tulisan tangan lebih dikenal dengan istilah graphology atau handwriting analysis. Graphology merupakan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menginterpretasikan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya, sehingga dapat diketahui karakter, pemikiran dan prilaku orang tersebut,” terang ibu yang akrab disapa Sinta ini.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, di era modern seperti saat ini, analisa tulisan tangan terkesan kuno. Setiap individu terbiasa berkomunikasi via telepon dan sms, dan meninggalkan kebiasaan surat menyurat untuk menyampaikan pesan. “Padahal, analisa tulisan tangan menjadi sangat bermanfaat bagi pasangan yang hendak menikah. Pada dasarnya, tulisan tangan mengungkapkan pola pikir seseorang, kekuatan ego seseorang, motif dasar atau dorongan naluriah, cara berhubungan sosial dan memandang dunia, produktifitas dan cara mengatasi permasalahan,” ungkap pendiri Ashanda Consulting tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyA7dv0tkI/AAAAAAAAAGA/AXA-YHPpCuc/s1600-h/graphology_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124112235126634050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyA7dv0tkI/AAAAAAAAAGA/AXA-YHPpCuc/s320/graphology_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi, ia pun tak heran jika sekarang banyak terjadi perceraian di kalangan masyarakat maupun selebritis. “Membina hubungan (pacaran, red) lama pun bukan jaminan bisa mengenal kepribadian pasangan kita. Bahkan, ada salah satu klien saya yang sudah menikah selam 4 tahun pun belum mengenal pasangannya dengan baik,” katanya memberi gambaran.&lt;br /&gt;Bermodalkan Certificate Handwriting Analysis dan Certificate Avriculo Therapist, Sinta memaparkan sistem graphology yang diterapkan adalah dengan memberikan kebebasan pada kliennya untuk menulis apa pun di selembar kertas. Dari tulisan tersebut, dianalisis menurut ketentuan standar internasional mengenai tipe-tipe sebuah tulisan. “Acuan pada umumnya dilihat dari margin tulisan, bentuk karakter tulisan dan yang terpenting kertas no line,” tegas kelahiran 2 April 1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes graphology di Ashanda Consulting pun terbagi menjadi dua kategori, yaitu tes on the spot dan report. “Untuk tes yang sifatnya tidak ada laporan tertulis, dilakukan dengan memberikan analisa langsung di depan klien saat itu juga. Umumnya, mereka yang meminta on the spot, selain mengetahui lebih cepat hasil analisa tentang kepribadian pasangannya, pun bertujuan agar pasangannya tidak mengetahui hasil tes tersebut di kemudian hari dengan faktor kelalaian penyimpanan dokumen tersebut,” katanya dengan menyebutkan jasa ini banyak diminta oleh pihak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkantor di Plaza Bintaro Satoe Lantai 2 ini, Ashanda yang diambil dari singkatan namanya, memasang tarif konsultasi untuk on the spot sebesar Rp 150 ribu dan dengan report sebesar Rp 350 ribu. Sinta menambahkan, konsultasi yang dilakukan harus membuat perjanjian terlebih dahulu untuk memberikan pengaturan waktu konsultasi lebih efektif dan efisien. “Karena konsultasi bisa saja memakan waktu sampai 4 jam, meskipun waktu yang ditentukan adalah 1 jam saja. Biasanya, ada yang sampai nangis saat mendengar paparan hasil analisa loh,” kenang ibu yang menangani klien dari kelas menengah ke atas ini.&lt;br /&gt;Berdiri sejak satu tahun lalu, Sinta pun mengaku awalnya kesulitan untuk mengkomunikasikan prakteknya. Dengan keterbatasan informasi masyarakat terhadap graphology dan lebih familiar dengan psikology, ia pantang menyerah. Kegigihannya untuk memberikan kemudahan bagi pasangan untuk mengetahui lebih rinci kepribadian dari pasangan masing-masing ini berhasil menggaet 10 klien setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Graphology merupakan alat tes multi bahasa karena tidak menganalisa isi atau content dari tulisan, sehingga penggunaannya sangat luas di berbagai budaya. Graphology pun dapat menjadi alat yang dipercaya untuk menentukan trait seperti kejujuran, kestabilan emosi, kemungkinan bertindak kasar dan sebagainya,” ujarnya yang mengklaim keakuratan analisa graphology di atas 90 persen.&lt;br /&gt;Ia pun mengungkapkan, segmentasi klien graphology pun tak hanya dewasa tetapi dapat juga digunakan untuk anak-anak. Umumnya, graphology anak bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri dan prestasi anak. Melalui Grapho Therapy dapat mengubah ‘komputer’ yang dimiliki anak menjadi lebih pintar sehingga terlihat peningkatan prestasi, semangat yang makin kuat, fokus yang lebih cepat, peningkatan rasa penghargaan diri, daya mental kuat, keberanian meningkat dan sebagainya. Berminat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Graphology :&lt;br /&gt;- Memahami diri anda dengan lebih baik&lt;br /&gt;- Konsultasi perkembangan anak dan remaja&lt;br /&gt;- Memilih pasangan hidup atau rekan bisnis&lt;br /&gt;- Seleksi &amp;amp; penempatan karyawan di perusahaan / rumah tangga&lt;br /&gt;- Kriminologi atau penilaian kemungkinan penipuan&lt;br /&gt;- Bimbingan mengenai bidang pendidikan dan pekerjaan cocok dengan kepribadian&lt;br /&gt;- Terapi tulisan tangan (Grapho Therapy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2176793121651424907?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2176793121651424907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2176793121651424907' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2176793121651424907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2176793121651424907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/graphology-cari-tahu-kepribadian.html' title='Graphology, Cari Tahu Kepribadian Pasangan Anda!'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyAwdv0tjI/AAAAAAAAAF4/MXrIINJlRfE/s72-c/graphology_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-714897325961738872</id><published>2007-10-22T03:47:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:12.111-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang'/><title type='text'>Untung Besar, Bisnis Gitar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyAYdv0tiI/AAAAAAAAAFw/Zxv5WzE4JbY/s1600-h/gitar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124111633831212578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyAYdv0tiI/AAAAAAAAAFw/Zxv5WzE4JbY/s320/gitar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hampir bisa dipastikan tak satu pun orang yang tak mengenal gitar. Dari kelas murah sampai yang mahal pun ada konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kemarau panjang kapankah akan kudengar lagi. Nyanyian angin dan denting gitarmu.” …&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sepenggar syair Ebiet G. Ade yang begitu puitis, seolah bermaksud mengingatkan betapa akrab hubungan manusia dengan gitar. Peluang ini membuat Sardiyono tanpa ragu menjadikan profesi pembuat gitar sebagai pilihan hidupnya. Hasilnya, …. lariiiiissss!!&lt;br /&gt;Ketika menginjak bangku SMP, Sardiyono diajari bermain gitar oleh guru sekolahnya. Pengalaman itu terus membekas dalam benak pria asal Wonogiri tersebut, sampai akhirnya ia terobsesi untuk mendalami kemampuan bermain gitar. Pada tahun 1997, ia memutuskan ikut kursus membuat gitar di Solo selama 2 tahun.&lt;br /&gt;Selepas kursus, mantaplah langkah Sardiyono untuk menjadi pembuat gitar. Bermodalkan uang Rp 15 juta untuk membeli alat-alat, Sardi merekrut 3 orang karyawan untuk membantunya memproduksi gitar akustik dan elektrik, yang diberi merek Irvita.&lt;br /&gt;“Masing-masing karyawan mempunyai tugas sendiri-sendiri. Misalnya, ada yang bagian membuat bodi atau mengecat gitar. Memang sengaja dibuat begitu agar tiap karyawan punya keahlian tersendiri,” ungkap pria yang biasa dipanggil Sardi ini ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah untuk membuat gitar akustik dan elektrik, lanjut Sardi, tidak sama. Jika membuat gitar akustik, pertama, bahan gitar dicetak agar terbentuk bodi yang lebih umum disebut gembungan. Setelah gembungan jadi, baru dibuat setang gitar dan bagian penunjang yang lain. Pada gitar mahal, pinggirnya akan dibentuk siluet, sementara jika gitarnya dijual dengan harga standar, maka langsung dicat.&lt;br /&gt;Sedang untuk membuat gitar elektrik, tidak melalui pencetakan, melainkan dengan dibuatkan mal, seperti proses laiknya membuat baju, yang diteruskan memotong bahan sesuai bentuk mal itu.&lt;br /&gt;“Tidak ada perbedaan mendasar sih antara membuat gitar akustik dan elektrik, cuma tidak sama saat mengawali saja. Setelah itu prosesnya sama hingga finishing,” jelas Sardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sardi membuat berbagai jenis gitar akustik, mulai yang berharga Rp 135 ribu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Gitar yang paling murah biasanya dicari anak-anak SMP untuk belajar di sekolahnya atau dipilih anak-anak muda untuk mengamen dan nongkrong di pinggir jalan. Kadang-kadang ada juga yang memesan gitar jumbo seharga Rp 450 ribu. Sardi memberi garansi, gitar yang harganya di atas Rp 200 ribu akan mempunyai ketahanan di atas 3 tahun karena dibuat dari bahan-bahan pilihan. Sedang untuk gitar elektrik, Sardi mematok harga berdasarkan kualitas. Harga Rp 300 ribu untuk kualitas 3, kualitas 2 diberi bandrol Rp 1,2 juta dan Rp 1,7 juta untuk kualitas 1.&lt;br /&gt;“Baru-baru ini, saya mendapat pesanan dari seorang guru musik di Bali untuk gitar elektrik kualitas satu. Guru musik itu sekaligus merupakan eksportir, sehingga rencananya gitar bikinan saya dipasarkan keluar negeri,” cetusnya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan untuk membuat gitar, diperoleh Sardi dengan mudah di sekitar Wonogiri. Bahan utama berupa triplek dan kayu. Jenis kayu yang dipakai antara lain sonokeling, mahoni, sengon laut dan jati. Namun penggunaan kayu jati hanya untuk pembuatan gitar akustik kelas 1 saja.&lt;br /&gt;Dengan dibantu 3 karyawan, Sardi mampu memproduksi gitar 10 lusin per bulan. Jika pesanan sedang membludak, Sardi biasanya menghubungi mitra kerjanya sehingga pesanan bisa selesai tepat waktu.&lt;br /&gt;“Penggajian yang saya terapkan, karyawan menerima uang rata-rata Rp 20 ribu per hari. Jadi sebulan akan menerima Rp 600 ribu,” urai Sardi yang membuka workshop di Desa Sumberejo RT. 01, RW. 04, Kel. Karanglor, Manyaran, Wonogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung soal promosi, Sardi mengaku selama ini mengandalkan kerja sama dengan sekolah-sekolah. Beberapa sekolah yang ditawari bekerja sama, ternyata menyambut baik. Tak pelak pesanan gitar mengalir lancar kepada Sardi.&lt;br /&gt;Selain penawaran ke sekolah, sejak dua tahun silam Sardi juga aktif mengikuti Pesta Kesenian Bali. Tak dinyana, dalam setiap pameran, gitar buatannya selalu ludes terjual. Sampai Sardi harus mengambil stok lagi dari Wonogiri agar stand tidak kosong. “Pokoknya, saya optimis gitar buatan saya siap bersaing karena kualitasnya memang bagus. Harapan saya sih, semoga pasar gitar saya secepatnya mampu menembus luar negeri,” harapnya dengan mata berbinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-714897325961738872?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/714897325961738872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=714897325961738872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/714897325961738872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/714897325961738872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/untung-besar-bisnis-gitar.html' title='Untung Besar, Bisnis Gitar'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxyAYdv0tiI/AAAAAAAAAFw/Zxv5WzE4JbY/s72-c/gitar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4284607602258338021</id><published>2007-10-22T03:45:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:12.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang'/><title type='text'>Mencetak Uang dari Topeng Barong dan Wayang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx_utv0thI/AAAAAAAAAFo/Ni61IvcKvas/s1600-h/wayang_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124110916571674130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx_utv0thI/AAAAAAAAAFo/Ni61IvcKvas/s320/wayang_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kegandrungan orang kepada karya seni tradisional memberi peluang Wayan untuk terus meraup keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah besar jika ada yang bilang topeng seram dan menakutkan tidak bisa dijadikan lahan bisnis! Buktinya, Wayan Suwija berhasil membalikkan mitos itu dan sukses menggeluti usaha wayang dan topeng barong. Bagaimana kiatnya agar bisnisnya terus eksis?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Usaha yang digeluti Wayan Suwija, merupakan bisnis yang sudah turun-temurun di kalangan keluarganya. Makanya tidak heran, semenjak kecil, sekitar umur 6 tahun, Wayan sudah tidak asing dengan wayang dan berbagai jenis topeng. Bahkan, usai pulang sekolah, tanpa disuruh pun, ia dengan senang hati akan membantu ayah atau karyawan yang sedang bekerja.&lt;br /&gt;Membuat wayang, ungkap pria bapak dua anak itu, memerlukan ketelitian dalam pengerjaan. Wayang terbuat dari kulit sapi. Mula-mula, kulit sapi dibersihkan, kemudian dihaluskan. Dilanjutkan dengan disket untuk membuat pola wayang, yang diteruskan dengan diukir serta diwarnai. Proses terakhir, kulit sapi yang sudah diukir itu dirakit dalam proses finishing.&lt;br /&gt;“Banyak sekali jenis wayang yang kami buat. Ada Panca Pandawa, Wisnu Murti, Lodra Murti, Kayon, Kresna, Rama, Siwa, Acintya dan lainnya. Totalnya ada 125 jenis wayang. Harga wayang yang diperuntukkan anak-anak adalah Rp 15 ribu per buah, sedang wayang ukuran standar Rp 175 – Rp 600 ribu per buah. Ada juga wayang untuk orang yang latihan mendalang, harganya Rp 75 ribu per buah. Bentuknya sederhana saja karena untuk latihan,” ungkap Wayan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx_q9v0tgI/AAAAAAAAAFg/98NlRlZwhYs/s1600-h/wayang_3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124110852147164674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx_q9v0tgI/AAAAAAAAAFg/98NlRlZwhYs/s320/wayang_3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengerjaan wayang, bisa makan waktu hingga seminggu. Jika modelnya gampang, memang satu orang bisa membuat hingga tujuh buah wayang dalam sehari. Namun jika modelnya rumit, satu wayang bisa dikerjakan dalam tempo seminggu.&lt;br /&gt;Dibantu tujuh karyawan, selain wayang, Wayan pun berkreasi membuat berbagai macam topeng, yang kesemuanya berjumlah 19 jenis. Topeng buatan Wayan meliputi Dalem, Sidakarya, Patih, Topeng Tua, Topeng Pedanda, Bondres, Dukuh, Cungih, Bengor dan Wijil. Selain itu, juga ada topeng barong dan rangda yang bentuknya begitu menyeramkan karena penampilannya yang sangar dengan mata melotot dengan gigi bertaring.&lt;br /&gt;Masing-masing karyawan, jelas Wayan, sudah mempunyai spesialisasi tersendiri. Kalau bertugas membuat topeng, maka seterusnya demikian. Begitu pula jika bagian membikin wayang, maka tidak akan mengerjakan yang lain lagi.&lt;br /&gt;“Sistem gaji yang diberlakukan adalah model borongan. Ya, paling tidak perhari karyawan akan mendapat Rp 50 ribu. Jam kerja dari jam 8.00 – 16.00 (wita),” Wayan menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dari Wayan Astiti ini lebih jauh menceritakan, untungnya bahan baku dapat dengan mudah diperoleh sehingga tidak sampai harus memesan di luar Bali. Bahan untuk membuat topeng, yakni kayu pule, bisa didapat di sekitar tempat tinggalnya. Kelebihan menggunakan kayu pule, jenisnya amat cocok dibuat topeng. Selain mudah dibentuk, juga kuat dan mempunyai taksu tersendiri. Kayu pule sudah lazim dipakai untuk membuat topeng yang disakralkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung jenis kayu yang dipakai membuat topeng bukan jenis sembarangan, tidak heran kalau harganya tidak murah. Ini pula yang menyebabkan topeng yang sudah jadi harganya juga tergolong mahal. Tidak hanya itu, tingginya harga topeng juga disebabkan waktu pengerjaannya yang tergolong lama. Satu topeng barong, misalnya, rata-rata menghabiskan waktu pengerjaan selama sebulan.&lt;br /&gt;“Topeng barong rata-rata dikasih bandrol harga Rp 2,5 juta. Kualitasnya memang bagus sih. Bahannya kayu pule dan rambutnya asli rambut manusia. Selain itu juga memakai batu permata. Cat yang digunakan jenis cat akrilik,” ujar Wayan yang mengaku untung bersihnya setiap bulan Rp 6 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendongkrak usahanya, selama ini Wayan membuka art shop di Taman Budaya Art Centre dan sudah mengikuti ajang kesenian yang digelar tahunan di Bali selama 9 kali. Langkah Wayan ternyata jitu. Beberapa kali konsumen asing yang berasal dari Perancis dan Australia terkagum-kagum melihat hasil karyanya sehingga langsung memborong untuk dipakai sebagai kenang-kenangan. Kalau orang lokal, selain membeli wayang dan topeng untuk dekorasi, juga ada yang sengaja memesan sebagai benda sakral untuk dipajang di pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4284607602258338021?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4284607602258338021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4284607602258338021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4284607602258338021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4284607602258338021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/mencetak-uang-dari-topeng-barong-dan.html' title='Mencetak Uang dari Topeng Barong dan Wayang'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx_utv0thI/AAAAAAAAAFo/Ni61IvcKvas/s72-c/wayang_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7726378667765699788</id><published>2007-10-22T03:42:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:12.954-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-39v0teI/AAAAAAAAAFQ/_JVyKbBRtPI/s1600-h/curug_gentong_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124109975973836258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-39v0teI/AAAAAAAAAFQ/_JVyKbBRtPI/s320/curug_gentong_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menghadirkan nuansa alami di lingkungan rumah tak berbiaya mahal lagi. Ada curug gentong hasil kreatifitas Rita Apriyanti.&lt;br /&gt;Anda tentu sudah memahami bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Tapi, tahukah Anda bahwa kesulitan yang dialami satu pihak berarti peluang bisnis bagi pihak yang lain? Karena, pihak yang lain melalui berbagai cara akan berusaha mengubah kesulitan itu menjadi kemudahan. Hal ini pulalah yang dilakukan oleh Rita Apriy&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-7dv0tfI/AAAAAAAAAFY/7pIZJcm8_b0/s1600-h/curug_gentong_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124110036103378418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-7dv0tfI/AAAAAAAAAFY/7pIZJcm8_b0/s320/curug_gentong_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;anti, kala melihat temannya yang akan pindah rumah mengalami kesulitan memindahkan landscape di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada 2003, dengan modal awal Rp5 juta (1,5 tahun kemudian modal usaha ini berkembang menjadi Rp10 juta, red.), ia membuat landscape yang dinamai curug gentong. “Curug dalam Bahasa Sunda berarti air terjun, sedangkan gentong merupakan medianya. Jadi, curug gentong berarti air terjun di dalam gentong. Curug gentong yang fokus utamanya pada suara gemericik air, seolah-olah menghadirkan nuansa alam di dalam rumah sehingga muncul ketenangan batin,” jelasnya. Selain itu, curug gentong yang ditawarkan dengan harga Rp100 ribu hingga Rp750 ribu ini, juga dapat dipindah-pindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan nuansa alam di dalam gentong, digunakan berbagai macam bahan baku seperti limbah batu apung, kerikil, semen, dan kayu yang dibentuk sedemikian rupa. Selanjutnya, dengan lem khusus, bahan-bahan tersebut direkatkan ke dalam “perut” gentong yang sebagian sudah dilubangi dengan alat khusus atau cukup dengan tangan. Untuk membuatnya lebih indah, curug gentong ini dihiasi dengan lampu air berkekuatan 10 watt sampai 25 watt atau lampu bohlam berkekuatan 5 watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat curug gentong ini, setiap bulan, Rita membelanjakan uangnya sebesar Rp 2 juta sampai Rp3 juta untuk membeli 100 gentong dalam berbagai ukuran dan bentuk. Dalam hal ini, ia menjalin kerja sama dengan pengrajin gentong di Plered, Purwakarta. 50 gentong diproduksi untuk memenuhi pemesanan dan sisanya dibuat sebagai persediaan. “Dalam sebulan, rata-rata terjual 50 gentong. Jumlah ini meningkat 30% usai pameran,” kata perempuan yang rata-rata meraup omset Rp5 juta hingga Rp15 juta setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan penjualan, ia aktif berpromosi. Di samping itu, juga melayani mereka yang membeli untuk dijual kembali dengan sistem beli putus. “Tapi, setelah satu bulan curug gentong yang mereka ambil ternyata tidak laku, mereka boleh mengembalikannya untuk tukar model,” ujarnya. Sekadar informasi, curug gentong kini telah merambah Batam, Pekanbaru, Samarinda, Lampung, Sumatera Barat, Malang, dan Ternate. “Sedangkan untuk Malaysia, Singapura, dan Filipina dilakukan oleh buyer,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Servis seperti tersebut di atas tidak hanya diberikan Rita kepada para distributor, tetapi juga kepada para konsumennya. “Terus menerus terkena air dan juga karena dimakan waktu, akan membuat warna cat memudar (bukan mengelupas, red.). Konsumen dapat meminta untuk dilakukan pengecatan ulang dengan charge 50 ribu hingga Rp100 ribu. Tapi, hal ini hanya boleh dilakukan setelah enam bulan curug gentong itu dibeli,” katanya. Selain itu, bila konsumen sudah bosan dengan model curug gentongnya, mereka dapat menggantinya dengan menukar tambah sebesar Rp50 ribu. “Syaratnya, barang tidak dalam kondisi rusak atau cacat,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-7dv0tfI/AAAAAAAAAFY/7pIZJcm8_b0/s1600-h/curug_gentong_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124110036103378418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-7dv0tfI/AAAAAAAAAFY/7pIZJcm8_b0/s320/curug_gentong_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rita yang dalam bisnis ini dibantu suami dan lima karyawan freelance yang masing-masing dibayar Rp100 ribu/minggu, juga membuat miniatur taman berikut air terjunnya untuk digantung dengan media kayu, sehingga mirip dengan lukisan. Selain itu, juga membuat taman dan air terjun mini di dalam pot bonsai, kaleng biskuit, dan guci. “Karena saya belum mempunyai outlet, konsumen yang ingin membeli atau memesan curug gentong sesuai dengan model yang mereka inginkan, dapat langsung datang ke home industry saya di kawasan Pancoran Mas, Depok,” ucap wanita yang dalam waktu dekat berencana membuka gerai di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Bisnis Curug Gentong (per 50 gentong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Bahan Baku&lt;br /&gt;50 gentong Rp. 1.000.000,-&lt;br /&gt;Biaya Produksi&lt;br /&gt;5 tenaga kerja @ Rp100.000,- Rp. 500.000,- +&lt;br /&gt;Total Rp. 1.500.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penjualan&lt;br /&gt;50 gentong @ Rp100.000,- Rp. 5.000.000.- -&lt;br /&gt;Laba kotor Rp. 3.500.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Laba kotor ini hanya didapat dari penjualan, tidak termasuk pemesanan produk. Harga per gentong diambil dari harga yang paling rendah yaitu Rp100 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7726378667765699788?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7726378667765699788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7726378667765699788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7726378667765699788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7726378667765699788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/menghadirkan-nuansa-alami-di-lingkungan.html' title=''/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx-39v0teI/AAAAAAAAAFQ/_JVyKbBRtPI/s72-c/curug_gentong_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7188991277395969223</id><published>2007-10-22T03:16:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:13.302-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang'/><title type='text'>Sekolah Gokart, Cetak Para Pembalap Indonesia</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx4sdv0tcI/AAAAAAAAAFA/1pkHRpZHFWI/s1600-h/gokart_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124103181335573954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx4sdv0tcI/AAAAAAAAAFA/1pkHRpZHFWI/s320/gokart_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bagi seseorang yang bercita-cita menjadi pembalap profesional, arena gokart bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gokart atau lebih dikenal dengan sebutan karting sudah diminati di Indonesia sejak diperkenalkan pada akhir 60-an oleh Hengky Irawan. Di Jakarta sendiri mulai menjadi pusat olah raga karting pada tahun 80-an. Dalam perkembangannya, olah raga karting jadi ajang sonsor oleh perusahaan-perusahaan bahkan mereka melibatkan diri secara langsung dengan membentuk tim karting.&lt;br /&gt;Untuk warga kota Jakarta, arena penyewaan karting bukan sesuatu yang baru lagi. Tempat yang khusus dirancang untuk menyalurkan hobby layaknya pembalap professional ini pun menjadi hiburan tersendiri disela-sela padatnya rutinitas sehari-hari. Dari latar belakang itulah, Speedy Karting diperkenalkan. “Ide mendirikan gokart ini sudah lama saya pendam. Sewaktu duduk di bangku SD, sekitar tahun 72-an, saya senang melihat sepak terjang Almarhum Hengky Irawan memperkenalkan karting, dan langsung tertarik,” kenang Djembar Kartasasmita, pemilik Speedy Karting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ia menambahkan, sebagai anak laki-laki yang umumnya menyukai otomotif mobil dan sejenisnya, Djembar pun tertarik untuk melanjutkan ke arena balapan. “Saat itu, hiburan belum banyak hanya film-film bioskop saja. Nah, di Jakarta Theater ada arena karting. Akhirnya, saya bilang ke ayah ingin ikut balapan,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Kedekatan sang ayah dengan beberapa rekan di dunia karting pun memicu naluri bisnisnya untuk membuat tempat penyewaan karting. Namun, tak mudah untuk mewujudkan bisnis tersebut. Dengan cerita lalu, Almarhum Hengky Irawan yang meninggal akibat kecelakaan karting memberikan pertimbangan sendiri baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx4wdv0tdI/AAAAAAAAAFI/kuYbPtRkEFc/s1600-h/gokart_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124103250055050706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx4wdv0tdI/AAAAAAAAAFI/kuYbPtRkEFc/s320/gokart_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semula bisnisnya ini hanya untuk penyaluran hobby di dunia balap saja. Menyadari bertambahnya usia dan dirasakan tidak mungkin mengikuti ajang balapan, ia pun memberikan fasilitas bagi kedua putranya untuk terjun balapan dengan membeli mobil gokart. “Putra pertama saya ternyata tidak memiliki bakat dan akhirnya mundur. Tetapi putra kedua saya mahir dan serius, satu mobil gokart berkisar Rp 50 juta ,” ungkap ayah dari Kevin dan Kenny.&lt;br /&gt;Dreams come true, itulah yang terjadi, keinginan lama Djembar terwujud. Arena penyewaan karting miliknya bisa dinikmati pecinta balapan di Hanggar Teras, Jakarta Selatan. Di lahan seluas 3000 M2, di bawah bendera Speedy Karting unit mobil gokart yang terbagi menjadi tiga kategori kecepatan. “Untuk anak dan pemula mesin gokart berkekuatan 100, kemudian naik 200 sampai 270. Jadi bisa ngebut,” promosi lulusan Philippine Christian University. Selain itu, Speedy Gokart dilengkapi dengan kafetaria, D’kart shop, ruang tunggu dan toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menilik sejarah, sebelumnya arena olahraga seperti ini sudah ada. “Arena penyewaan gokart sudah ada di Jakarta, seperti “Jakart” yang merupakan penyewaan karting pertama di Jakarta. Sekarang ini pun banyak para pemain di bisnis penyewaan gokart tetapi terkadang sifatnya tidak permanen dan berpindah-pindah tempat atau bahkan bangkrut,” tutur pria yang tetap eksis bisnis gokart sejak Desember 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Speedy Karting sendiri, harga yang ditawarkan ternyata tak terlalu merogoh kocek. Cukup mengeluarkan uang senilai Rp 25 ribu selama lima menit atau Rp 30 ribu untuk waktu tertentu, seperti sore hari. “Memang jika dihitung dengan waktu yang singkat sepertinya terasa mahal. Tapi coba deh, pasti terasa ada kepuasan tersendiri. Di Speedy Karting menantang adrenalin anda,” kata pria yang enggan menyebutkan omset bisnisnya tersebut.&lt;br /&gt;Ia pun menyadari, meski sudah memiliki 20 mobil gokart, bisnis penyewaan gokart sifatnya income-nya tidak dapat dipastikan. Ditambah kendala yang menargetkan segmen penyewa, biasanya orang-orang pecinta balapan saja yang melirik hiburan karting, atau orang yang menyukai tantangan. Belum lagi, masih sedikitnya sosialisasi di masyarakat terhadap olah raga karting ini. “Waktu itu saya investasi sekitar 1 milyar dan kembali selama 4 tahun. Tahun pertama saja yang mendongkrak hingga mencapai 1000 costumers per bulan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa Speedy Karting masih berdiri kokoh? Bahkan kini memiliki Speedy Karting kedua di bilangan Karawaci. “Speedy Karting mengutamakan keinginan costumers. Kelebihan lain yang dimiliki adalah arena balapan yang beralas semen sehingga ban karting tidak mudah aus. Ditambah adanya perlengkapan penunjang keamanan seperti helm, jaket dan sarung tangan, serta adanya para Marshall (instruktur, red) untuk kemudahan khususnya bagi pemula,” lanjut istri Farina. Tak hanya itu, Speedy Karting pun memberikan wewenang bagi costumers jika ingin merombak rute arena balapan. Biasanya, costumers sudah hapal jadwal perombakan yang dilakukan dua bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djembar pun memiliki keinginan, setidaknya bisnis yang dibangunnya bisa menjadi cikal bakal para pembalap profesional di Indonesia. Dengan memiliki 20 unit mobil gokart dan 20 orang lulusan Speedy Karting yang terjun ke dunia balap profesional. Jika bermunculan ‘Speedy Karting’ lainnya, rasanya tak sulit menciptakan generasi pembalap seperti Moreno Suprapto atau pun sekelas Michael Schumacher!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7188991277395969223?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7188991277395969223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7188991277395969223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7188991277395969223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7188991277395969223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/sekolah-gokart-cetak-para-pembalap.html' title='Sekolah Gokart, Cetak Para Pembalap Indonesia'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx4sdv0tcI/AAAAAAAAAFA/1pkHRpZHFWI/s72-c/gokart_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4767356129753008820</id><published>2007-10-22T03:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:13.414-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><title type='text'>Atilla setia mendampingi pengantin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3_tv0tbI/AAAAAAAAAE4/veokOhcvRxM/s1600-h/atila_hantaran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124102412536427954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3_tv0tbI/AAAAAAAAAE4/veokOhcvRxM/s320/atila_hantaran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada dasarnya, setiap orang dapat menjalankan bisnis yang sama. Tapi, dalam perjalanannya, tak semuanya mampu bertahan dari gempuran berbagai masalah yang muncul. Ada yang langsung ngambek dan akhirnya putus di tengah jalan. Ada pula yang banting setir dengan mengikuti tren atau selera pasar, sehingga menghilangkan ciri khas produknya. Faktanya, kiat ini tidak selalu jitu, malah membuat bisnis tidak fokus dan konsumen setia berpaling karena bi-ngung tidak lagi mendapatkan produk favorit mereka. *&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;“Mungkin, inilah yang membedakan saya yang sampai sekarang masih eksis di bisnis kotak dan boks hantaran perkawinan dengan para pebisnis produk sejenis, meski sudah hampir 20 tahun berkutat di sini. Saya selalu fokus pada produk saya, walau kondisinya sedang naik turun,” kata Atilla, produsen kotak dan boks hantaran perkawinan berlabel Atilla.&lt;br /&gt;Saat sedang sepi order, ia melanjutkan, jangan terpengaruh tren. “Tapi, galilah ide dan kreativitas sehingga muncul semangat dan optimisme lagi. Selain itu, juga memperbaiki pemasaran. Di akhir tahun menghubungi jaringan dan menawarkan produk dengan harga produsen. Pokoknya, jemput bola dan selalu berkreasi,” jelasnya. Ketika sedang ramai order, terimalah semua pesanan dan berusaha keras memenuhi semua pesanan itu. “Kalau perlu, kaki dijadikan kepala, kepala dijadikan kaki. Ingat! Kesempatan emas tidak pernah datang dua kali. Jika dibiarkan, ia akan berlalu begitu saja, apalagi persaingan di bidang ini ketat sekali,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis pembuatan kotak dan boks hantaran perkawinan, ia menambahkan, mempunyai prospek yang sangat bagus. Sebab, pasarnya sudah jelas dan banyak orang (dari berbagai kalangan) membutuhkan produk semacam ini. “Bukankah selama manusia itu masih hidup, maka selama itu pula perkawinan akan selalu ada. Di sisi lain, produk ini juga dapat beralih fungsi sebagai tempat apa pun, ketika fungsi utamanya sudah berakhir. Jadi, di sini tidak dikenal musim panen atau musim paceklik,” katanya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, harap maklum bila persaingan di bisnis ini dikatakan sangat ketat. Bagaimana kiat bertahan? “Saya tidak pernah memusingkan masalah persaingan. Karena, setiap konsumen mempunyai selera yang berbeda satu sama lain. Saya tidak bisa menggiring mereka agar selalu menyukai produk saya. Yang bisa saya lakukan hanya merengkuh jaringan seluas mungkin, dengan melayani konsumen sebaik mungkin dan membuatkan barang sesuai dengan keinginan mereka, dengan sesedikit mungkin masukan,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kotak dan boks hantaran perkawinan Atilla yang berkonsep etnik ini, digemari konsumen. Produk yang ditawarkan dengan harga Rp25 ribu sampai Rp165 ribu dengan ukuran 25 cm x 25 cm hingga 50 cm x 60 cm ini, memang didesain dengan warna khas yaitu cokelat kusam dengan hiasan bunga kering dan aneka hiasan lain. Tapi, tidak berarti bisnis yang dibangun dengan modal awal Rp375 ribu ini, menolak pesanan dengan warna-warna ngejreng atau dari pelaku bisnis sejenis yang lalu menjual lagi produk tersebut, dengan mengganti labelnya atau telak-telak mengklaimnya sebagai produk buatan mereka. “Bagi Atilla, itu nggak masalah, sebab sudah beli putus,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti selera pasar, ia melanjutkan, tidak berarti pula strategi yang salah. Selain terus memproduksi boks dan kotak hantaran dalam aneka bentuk, ukuran, bahan, desain, warna, model, dan hiasan, Atilla juga terus membuat model kotak dan boks hantaran yang sama, selama konsumen masih menggemarinya. “Kadangkala gonta-ganti model atau terlalu cepat ganti model, malah membingungkan konsumen,” kilahnya.&lt;br /&gt;Di samping itu, Atilla yang menjalankan bisnis ini dari bawah banget selalu siap dengan berbagai strategi, bila nantinya menghadapi masalah. “Jam terbang (baca: pengalaman) itu penting. Orang harus melewati satu demi satu jam terbang untuk membentuk mental. Mental yang kuat itu penting dalam bisnis apa pun, bukan cuma modal, keterampilan, dan jaringan,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lebaran, misalnya, itulah timingnya. Jika momen ini tidak dimanfaatkan, lewatlah sudah peluang itu. Sebab, Januari–Februari merupakan bulan-bulan yang sepi order. “Jadi, kalau pas banyak order, kami ambil kesempatan itu sehingga ketika mengalami sepi order, kami masih tetap dapat menjalankan bisnis ini. Karena, omset yang kami raup kala ramai order dapat kami jadikan modal untuk terus ‘berjalan’ di tahun berikutnya. Tapi, jangan diartikan ini aji mumpung, melainkan hanya memanfaatkan peluang tanpa menanggalkan kualitas produksi. Quality control tetap harus selalu dijaga untuk menghindari kekecewaan dan kemarahan pelanggan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam home industry-nya yang seluas 500 m² di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dalam sehari 15 karyawan Atilla mampu membuat minimal 40 boks dan kotak hantaran. Di samping itu, melalui dua gerainya, dalam kondisi sepi Atilla menjual 10 kotak dan boks hantaran per bulan dan sembilan buah/hari atau 50 buah/minggu saat ramai, serta menerima pesanan dari 5–6 pelanggan yang masing-masing memesan minimal sembilan kotak atau boks. “Omset saya per bulan Rp10 juta–Rp15 juta per bulan,” imbuhnya. Bisnis yang “basah”, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4767356129753008820?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4767356129753008820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4767356129753008820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4767356129753008820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4767356129753008820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/atilla-setia-mendampingi-pengantin.html' title='Atilla setia mendampingi pengantin'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3_tv0tbI/AAAAAAAAAE4/veokOhcvRxM/s72-c/atila_hantaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7115255394390660032</id><published>2007-10-22T03:11:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:13.840-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><title type='text'>Supaya Kaum Dhuafa Bisa Menerima Haknya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3otv0taI/AAAAAAAAAEw/1vPzOJB99tE/s1600-h/rumah_zakat_3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124102017399436706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3otv0taI/AAAAAAAAAEw/1vPzOJB99tE/s320/rumah_zakat_3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dana yang diperuntukkan kaum miskin, zakat, infaq ataupun apapun namanya, seringkali meleset dari sasaran. Memperbaiki kondisi seperti ini merupakan salah satu kontribusi Rumah Zakat Indonesia (RZI). Russanti Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana ya larinya dana zakat, infaq, atau sedekah yang kita berikan? Meski cuma selintas, tentu pertanyaan semacam ini pernah muncul di dalam hati atau benak kita. Apalagi, kita mengetahui dengan pasti bahwa pengertian kaum dhuafa di Indonesia ini masih rancu, sehingga mereka yang seharusnya berhak atas dana tersebut justru tidak menerima, sebaliknya yang seharusnya tidak menerima malah mendapat berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di sisi lain, juga muncul pertanyaan apakah tempat-tempat kita biasa menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah itu sudah layak untuk menyalurkannya? Kalau iya, lalu untuk apa lagi dibentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS)? Sekadar informasi, menurut Undang-Undang No. 38/1999 (undang-undang tentang pengelolaan zakat, red.) terdapat dua lembaga yang mengelola zakat yaitu BAZNAS yang dikelola oleh pemerintah dan LAZNAS yang berstatus lembaga swadaya masyarakat (LSM). Saat ini diperkirakan terdapat 400 LAZNAS, salah satunya yaitu Rumah Zakat Indonesia (RZI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyaknya LSM semacam ini di bumi nusantara, tentu akan menimbulkan pertanyaan baru lagi yaitu apakah ini sebuah “bisnis” baru yang basah. “Bukan! Kami hanyalah jembatan antara si kaya dengan si miskin. Ibarat pajak dalam struktur kenegaraan, dalam struktur keagamaan juga terdapat keharusan bagi pihak-pihak tertentu untuk mengeluarkan sebagian harta mereka yang disebut zakat, infaq, dan sedekah. Agar ‘pajak’ ini dapat disalurkan dengan cara dan kepada orang yang benar, sehingga si penerima lambat laun akan meningkat taraf hidup mereka atau tidak akan menjadi penerima selamanya, di situlah kami berada dan bertugas,” jelas Virda Dimas Ekaputra, Chief Executive Officer RZI.&lt;br /&gt;Namun, Virda tak menampik bila LSM semacam ini dipersepsikan sebagai “bisnis” yang basah mengingat menurut peraturan para ulama fiqih, setiap LAZNAS diperkenankan mengambil 12,5% dari dana yang dihimpun untuk membiayai karyawan, operasional, dan pengembangan lembaga. “Bebas pajak lagi, karena semua program yang ditawarkan kepada masyarakat itu gratis,” kata pria yang membawahi 430 karyawan ini. Sekadar informasi, RZI yang pada awal berdirinya (1998) di Bandung merupakan lembaga sosial yang konseren pada bantuan kemanusiaan dengan nama Dompet Sosial Ummul Quro, tahun lalu mampu menghimpun dana sebesar Rp54 milyar.&lt;br /&gt;Di satu sisi, ia melanjutkan, dulu zakat yang diberikan masyarakat tidak difasilitasi oleh lembaga tertentu, hanya dilakukan oleh baitul mal. Di sisi lain, menyalurkan zakat secara langsung kepada yang berhak juga tidak dilarang, meski lebih baik bila disalurkan ke lembaga yang berwenang. “Apakah lembaga tersebut dapat dipercaya atau tidak tergantung kepada bagaimana lembaga tersebut membangun citranya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3lNv0tZI/AAAAAAAAAEo/QlcoTUSNPg0/s1600-h/rumah_zakat_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124101957269894546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3lNv0tZI/AAAAAAAAAEo/QlcoTUSNPg0/s320/rumah_zakat_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;RZI yang mulai tahun 2000 melakukan pemekaran dengan membuka cabang di Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Tangerang, Pekanbaru, Aceh, Medan, Padang, Palembang, Batam, dan Semarang, tidak pernah meminta zakat, infaq, atau sedekah kepada masyarakat, tetapi membuat berbagai program dan kemudian menawarkannya kepada mereka untuk didanai. “Selanjutnya, kami melaporkan berapa banyak dana yang telah mereka sumbangkan dan untuk apa saja, lewat situs pribadi atau majalah in house yang kami terbitkan secara berkala,” ujarnya. LSM yang memiliki lebih dari 41.000 donatur yang tersebar ke seluruh penjuru tanah air, Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Amerika, dan Timur Tengah ini menawarkan dana terikat di mana donatur akan memilih salah satu atau beberapa program yang ditawarkan untuk didanai. Juga dana tak terikat di mana donatur akan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dananya kepada lembaga yang didirikan oleh Abu Syauqi dan rekan-rekannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program-program yang digulirkan RZI mencakup EduCare (beasiswa SD–SMA, Kids Learning Centre, Pelatihan &amp;amp; Pengembangan Potensi Anak, dan Sekolah Juara), HealthCare (rumah bersalin gratis, mobil jenazah gratis, mobil klinik keliling gratis, dan lain-lain), YouthCare (pengembangan kepemudaan atau relawan dalam program Siaga Sehat dan Siaga Bencana), dan EcoCare (layanan pembinaan UKM melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah). “Total hingga Mei 2007, lewat program-program ini sekitar 100.000 orang telah terbantu!” tegasnya.&lt;br /&gt;Lantas, siapa yang berhak mendapat zakat, infaq, atau sedekah ini? “Kami membuat batasan tentang siapa yang dikategorikan kaum dhuafa, berdasarkan upah minimum propinsi (UMP). Bagi anggota masyarakat yang berpenghasilan kurang dari 50% UMP kami kategorikan fakir, sedangkan bagi mereka yang berpendapatan lebih dari 50% tetapi kurang dari 100% UMP kami golongkan miskin. Untuk mengetahui dengan pasti apakah mereka benar-benar fakir miskin, sehingga dapat menggunakan fasilitas-fasilitas yang kami sediakan secara gratis, kami melakukan semacam survai. Di sisi lain, siapa pun diperbolehkan menggunakan berbagai fasilitas kami tanpa memandang SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan, red.). Sebab, inti dari zakat, infaq, dan sedekah adalah berbagi. Berbagi dapat dilakukan oleh siapa pun dan untuk siapa pun,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depannya, RZI yang memiliki fasilitas layanan jemput zakat gratis, autodebet, transfer via ATM, autozakat (bayar zakat via sms berbasis kartu kredit, red.), sms donasi, konsultasi zakat dan keislaman via sms center, Z-report (laporan rekam transaksi yang bisa dilihat secara online di website, red.) berencana hadir di kota-kota besar, khususnya di kawasan timur Indonesia. Selain itu, mendirikan rumah bersalin gratis dan lembaga keuangan Mikro Syariah di 10 kota besar.&lt;br /&gt;Lembaga keuangan ini memberi tambahan modal kepada para pengusaha UKM sebesar Rp500 ribu hingga Rp25 juta. “Kami juga sedang berkampanye tentang kesadaran berzakat (baca: berbagi, red.) sebagai sebuah gaya hidup,” ucapnya. Selama ini kita menjalani gaya hidup duniawi, agar terjadi keseimbangan hidup, apa salahnya kita pun menjalani gaya hidup yang bersifat akhirati. Jadi, yuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7115255394390660032?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7115255394390660032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7115255394390660032' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7115255394390660032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7115255394390660032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/supaya-kaum-dhuafa-bisa-menerima-haknya.html' title='Supaya Kaum Dhuafa Bisa Menerima Haknya'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3otv0taI/AAAAAAAAAEw/1vPzOJB99tE/s72-c/rumah_zakat_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1780257862184999134</id><published>2007-10-22T03:09:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:14.008-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Management'/><title type='text'>Membangun Bisnis Berdasarkan Ikatan Kekeluargaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3N9v0tYI/AAAAAAAAAEg/5n-Uja77OZw/s1600-h/tx_travel_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124101557837936002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3N9v0tYI/AAAAAAAAAEg/5n-Uja77OZw/s320/tx_travel_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ketiga kakak beradik, Himawan Edi dan Susi mencoba membangun bisnis bersama lewat hobi dan persaudaraan. Meski baru berusia muda, perusahaan yang dibangun tersebut melejit dan sukses menggaet customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mengenal perusahaan jasa angkutan darat AKAS? Saya yakin sebagian besar pembaca majalah ini mengenalnya. Perusahaan bis yang berpusat di Probolinggo, Jatim ini termasuk salah perusahaan otobis terbesar di Tanah Indonesia dengan jumlah armada ribuan bus yang melayani rute dari Jakarta hingga Denpasar. AKAS demikian populernya di Jatim, sehingga telah menjadi ikon bisnis kota pantai tersebut. AKAS didirikan oleh empat kakak beradik yang memiliki hobi sama yakni berbisnis angkutan darat. Lewat tangan-tangan trampil mereka, bisnis yang telah digeluti puluhan tahun ini tumbuh dan berkembang dengan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kita tidak membicarakan tentang AKAS. Perusahaan itu adalah salah satu contoh keberhasilan bisnis yang dilakukan oleh kakak beradik. Selain AKAS, masih banyak contoh keberhasilan yang dibangun berdasarkan ikatan kekerabatan. Namun, banyak perusahaan yang dibangun oleh saudara atau kakak beradik, akhirnya kandas sebelum perusahaan itu berkembang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himawan, Susi dan Edi Surya Samudra, ketiga pebisnis muda yang mencoba membangun sebuah bisnis berdasarkan ikatan kekeluargaan. Ketiga kakak beradik tersebut memiliki hobi yang sama yakni traveling. Dari hobi inilah kemudian ketiganya sepakat membuat bisnis agency dan ticketing. Dengan dibantu oleh salah satu adik iparnya, Novi Arie, mereka sepakat membeli TX Travel, salah satu waralaba travel terkemuka di Tanah Air.&lt;br /&gt;Sebelum terjun ke bisnis agency, baik Himawan, Susi dan Edi telah memiliki bisnis sendiri-sendiri. Susi, memiliki bisnis toko pakaian. Himawan, trading dan Edi supplier. Lalu, mereka sepakat membuat bisnis yang sesuai dengan hobi mereka. Dengan modal patungan, masing-masing memiliki saham yang sama, mereka membeli waralaba TX Travel dan membuka gerai di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Edi, mengurusi masalah operasionalisasi perusahaan. Sedangkan Susi di bagian keuangan. Himawan dan Novi bagian marketing. Novi, yang memiliki jaringan luas dilibatkan dalam bisnis ini. Sebelumnya, dia pernah bekerja sebagai tourist guide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TX Travel Plaza Semanggi, belum berjalan dua tahun. Namun, ditangan ketiga bersaudara ini cukup pesat perkembangannya. Customernya beragam, mulai dari karyawan kantor dan professional, mahasiswa hingga ibu-ibu arisan. “Pernah ada sekelompok ibu-ibu yang memesan beberapa tiket untuk kapal pesiar,” kata Novie, yang mewakili ketiga kakak-beradik tersebut.&lt;br /&gt;Sebagai tenaga marketing, baik Novie mapun Himawan tak jarang turun langsung melakukan pendekatan personal (personal approach). Cara ini lebih efektif ketimbang menggunakan brosur promosi maupun pameran. Himawan, misalnya, selain melakukan pendekatan ke para professional, juga mengikuti beberapa kelompok studi yang banyak dilakukan oleh kaun cendekia. Sementara Novie, yang pernah bekerja di lingkungan Guruh Soekarnoputra, banyak memiliki jalur dengan para artis dan selebritis. Didukung dengan manajerial yang bagus, akhirnya perusahaan ini telah memiliki dua cabang penjualan—meski masih di Plaza Semanggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, baik Himawan, Susi, Edi maupun Novie, tidak hanya berkutat pada bisnis agency saja. Bisnis yang lain akan diterjuni juga, dan untuk sementara juga tak jauh dari bisnis perjalanan wisata. “Kami memang baru berkonsentrasi disini. Namun, tak menutup kemungkinan akan terjun ke bisnis yang lain jika memungkinkan,” ujar Novie.&lt;br /&gt;Novie, mengakui memang tidak mudah mengelola bisnis secara bersama-sama, kendati itu bersaudara. Friksi kecil memang sering terjadi. Tapi tak berkembang kearah yang lebih besar. Segala sesuatunya bisa selesaikan dengan musyawarah. Dan, untungnya lagi, selain saudara, mereka masing-masing memiliki kemampuan yang bisa memahami kekurangan masing-masing. “Kalau tidak kami sudah bubar dari dulu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1780257862184999134?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1780257862184999134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1780257862184999134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1780257862184999134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1780257862184999134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/membangun-bisnis-berdasarkan-ikatan.html' title='Membangun Bisnis Berdasarkan Ikatan Kekeluargaan'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx3N9v0tYI/AAAAAAAAAEg/5n-Uja77OZw/s72-c/tx_travel_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4661096351839041430</id><published>2007-10-22T02:40:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T02:41:10.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Petani Madani, Memberdayakan Para Petani</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Petani posisinya berada di paling depan dalam memproduksi padi. Tetapi nasibnya selalu berada di paling belakang. Paguyuban Petani Madani melakukan berbagai terobosan untuk bisa mengangkat derajat kesejahteraan petani. Agnes de Savitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir - akhir ini, pemberitaan di berbagai media massa banyak mmperbincangkan teknologi pertanian alternatif tanpa pupuk kimia. Ini bisa dimaklumi setelah sekian lama sejak dasawarsa 80-an sampai sekarang penggunaan pupuk kimia justru semakin tidak menguntungkan, baik dari sisi ekonomi, keseimbangan alam, maupun kesehatan manusia.&lt;br /&gt;Berbagai teknologi pertanian alternatif diketemukan oleh berbagai orang dari berbagai latar belakang pendidikan. Tentu saja kelebihan dari teknologi pertanian ini juga beragam. Selain memaparkan banyak keuntungan, sebenarnya beberapa di antaranya ditengarai memberikan dampak akhir yang kurang baik karena justru dapat merusak lingkungan jauh lebih parah dan dalam kurun waktu lebih singkat dibanding dengan penggunaan pupuk kimia. Namun demikian, temuan – temuan baru tersebut cukup menggembirakan karena membuktikan meningkatnya perhatian bangsa ini pada bidang pertanian yang notabene seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi bangsa ini. Bukan saja media massa yang memberikan perhatian ekstra, pemerintah pun rupanya semakin antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Salah satu kelompok tani yang telah lama secara konsisten mengembangkan teknologi pertanian tanpa pupuk kimia adalah Paguyuban Tani Madani. Kelompok tani ini telah mengembangkan industri pertanian organik sejak tahun 2000 dan saat ini anggotanya telah menyebar di 200 kota di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota kurang lebih 6% dari jumlah petani Indonesia. Di Jawa Timur khususnya, jumlah anggota Paguyuban Tani Madani ini mencapai 700.000 orang, dan di Indonesia lebih dari 1.000.000 orang.&lt;br /&gt;Menurut Budiono Sp, MM.penemu, pendiri, sekaligus motor dari paguyuban tersebut, alih teknologi ini diawali dari keprihatinannya menyaksikan semakin tingginya harga pupuk kimia, di mana petani sangat bergantung pada keberadaan atau ketersediaan pupuk tersebut. Jika terjadi kelangkaan pupuk, maka petani akan mati suri tidak sanggup lagi mengolah tanahnya. Acapkali kelangkaan pupuk ini terjadi karena kesengajaan oknum – oknum tertentu yang ingin mengambil kuntungan berlebih. Apabila pupuk tersedia, harganya pun melambung tinggi. Saat panen berlimpah, harga pun anjlok hingga biaya produksi tak lagi tertutupi. Petani juga tidak tahu bagaimana menyalurkan hasil produksi mereka. Kalaupun pupuk dan pasar memadai , petani dirugikan oleh semakin memburuknya kwalitas tanah, sehingga biaya produksi untuk mengolah tanah pun semakin tinggi. Pendek kata, apapun sebab dan kondisinya, petani selalu dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1993 Budiono mengembangkan riset / penelitian ilmiah dan menemukan formula dasar / formula inti berbahan dasar tumbuh – tumbuhan. Dari formula inti inilah nantinya setiap petani bisa membuat pupuk atau formula lain yang diperlukan sesuai dengan kebutuhannya baik di bidang pertanian, perikanan, maupun peternakan. Sampai saat ini formula yang dikembangkan bisa mencapai 13 formula, 10 diantaranya formula organik, sedangkan 3 di antaranya adalah formula semi organik. Adapun bahan baku formua inti tersebut menggunakan bahan – bahan alami yaitu : akar – akaran , biji – bijian, buah, pucuk tunas tumbuh – tumbuhan, serbuk sari bunga, glucose, madu, extract cambah, dan air kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti pada penggunaaan pupuk lainnya baik itu pupuk kimia maupun pupuk organik, anggota Paguyuban Petani Madani tidak menjadi bergantung pada pengadaan pupuk, namun mereka bisa membuat sendiri setelah mendapatkan pelatihan. Jadi pada prinsipnya para petani dididik agar mandiri, sehingga mereka tidak lagi kesulitan dalam mengembangkan produktivitas. Selain mudahnya mendapat bahan baku, dan transfer teknologi, pupuk organik inti atau yang biasa dikenal dengan nama BML ( Bio Master Tani ) atau RML ( Ramah Lingkungan Madani ) ini, petani juga dibantu dari sisi pemasaran, baik itu pangsa pasarnya, manajemen, maupun promosinya. “Misi kami memang ekonomi kerakyatan. Para calon petani atau petani yang berminat, atau siapa pun yang ingin berkecimpung daam bidang bisnis pertanian, dibina oleh konsultan / kader madani lainnya yang telah lebih dahulu menjadi petani madani, di mana mereka pada akhirnya akan menjadi petani – petani yang mandiri, tidak bergantung pada pupuk pasokan pabrik tertentu, dan mereka juga dapat membina teman – teman baru lainnya.” tutur Budiono menjelaskan tentang kelompok tani yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selain petani, ataupun calon petani, Budiono menegaskan juga sanggup membina siapa pun yang tertarik untuk menggeluti bidang industri pertanian, perikanan dan peternaan yang berbasis organik. Pendampingan tersebut bersifat sangat lokal. Artinya, meskipun tanah pertanian yang dikelola terdapat dalam suatu daerah, namun perlakuan terhadap tanah maupun tanaman berbeda – beda, tergantung pada hasil analisis tanah / tanaman yang dilakukan. Imbalan yang diminta pun tidak mahal hanya Rp. 35.000,- / analisis. Pada saat pertanian sudah berjalan dan petani sudah bisa mandiri, mereka cukup membayar royalty produksi Rp. 750,- / liter.&lt;br /&gt;Budiono, yang memulai langkahnya dari kota Batu – Jawa Timur ini, mengungkapkan salah satu petani binaannya yang beralih , menjadi Petani Madani yaitu Bapak Haji Ibrahim di Besuki Situbondo, pernah mengalami serangan penyakit tongrow 75% pada tanaman padinya jenis Ir.64 pada saat menggunakan pupuk kimia, sudah tidak diharapkan alias puso ( umur 43 hari ). Namun kemudian, melalui upaya yang intensif padi tersebut dapat diselamatkan dan dipanen pada usia 97 hari dengan hasil mencapai 4,5 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang bertani organic saat ini memang semakin meningkat. Terbukti semakin meningkatnya permintaan baik dari pasar dalam maupun luar negeri, baik berupa beras, sayur, buah, bunga udang, juga ikan. “Kami cukup bangga karena produk kelompok kami dicicipi oleh Bapak Presiden saat beliau melakukan kunjungan ke Batu. Setelah itu, kami diperkenankan memasok buah untuk pesta pernikahan putra beliau, termasuk memasok untuk suguhan tamu – tamu Negara “ ungkap Budiono. “Selain itu beberapa produk kelompok kami merupakan produk juara nasional “ tambah Budiono lagi. Memang selain memasok berabagi produk organic untuk pasar dalam negeri, produk pertanian Paguyuban Petani adani ini telah eksport ke berbagai negara, diantaranya Jepang untuk eksport udang, padahal hampir semua eksportir tahu memasok udang ke Jepang syarat – syarat yang harus dipenuhi paling berat. Namun hampir semua produk Paguyuban Petani Madani memang telah diakui oleh badan international. “Produk kami sudah dikenal di luar ngeri. Bahkan sertifikasi terbitan kami selain diakui secara nasional, juga diakui oleh HCCPL untuk pasar USA , dan IOFAM untuk tingkat Intrnational” tutur Budiono. Meskipun sudah memiliki jaringan yang luas Budinono masih terus mmbuka peluang bagi siapa saja yang berminat untuk bergabung baik dari sisi produksi sebagai petani, maupun sebagai pedagang dan eksportir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keunggulan produksi Petani Madani ini adalah sebagai berikut : ( contoh pada Padi ) :&lt;br /&gt;1. &lt;!--[endif]--&gt;anakan padi 40 – 112 anakan / rumpun&lt;br /&gt;2. &lt;!--[endif]--&gt;umur 14 hari beranak 5 – 10 anakan / rumpun&lt;br /&gt;3. &lt;!--[endif]--&gt;daun langsung hijau tidak menguning&lt;br /&gt;4. &lt;!--[endif]--&gt;lahan sehat serangan tikus, sundep, asem – aseman, tongrow dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;5. &lt;!--[endif]--&gt;satu untai padi 226 – 315 bulir ( biasanya 170 – 215 bulir )&lt;br /&gt;6. &lt;!--[endif]--&gt;gabah (GKG ) bernas 100 kg jadi beras 60 – 73 kg&lt;br /&gt;7. &lt;!--[endif]--&gt;hasil panen normal 7,7 – 10,5 ton / Ha dengan benih padi Ir. 64&lt;br /&gt;8. &lt;!--[endif]--&gt;rasa nasi pulen, tidak cepat keras dan tidak menguning selama 3 – 4 hari dalam majig jar.&lt;br /&gt;9. &lt;!--[endif]--&gt;lahan kembali sehat, penerapan 1 pupuk kimia sintetis 50% dari biasanya, selanjutnya 20% - 30% dari biasanya, Hingga pada akhirnya tanpa pupuk kimia sama sekali / murni organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4661096351839041430?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4661096351839041430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4661096351839041430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4661096351839041430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4661096351839041430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/petani-madani-memberdayakan-para-petani.html' title='Petani Madani, Memberdayakan Para Petani'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-3507360233714316511</id><published>2007-10-22T02:35:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:14.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Tiktok, Buah Perkawinan Silang Warga Unggas</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx1Ndv0tVI/AAAAAAAAAEI/ywcBRaTdE9k/s1600-h/tiktok_a.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124099350224745810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx1Ndv0tVI/AAAAAAAAAEI/ywcBRaTdE9k/s320/tiktok_a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Itik jantan kawin dengan entok betina sudah lumrah. Tetapi perlu teknik tersendiri untuk mengawinkan itik betina dengan entok jantan yang melahirkan tiktok ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Russanti Lubis&lt;br /&gt;Tiktok, apaan tuh? Bunyi jamkah? Bukan, melainkan anak hasil kawin suntik antara itik betina dengan entok jantan. Mungkin bagi sebagian masyarakat kita, nama ini terdengar asing. Tetapi, akan terdengar akrab di telinga, jika kita menyebut nama lainnya yaitu serati, beranti, togri, ritog, tongki, atau mandalung. Di samping itu, perkawinan antara itik dengan entok juga bukan sesuatu yang aneh, sebab di alam perkawinan antara itik jantan dengan entok betina sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;“Kebetulan kromosom (sel pembawa sifat, red.) mereka sama jumlahnya, sehingga dalam perkawinan tersebut sangat mungkin terjadi pembuahan. Tetapi, anak yang dilahirkan akan steril atau mandul. Di sisi lain, bobot tubuh entok betina lebih ringan daripada entok jantan, seukuran itiklah,” jelas Falinus Simanjuntak, pencetus istilah Tiktok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pria yang akrab disapa Linus ini melanjutkan, berbeda dengan tiktok yang merupakan hasil perkawinan antara entok jantan dengan itik betina. Perkawinan ini sebenarnya impossible terjadi, mengingat ukuran dan bobot entok jantan yang jauh lebih besar dan berat daripada itik betina. Karena itu, dilakukan dengan kawin suntik (artificial insemination). Di samping itu, perkawinan antara entok jantan (rata-rata berbobot 5 kg) dengan itik betina (rata-rata berbobot 1,5 kg) akan menghasilkan tiktok seberat minimal 3 kg. Sedangkan perkawinan entok betina (rata-rata berbobot 1,5 kg) dengan itik jantan (rata-rata berbobot 1 kg) hanya akan menghasilkan bebek salah-salah, begitu istilah yang digunakan masyarakat Tanjung Balai, seberat 1 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebek betina akan bertelur selama tiga hingga empat bulan. Telur-telur yang dihasilkan bebek betina yang telah disuntik sperma entok, tetap dianggap sebagai telur bebek. Karena selama ini bebek selalu diternakkan, maka mereka sudah “lupa” caranya mengerami sehingga harus dibantu dengan mesin tetas. Uniknya, bila telur bebek menetas setelah 28 hari “dierami” dan telur entok menetas pada hari ke-35, maka tiktok akan menetas pada hari ke-32 (28 hari + 35 hari = 63 hari : 2). “Jika diberi makan makanan yang berkualitas, induk tiktok ini mampu berproduksi hingga 70% (120 hari x 70% = 84 butir),” kata mantan Direktur Kebun Binatang Ragunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, itik betina mampu bertelur sejak berumur enam bulan sampai berumur 2,5 tahun. Pada tahun pertama, mereka mampu menghasilkan 90% (100 butir). Tetapi, setelah berumur lebih dari 2,5 tahun, produksi telurnya akan menurun hingga 20% (24 butir). “Biasanya, saat produksi telurnya menurun 40% hingga 20%, di kalangan peternak berarti tanda bahwa masa hidupnya harus diakhiri. The time is up,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budidaya tiktok, ia menambahkan, tidak harus menggunakan bebek dan entok jenis tertentu, tetapi yang berasal dari bibit unggul, sehingga dagingnya mulus dan tampak bagus. “Saya sarankan kalau bisa tiktoknya berbulu putih mulus. Sebab, dagingnya yang juga putih mulus akan tampak lebih menarik bagi konsumen. Hal ini hanya akan terjadi bila yang dikawinkan adalah entok jantan dan bebek betina yang keduanya berbulu putih. Saat ini, saya sedang mengawinkan bebek Peking (yang pada dasarnya memang berbulu putih dan berukuran besar) dengan bebek biasa (kalau bisa bebek Alabio), sehingga nantinya akan dihasilkan Peking Alabio atau Peking lokal dengan aneka macam warna. Setidaknya, Peking lokal ini memiliki 50% gen bulu putih. Selanjutnya, Peking lokal betina dikawinkan dengan entok jantan berbulu putih, sehingga lahirlah tiktok yang cenderung berbulu putih mengingat mereka memiliki 75% gen bulu putih. Selain itu, daging mereka pun cenderung lebih besar,” ucap pemilik 400 bebek dan 40 entok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mempunyai daging yang besar, tiktok juga rendah lemak (hanya 1% di bagian dada dan 1,5 % di bagian paha sedangkan ayam broiler 1,3% di bagian dada dan 6,8% di bagian paha, red.) dan pemakan segalanya sehingga cost production-nya pun rendah. “Dagingnya lebih enak dan empuk daripada daging ayam atau bebek,” ujar Linus yang secara rutin memasok tiktoknya ke rumah makan di kawasan Kemang dan Pancoran, serta menjual 100 ekor/minggu ke para petani di sekitar tempat tinggalnya yaitu Desa Bedahan, Sawangan, Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiktok juga mewarisi daya tahan induknya terhadap berbagai virus yang menyerang unggas, virus flu burung misalnya. “Virus flu burung lebih banyak menyerang ayam dan burung puyuh, sedangkan pada itik tidak berpengaruh banyak. Dalam hal ini, bebek hanya sebagai reservoir, mediator, atau perantara ke pihak lain. Kondisi ini memudahkan para petani atau peternak untuk memeliharanya dan dalam skala kecil tidak akan berdampak kerugian apa pun,” imbuh Linus yang telah mengembangkan tiktok sejak tahun 2001. Nah, tunggu apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa bisnis budidaya tiktok periode dua bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang berminat membudidayakan tiktok, tapi tidak mau repot harus memulainya dari awal mengingat proses budidaya ini menelan biaya yang tidak sedikit dan memerlukan tenaga ahli dalam proses perkawinannya, dapat langsung dengan membeli anakan tiktok ke peternakannya, membesarkan hingga berumur dua bulan, dan lalu menjualnya. Untuk budidaya tiktok skala rumah tangga, berikut perhitungan bisnisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sarana produksi&lt;br /&gt;Pembelian DOT (Day Old Tiktok)&lt;br /&gt;100 ekor tiktok umur sehari @ Rp5.500,- Rp 550.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelian pakan starter (500 gr/ekor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp1.500,- (1 kg pakan = Rp3.000,-) x 100 ekor tiktok Rp 150.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 700.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jual tiktok umur dua bulan per ekor&lt;br /&gt;Rp25.000,- x 90 ekor Rp2.250.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dengan asumsi kematian 5% atau 5 ekor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba ( B-A) Rp1.550.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB. Dalam budidaya tiktok skala rumah tangga, tanpa kandang tidak masalah tetapi tiktok yang berumur sehari membutuhkan lampu berkekuatan 40 watt atau lampu minyak tanah hingga mereka berumur dua minggu, agar tubuh mereka selalu hangat. Selain itu, dalam perawatannya tidak memerlukan tenaga kerja atau dapat dikerjakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boks 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATI: Leyeh-leyeh yang Menguntungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sambil menyelam minum air, mandi, keramas, mencuci baju, dan sebagainya, begitulah tehnik membudidayakan padi, azolla (sumber nitrogren alternatif, red.), tiktok (anak hasil kawin suntik antara itik dengan entok, red.), dan ikan yang disingkat PATI ini. Dikatakan demikian, sebab dengan sistem PATI, seorang petani yang memiliki tanah (baca: sawah, red.), misalnya, seluas 1 ha, cukup mengeluarkan modal Rp15 juta untuk membeli padi dan membiayai pengolahannya. “Tapi, ia tidak perlu membeli pupuk dan obat pemberantas hama,” kata Falinus Simanjuntak. Selanjutnya, petani tersebut mengeluarkan biaya lagi sebesar Rp7 juta (normalnya Rp10 juta, red.) untuk membeli tiktok dan ikan. Hasilnya? “Berlipat ganda sekaligus membuat kita kembali ke alam dan bebas dari insektisida. Padahal, teknologinya sederhana dan modalnya relatif kecil,” jelas pria yang menemukan “teknologi” PATI ini pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, ia melanjutkan, masukkan tiktok yang telah berumur dua minggu ke sawah yang sudah ditanami padi. “Tiktok seumur itu sudah mampu mencari makan sendiri dan mereka akan memakan serangga apa pun yang terdapat di sini. Mereka juga akan matun (Jawa: membersihkan segala tanaman liar yang tumbuh di sawah, red.). Di sisi lain, kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk oleh sang padi,” ujarnya. Setelah itu masukkan azolla yang berfungsi menyuburkan tanah, sehingga begitu padi selesai dipanen, sawah dapat segera ditanami kembali. “Imbasnya, kita memiliki tiga kali musim tanam dan panen dalam setahun (normalnya dua kali musim tanam dan panen dalam setahun, red.). Di sisi lain, azolla yang merupakan tumbuhan paku air mini ini juga dapat dijadikan makanan tiktok,” tambahnya. Terakhir, masukkan ikan yang akan memakan jentik-jentik di sawah. Sedangkan kotorannya dapat dimanfaatkan untuk memperkaya unsur hara dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasil yang didapat petani meski tidak secara bersamaan karena masing-masing memiliki masa panen yang berbeda yaitu padi organik dengan hasil melimpah dan bagus, ikan-ikan yang tumbuh besar tanpa perlu diberi makan, dan tiktok yang telah siap dipotong. Sedangkan petaninya leyeh-leyeh (Jawa: santai, red.) saja,” tegasnya. Tidakkah Anda tergiur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-3507360233714316511?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/3507360233714316511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=3507360233714316511' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3507360233714316511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3507360233714316511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/tiktok-buah-perkawinan-silang-warga.html' title='Tiktok, Buah Perkawinan Silang Warga Unggas'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx1Ndv0tVI/AAAAAAAAAEI/ywcBRaTdE9k/s72-c/tiktok_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-967209484479732628</id><published>2007-10-22T02:33:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:14.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Prosfektif, Bisnis Bibit Buah-buahan Bersertifikat</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx04tv0tTI/AAAAAAAAAD4/yMP-AIFCfg4/s1600-h/wijayatani_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124098993742460210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx04tv0tTI/AAAAAAAAAD4/yMP-AIFCfg4/s320/wijayatani_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Permintaan dari berbagai penjuru terus berdatangan. Begitu juga permintaan masyarakat akan buah impor. Berminat?&lt;br /&gt;Russanti Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu sudah mengetahui kalau harga buah-buahan impor, seperti yang dijual di super market itu itu sangat mahal. Padahal, kalau Anda tahu, pohonnya sudah ditanam di negeri ini selama bertahun-tahun bahkan mungkin berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun lalu. Selain itu, penggarapnya pun petani dalam negeri. Jadi, sebenarnya sudah tidak bisa lagi dibilang buah-buahan asli impor, apalagi dijual semahal buah impor. Ironisnya, kehidupan para petaninya tidak seberuntung hasil garapannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berlatar belakang inilah, Mubin Usman, seorang petani dan pekebun yang memasok buah-buahan impor ke beberapa pasar, berusaha untuk menolong teman seprofesinya dengan menjual bibit pohon buah-buah impor (unggulan) dan bersertifikat. Profesi petani yang digelutinya selama bertahun-tahun, menjadikannya dia piawai dalam urusan budidaya bibit unggulan tersebut. Dia ingin memasyarakatkan bibit itu dan dijual ke para petani dengan harga murah. Produknya diberi label Wijaya Tani (WT). Anda akan mudah menemukannya, karena produk ini digelar di tiga tempat di kawasan Margonda, Depok.&lt;br /&gt;“Yang dimaksud dengan unggulan di sini yaitu bila ditanam, maka buah-buahan yang tumbuh dijamin bagus,” ujar Mubin. Sedangkan maksud diberinya sertifikat yang dikeluarkan oleh BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah bibit pohon buah-buahan terpilih yang ditanam sesuai dengan prosedur, tidak dicampuradukkan dengan bibit pohon buah yang sama tetapi berbeda varietas atau asal usulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai unggulan, buah-buahan seperti Durian Monthong, Jambu Biji Getas, Mangga Hawaii, dan sebagainya, tentu mudah dipasarkan walau harganya tidak murah. Demikian pula dengan harga bibit pohonnya, meski sudah sejak lama sekali dikembangbiakkan di Indonesia. “Untuk membeli satu bibit pohon saja, seorang petani harus menjual seekor kambingnya,” Mubin mengibaratkan.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan itulah, suatu ketika ia membeli lima hingga enam bibit pohon buah-buahan “impor”, lalu diperbanyak dengan berbagai cara, dan akhirnya dijual ke para petani dengan harga miring. “Para petani tersebut bisa membeli bibit pohon buah-buahan seperti Jambu, Belimbing, dan Durian Bangkok misalnya, dengan harga murah,” kata Mubin. Sebagai contoh, misalnya, harga satu bibit pohon Lengkeng Vietnam atau Lengkeng Pingpong Rp250 ribu hingga Rp4 juta. Setelah diperbanyak WT, harganya paling mahal Rp 40 ribu/pohon dan kualitas buahnya tidak berkurang sama sekali, sehingga petani pun mampu membelinya. Atas usaha ini, produk bibit WT telah banyak menerima pesanan dari petani di seluruh Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx08tv0tUI/AAAAAAAAAEA/q7yjLOqmw8o/s1600-h/wijayatani_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124099062461936962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx08tv0tUI/AAAAAAAAAEA/q7yjLOqmw8o/s320/wijayatani_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lantas, dari mana bibit pohon buah-buahan “impor” ini diperoleh? Mubin mengaku, dia memperolehnya lewat membeli bibit unggulan lewat berbagai pameran dan mengumpulkannya saat bertandang ke luar negeri. Dia sebenarnya tidak berencana menjadi pedagang bibit pohon buah-buahan ‘impor’. Sebagai pedagang buah, Mubin hanya ingin agar semua pohon yang ditanam di Indonesia menghasilkan buah-buahan yang bagus, enak, dan murah pula harganya. Jadi, tidak perlu mengimpor. Di samping itu, juga ingin kehidupan para petani buah membaik. “Saya membeli saja bibit pohon buah unggulan yang dimiliki tetangga saya. Atau saat berkunjung ke Hawaii, secara iseng saya mengumpulkan biji mangga Hawaii,” ungkapnya. Dalam perkembangannya, mulai 1979 hingga 1982, dia sengaja berburu bibit pohon buah unggulan yang tumbuh dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, dia juga membelinya melalui berbagai pameran tanaman. Setelah dibudidayakan, bibit tersebut dijual dengan harga Rp7 ribu (ukuran sangat kecil) hingga Rp400 ribu (sudah berbuah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sepertinya cita-cita peraih penghargaan Satyalencana Wira Karya tahun 2004 dari presiden ini, tidak sepenuhnya terkabul mengingat buah impor tetap merajalela di Indonesia. Di samping itu, penjualan bibit pohon buah “impor” tidak selalu berjalan lancar. “Kalau pas laku ya sangat laku. Dalam arti, sehari bisa terjual dua hingga tiga pohon. Kalau pas sepi, satu pohon pun tak terjual dalam jangka waktu seminggu, bahkan di sini ada pohon yang sudah berumur dua tahun dan belum laku juga,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya bukan itu titik perhatian Mubin. Dia menginginkan agar setiap orang bisa menanam pohon buah, sekali pun rumahnya tidak memiliki halaman. “Kan bisa menggunakan pot atau drum. Selain itu, jangan berpikir bahwa bisa jadi tidak akan sempat menikmati hasilnya, mengingat untuk berbuah dibutuhkan waktu relatif lama, tetapi berpikirlah bahwa tanaman tersebut nantinya akan tetap dapat bermanfaat, setidaknya bagi anak cucu kita.&lt;br /&gt;Itung-itung sudah ninggalin warisan,” tambah peraih penghargaan Perintis Lingkungan Hidup Terbaik I Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2002 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-967209484479732628?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/967209484479732628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=967209484479732628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/967209484479732628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/967209484479732628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/prosfektif-bisnis-bibit-buah-buahan.html' title='Prosfektif, Bisnis Bibit Buah-buahan Bersertifikat'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx04tv0tTI/AAAAAAAAAD4/yMP-AIFCfg4/s72-c/wijayatani_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-3799212998665825464</id><published>2007-10-22T02:31:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:14.657-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Belimbing Dewi, Manis Rasanya Gede Untungnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx0rNv0tSI/AAAAAAAAADw/hapiLo3c-eI/s1600-h/belimbing_dewi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124098761814226210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx0rNv0tSI/AAAAAAAAADw/hapiLo3c-eI/s320/belimbing_dewi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Meski ‘made in” lokal, harga jual Belimbing Dewi tak kalah dengan buah-buah impor. Bukan isap jempol jika belimbing manis ini bisa menghasilkan uang ratusan juta per tahun. Russanti Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bila 99% kebutuhan akan belimbing, khususnya belimbing Dewi, di Eropa dipasok oleh negara semungil Malaysia? Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah negara seluas Indonesia ini tidak mampu melakukannya? Ternyata bukan itu masalahnya, melainkan sistem pemasaran belimbing dan pola berpikir masyarakat negara ini yang masih seperti katak dalam tempurung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Secara bisnis, belimbing Dewi memiliki prospek bagus. Buktinya, buah yang disebut star fruit oleh orang bule ini merupakan satu-satunya buah lokal yang harganya hampir menyamai buah-buahan impor. “Tidak pernah kurang dariRp10 ribu/kg!” tegas Komarudin, petani belimbing Dewi.&lt;br /&gt;Di samping itu, sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai penurun tekanan darah tinggi atau penormal tekanan darah, buah ini sudah memiliki konsumen tersendiri yakni masyarakat menengah ke atas yang dikenal pula sebagai masyarakat dengan gaya hidup ‘ngawur’ atau setidaknya yang paham betul tentang arti kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain, saking ngetopnya salah satu dari sembilan varietas belimbing (sumber lain: 13 varietas, red.) tersebut, hampir semua swalayan di Jakarta lebih banyak menjual belimbing yang dikembangbiakkan untuk pertama kalinya oleh kebun bibit PT Dewi Jaya ini, dibandingkan dengan ‘kerabat-kerabatnya’. “Bahkan, belimbing dari Blitar ketika ‘masuk’ ke swalayan pun harus ‘menyamar’ sebagai belimbing Dewi, agar bisa diterima konsumen fanatiknya.&lt;br /&gt;Untungnya, konsumen di sini belum mampu membedakan kedua varietas tersebut dan hanya fokus pada fungsinya,” jelas pria yang biasa disapa Komar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, fungsi inilah yang menjadi bumerang bagi “industri” belimbing di Indonesia. Sebab, Malaysia melihat bahwa pasar belimbing bukan cuma sebatas itu atau hanya sebagai buah kudapan, melainkan juga dapat dibuat salad, minuman, dan penghias gelas-gelas minuman pada beberapa kafe atau restoran di Eropa. “Sehingga untuk menjualnya tidak perlu harus menunggu sampai matang atau membesar secara optimal. Malaysia justru mengirimkan belimbing-belimbing itu ketika masih kecil dan berwarna hijau atau masih mentah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dalam pemasarannya, ia melanjutkan, para petani belimbing di negara jiran tersebut dibantu secara tidak langsung oleh pemerintah. Sebaliknya, di Indonesia, pemasaran belimbing terhalang oleh tengkulak dan tidak ada campur tangan pemerintah sama sekali “Saya pernah berusaha memotong jalur mereka dengan melalui jalan belakang. Tapi, saya terhalang lagi oleh ketidakmampuan petani belimbing memasok secara teratur ke berbagai swalayan, mengingat kebun mereka tidak cukup luas. Dari hasil pengamatan saya, untuk dapat memenuhi pesanan secara kontinyu, minimum seorang petani harus memiliki lahan seluas 5 ha. Untuk petani di Depok ini sebagai sentra belimbing Dewi, hal ini jelas-jelas tidak mungkin. Satu upaya lain pernah saya lakukan yaitu dengan menyewa lahan di luar kota. Hasilnya, belimbing sudah habis dipanen orang-orang tidak bertanggung jawab, sebelum pemiliknya memanen,” ujar pemilik kebun seluas 5.000 m² dengan 120 pohon belimbing Dewi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih hebatnya belimbing Dewi? “Belimbing Dewi memiliki kandungan air lebih tinggi daripada belimbing-belimbing lain, sehingga ia lebih tahan lama. Dalam ruangan sejuk, ia mampu mempertahankan kesegarannya hingga satu minggu, sedangkan yang lain hanya dua hingga tiga hari. Kadar air yang tinggi ini pula yang membuatnya lebih berbobot (berat rata-rata 200 gr hingga 250 gr, bahkan dapat mencapai 500 gr/buah, red.), di samping itu rasanya pun lebih manis,” jelasnya. Selain itu, buah yang konon pohonnya mampu bertahan hidup 25 tahun hingga 30 tahun ini, bahkan dipercaya tidak pernah mati karena selalu tumbuh tunas dan akar baru, dapat dipanen untuk pertama kalinya ketika berumur dua tahun. “Satu kali panen sebanyak 20 kg sampai 30 kg,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman keras yang termasuk paling cepat berbuah ini, baik ditanam di lahan yang terletak di ketinggian 300 m sampai 400 m di atas permukaan laut (sumber lain: 0 m sampai 500 m di atas permukaan laut, red.), seperti Depok dan Cibinong. Dikembangbiakkan dengan okulasi atau menanam bijinya, belimbing Dewidapat dipanen hingga empat kali per tahun, dengan syarat memiliki sumber air yang cukup dalam perawatannya. Dalam setiap kali panen, Komar mampu mengumpulkan 12 ton hingga 14 ton, bahkan 20 ton bila cuacanya pas. “Harga di petani hanya Rp8 ribu/kg, sedangkan di swalayan mencapai Rp13 ribu/kg hingga Rp15 ribu/kg,” ucap Komar yang memasok belimbingnya ke toko buah-buahan di Depok dan Muara Karang, di samping Semarang, Yogyakarta, dan Bali melalui supplier. Ingin berbisnis belimbing Dewi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Bisnis Belimbing Dewi (dalam 1 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memiliki lahan seluas 10.000 m² atau 1 ha, maka Anda dapat menanam sekitar 105 pohon belimbing Dewi. Bahkan, Anda dapat menanam 2.000 pohon, jika jarak tanamnya 5 m². Harga rata-rata bibit pohon belimbing dewi Rp7.500,-. Setiap kali panen, dihasilkan sekitar 10 ton belimbing. Padahal, belimbing dapat dipanen tiga kali dalam setahun, adakalanya empat kali/tahun. Dengan demikian, setahun dapat dipanen 30 ton hingga 40 ton. Harga di petani per kilogramnya sekitar Rp8.000,-. Untuk lebih jelasnya, berikut analisa bisnisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Total biaya produksi Rp 3.000.000,-/tahun&lt;br /&gt;(untuk membeli bibit pohon belimbing Dewi, pupuk, pestisida,&lt;br /&gt;dan biaya tenaga kerja) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;B. Total penjualan (30.000 kg @ Rp8.000,-) Rp 240.000.000,-/tahun&lt;br /&gt;__________________________-&lt;br /&gt;C. Laba kotor Rp 237.000.000,-/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB. Semakin luas tanah, kebutuhan akan pupuk dan pestisida semakin dapat dihemat baik biaya maupun tenaga. Karena, penyemprotan hama dan pemupukan dapat dilakukan bersamaan, tanpa efek samping pada pohonnya. Di samping itu, dalam pemupukan ia juga dibantu pupuk kandang dan pupuk lain yang dihasilkan oleh daun-daunnya yang mudah rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-3799212998665825464?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/3799212998665825464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=3799212998665825464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3799212998665825464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3799212998665825464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/belimbing-dewi-manis-rasanya-gede.html' title='Belimbing Dewi, Manis Rasanya Gede Untungnya'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx0rNv0tSI/AAAAAAAAADw/hapiLo3c-eI/s72-c/belimbing_dewi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7362542455640571382</id><published>2007-10-22T02:29:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:14.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Memetik Fulus Dari Jambu Air Degus</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx0C9v0tRI/AAAAAAAAADo/-NdiEK1fwCg/s1600-h/jambu_air_degus_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124098070324491538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx0C9v0tRI/AAAAAAAAADo/-NdiEK1fwCg/s320/jambu_air_degus_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebagai varietas unggul baru, jambu air degus belum banyak dibudidayakan. Padahal jambu degus rasanya manis, kesat, dan daya tahan hidupnya lebih tinggi. Bahkan bisa dibudidayakan di dalam pot. Russanti Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambu air (eugenia aquea burm) merupakan tanaman buah yang berasal dari Indocina dan Indonesia, yang lantas menyebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Buah manis nan segar ini tumbuh dan berproduksi ideal di dataran rendah hingga medium. Selain itu, buah tak berkulit ini memiliki beberapa varietas, seperti jambu air camplong yang banyak dibudidayakan di Madura, jambu air dharsono (sebagian menyebutnya dersana), dan jambu air gelas (Kediri). Sedangkan jambu air degus merupakan“saudara” mereka yang kini dibudidayakan di Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jambu air degus yang memiliki bentuk buah seperti lonceng tambun ini merupakan salah satu jenis buah-buahan yang dapat tumbuh di berbagai iklim dan jenis tanah. Bahkan, bisa tumbuh di lingkungan yang cukup berat di mana tanaman lain sudah tidak mampu bertahan. Di samping itu, sebagai varietas unggul, jambu yang berwarna merah tua kehitaman ini mudah beradaptasi, mudah dikembangbiakkan, responsif terhadap pemeliharaan intensif, serta berasa manis, segar, dan lebih kesat.&lt;br /&gt;Namun, keberadaan jambu yang memiliki kandungan air 89,4%, kandungan gula 9,0%–9,2%, dan kandungan vitamin C 1,99 mg ini, sampai saat ini masih sebatas digunakan sebagai buah segar untuk dikonsumsi langsung. Selain itu, jambu air degus sejauh ini hanya dapat dijumpai di Pasuruan. “Sebenarnya, jambu air degus terdapat di beberapa daerah lain, di samping Pasuruan. Tetapi, belum dibudidayakan secara intesif sesuai dengan baku teknis. Karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan berinisiatif membudidayakan tanaman ini dengan menggunakan bibit yang bermutu atau berlabel,” kata Harry Tjahjono, Kepala Sub Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sekadar informasi, Balai Induk Hortikultura Kota Pasuruan menyediakan bibit jambu air degus dengan harga Rp10 ribu/batang.&lt;br /&gt;Apa lagi, Harry melanjutkan, pada prinsipnya tanaman ini dapat ditanam di mana pun dengan mempertimbangkan faktor-faktor, antara lain kesesuaian agroklimat atau iklim, ketinggian tempat (4–400 m di atas permukaan laut), jenis tanah (subur dan gembur), ketersediaan unsur hara (kandungan vitamin-vitamin dalam tanah, red.), serta sarana dan prasarana lain. Keterangan lebih lanjut tentang hal ini, silahkan lihat boks 1 dan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, Harry menambahkan, telah dilakukan penanaman bibit jambu air degus sebanyak 1.000 batang yang didistribusikan ke beberapa wilayah kecamatan di Pasuruan, tapi belum merata. “Karena itu, tahun 2007 nanti rencananya akan menanam 3.000 bibit di wilayah Pasuruan,” ucapnya. Mengapa hal ini dilakukan di Pasuruan? “Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Pasuruan bahwa jambu air degus yang dapat dikembangbiakkan baik di area pertamanan maupun di dalam pot dengan hasil yang sama baiknya, berpotensi memacu usaha peningkatan produksi dan memberikan peluang usaha, di samping meningkatkan gizi masyarakat serta pendapatan petani dan masyarakat. Bukan cuma itu, pengembangan jambu air degus ke depannya juga berguna sebagai produk unggulan di bidang hortikultura, sekaligus mendukung pengembangan agrowisata secara terpadu,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, Harry melanjutkan, maksud dan tujuan dikembangkannya jambu air degus di Pasuruan yaitu untuk menumbuhkembangkan sentra-sentra komoditi hortikultura jenis buah-buahan yang nantinya akan menjadi produk unggulan, memanfaatkan lahan baik yang non mapun yang produktif menjadi lahan yang mempunyai potensi untuk memberikan peluang usaha dalam upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan pendapatan petani dan masyarakat, mewujudkan program jangka menengah Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Pasuruan yaitu memiliki wilayah agrowisata secara terpadu. Nah, selamat bertanam! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cara Bertanam Jambu Air Degus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxxz4Nv0tQI/AAAAAAAAADg/kHI1865Chxc/s1600-h/jambu_air_degus_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124097885640897794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxxz4Nv0tQI/AAAAAAAAADg/kHI1865Chxc/s320/jambu_air_degus_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembudidayaan jambu air degus dapat dilakukan baik melalui tabulapot (menggunakan media tanam berupa pot, red.) maupun tabulakar (langsung di areal pekarangan, red.). Pembudidayaan model tabulapot cocok diterapkan di daerah-daerah perkotaan dengan penduduk padat, sehingga tidak tersedia lahan yang luas. Sedangkan tabulakar cocok dilakukan pada areal lahan yang luas dan terbuka.&lt;br /&gt;Jambu air degus yang ditanam ala tabulakar cenderung tumbuh lebih cepat dan lebih besar, karena ketersediaan unsur hara dalam tanah yang lebih banyak daripada model tabulapot. Di samping itu, jumlah buah yang muncul juga lebih banyak dalam tabulakar dibandingkan dengan tabulapot, meski secara berkala dilakukan pengguntingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Untuk bertanam dalam pot:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Siapkan pot yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman buah degus berukuran diameter 40–60 cm. Lalu, buat lubang di bagian bawah pot.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Pada dasar pot, taburi atau tempatkan pecahan genting, batu bata, atau bahan lain yang mudah menyerap air.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan sekam padi dengan perbandingan masing-masing satu bagian. Dapat pula menggunakan media lain yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman dan mudah diperoleh di daerah yang bersangkutan. Masukkan media tanam tersebut ke dalam pot sebanyak duapertiga tinggi pot. Selanjutnya, siram media tanam tersebut dengan air secukupnya.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat lubang kecil seukuran media benih. Buang polibag atau keranjang benihnya dengan hati-hati, agar tidak merusak tanah yang terbawa benih sekaligus menghindari stressing benih setelah ditanam dalam pot. Kemudian, pasang ajir (bambu penanda lokasi penanaman, red.) sebagai penyangga tanaman dan ikatlah dengan tali.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Sirami setiap hari dengan air secukupnya sampai tanaman tersebut tumbuh dan beradapatasi dalam pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bertanam langsung di tanah (pekarangan atau tegalan):&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm. Pisahkan masing-masing setengah bagian tanah atas dengan yang bawah, pada saat melakukan penggalian lubang tanam.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan lubang tanam tersebut terbuka selama 2–3 minggu untuk menghilangkan keberadaan gas beracun, bibit penyakit dalam tanah, atau organisme pengganggu tanaman lainnya yang berada dKembalikan setengah bagian tanah bawah terlebih dulu ke posisi semula pada lubang tanam di bagian bawah. Lantas, campuri setengah bagian tanah atas dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak tanah bagian atas tersebut. Dapat pula ditambahkan pupuk NPK. Selanjutnya, kembalikan setengah bagian atas tanah ke dalam lubang tanam dan biarkan menggunung. Sirami dengan air secukupnya dan biarkan selama 3–5 hari agar pupuk anorganik sebagi pupuk dasar bisa larut ke dalam tanah.lam tanah.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalikan setengah bagian tanah bawah terlebih dulu ke posisi semula pada lubang tanam di bagian bawah. Lantas, campuri setengah bagian tanah atas dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak tanah bagian atas tersebut. Dapat pula ditambahkan pupuk NPK. Selanjutnya, kembalikan setengah bagian atas tanah ke dalam lubang tanam dan biarkan menggunung. Sirami dengan air secukupnya dan biarkan selama 3–5 hari agar pupuk anorganik sebagi pupuk dasar bisa larut ke dalam tanah.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Sehari menjelang tanam, buat lubang kecil seukuran benih jambu air degus pada gundukan galian tanah.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Lepaskan polibag secara hati-hati agar tidak merusak media tanah dan mencegah stagnasi benih yang akan ditanam.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Masukkan benih ke dalam lubang dengan kedalaman sebatas leher akar, timbun, dan padatkan secara perlahan.&lt;br /&gt;* Setelah benih ditanam, sirami dan pasang ajir di sisi tanaman dan ikat dengan tali yang lunak.&lt;br /&gt;* Sirami setiap hari hingga tanaman tumbuh dan beradaptasi di lahan pertanaman yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yang Harus Dipersiapkan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk membudidayakan jambu air degus yaitu&lt;br /&gt;- Menentukan lahan&lt;br /&gt;- Media tanam&lt;br /&gt;- Peralatan dan bahan:&lt;br /&gt;1. cangkul&lt;br /&gt;2. sabit&lt;br /&gt;3. tali&lt;br /&gt;4. hand sprayer (alat untuk menyemprot hama tanaman, red.)&lt;br /&gt;5. pupuk organik&lt;br /&gt;6. pupuk anorganik&lt;br /&gt;7. pestisida&lt;br /&gt;8. gunting pangkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7362542455640571382?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7362542455640571382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7362542455640571382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7362542455640571382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7362542455640571382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/memetik-fulus-dari-jambu-air-degus.html' title='Memetik Fulus Dari Jambu Air Degus'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx0C9v0tRI/AAAAAAAAADo/-NdiEK1fwCg/s72-c/jambu_air_degus_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2795516275556092865</id><published>2007-10-22T02:28:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:15.224-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Kencur, Pasarnya Terbuka Lebar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx2Qdv0tXI/AAAAAAAAAEY/FZFRv2iuJrs/s1600-h/kencur_3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124100501275981170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx2Qdv0tXI/AAAAAAAAAEY/FZFRv2iuJrs/s320/kencur_3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu jenis empon-empon atau tanam-an obat. Tanaman mungil yang tergolong suku temu-temuan (Zingiberaceae) ini, juga termasuk komoditas yang memiliki prospek pasar sangat baik. Sebab, ia termasuk bahan baku penting dalam industri negeri ini, seperti obat tradisional, kosmetika, obat herbal terstandar, saus rokok, bumbu, bahan makanan, dan minuman penyegar. Bahkan, dalam industri jamu, kencur (jahe, kunyit, dan temulawak) diibaratkan sebagai nasinya. Russanti Lubis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kelebihan kencur bukan cuma sampai di situ. Ia juga pandai menabung. Misalnya, ketika akan dipanen (10 bulan setelah benihnya ditanam, red.), ternyata harganya sedang jatuh, maka ia tidak perlu dipanen dan tetap dibiarkan di dalam tanah hingga berumur tiga tahun. Kondisi ini tidak akan mengurangi manfaatnya, bahkan jumlah produksinya akan bertambah banyak. Sebab, dari satu rimpang (batang di dalam tanah yang membesar, red.) kencur akan tumbuh rimpang berikutnya di atas rimpang sebelumnya dengan bentuk yang lebih kecil, setiap tahun. Dengan bertambahnya umur, patinya pun akan semakin tinggi tapi ia tidak dapat dijadikan bibit, karena kualitasnya sudah menurun. Selain itu, dalam kondisi basah, kencur yang dipanen saat berumur lebih dari 10 bulan dapat disimpan dalam gudang selama 3–4 bulan. Sedangkan dalam kondisi kering, dapat disimpan di gudang selama 3–4 tahun dengan kegunaan yang sama dengan kencur segar. Bahkan, harganya jauh lebih mahal, meski bentuknya menyusut, kadar airnya berkurang, dan baunya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, produktivitas tanaman yang memiliki bau khas ini di tiga provinsi produsen utama yaitu Jawa Barat (Bogor, Bekasi, Sumedang, Sukabumi, Subang), Jawa Tengah (Boyolali, Karanganyar), dan Jawa Timur (Madiun, Malang, Ponorogo, Pacitan), masih sangat rendah, cuma 6,1 ton/ha. “Kemungkinan hal ini terjadi karena gagal panen, gangguan musim, atau petani kencur beralih ke komoditas lain ketika harga sedang jatuh, dan adanya permainan pasar. Di sisi lain, petani tanaman obat pada umumnya hanya memiliki lahan seluas pekarangan dan kencur sekadar ta-naman sisipan (tumpangsari), sehingga produksinya ya cuma segitu. Selain itu, sejauh ini, mereka masih menanam kencur dengan cara tradisional,” kata Otih Rostiana, Peneliti Madya Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatropika (Balittro), yang bermarkas di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebuah majalah, untuk memenuhi kebutuhan kencur Indonesia masih harus mengimpor dari Cina, Malaysia, dan Thailand yang mutunya kurang memenuhi standar industri besar tanah air. Tapi, Otih melanjutkan, kebenaran berita ini masih diragukan, sebab tidak pernah ada data yang menjelaskan tentang itu. Untuk mengatasi kondisi ini, Balittro berupaya mengubah pola tanam dari tradisional menjadi menurut Standar Operasional Prosedur (SOP).&lt;br /&gt;“Kencur yang ditanam secara tradisional berarti menggunakan bibit asal-asalan, sehingga kencur yang dihasilkan tidak seragam. Juga memakai pupuk seadanya atau pupuk kandang (pukan) dengan takaran sekenanya. Dengan cara semacam ini, sentra produksi kencur rata-rata hanya mampu menghasilkan 6–8 ton/ha. Sebaliknya, kencur yang ditanam mengikuti SOP berarti menggunakan bibit terpilih, cara berbudidaya dan cara pengolahan yang lebih baik sehingga terjadi peningkatan minimal sebesar 30%,” ujar perempuan bergelar doktor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit terpilih yang dimaksud adalah varietas unggul kencur yang dinamai Galesia (Galanga Indonesia) 1, Galesia 2, dan Galesia 3. Sekadar informasi, kencur dalam Bahasa Inggris adalah Indian Galanga. Dengan Galesia ini terjadi peningkatan produksi hingga mencapai lebih dari 10 ton/ha. Bahkan, Galesia 1 yang menggunakan pukan, mampu menghasilkan 16 ton/ha. Di samping itu, Galesia yang memiliki asal muasal yang jelas, diharapkan nantinya dapat diekspor karena telah memenuhi Good Agricultural Practice atau standar internasional untuk ekspor tanaman obat.&lt;br /&gt;“Galesia 1, Galesia 2, dan Galesia 3 dibedakan dari bentuk rimpangnya. Bentuk rimpang Galesia 1 lebih besar dan mampu berproduksi lebih banyak daripada Galesia 2 dan Galesia 3. Sedangkan Galesia 2 dan Galesia 3 memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi dan relatif lebih mudah beradaptasi di daerah baru diban-dingkan Galesia 1. Selain itu, Galesia 1 cenderung lebih baik digunakan untuk minuman kesehatan, sedangkan Galesia 2 dan Galesia 3 untuk jamu dan kosmetika,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx2MNv0tWI/AAAAAAAAAEQ/qCtGLFINfJ4/s1600-h/kencur_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124100428261537122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx2MNv0tWI/AAAAAAAAAEQ/qCtGLFINfJ4/s320/kencur_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di samping itu, ketiganya rentan terhadap penyakit bakteri layu. “Sejauh ini, kami belum dapat mengantisipasinya, sebab belum ada kerabatnya. Sekadar informasi, untuk menciptakan varietas unggul yang tahan penyakit, varietas tersebut harus dikawinkan dengan varietas lain atau kerabatnya yang tahan penyakit. Yang bisa kami rekomendasikan yaitu pertama, ja-ngan membeli bibit yang sudah berbentuk rimpang atau sudah dipanen, tapi belilah yang masih di dalam tanah. Kalau terpaksa membeli yang sudah dipanen, seleksilah satu persatu dengan cara dibaui atau dipatahkan. Kedua, jangan menggunakan lahan yang bekas dipakai menanam temu-temuan, terutama yang ada penyakitnya. Karena, bakteri layu ini mudah menular. Bila kedua hal ini sudah dilakukan tapi kencur tetap terkena bakteri layu, cepat cabut dan bakar atau semprot dengan bakterisida,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri layu ini juga menyebabkan gagal panen. Sebab itu, lahan hanya diperbolehkan dua kali ditanami kencur dan temu-temuan lain. Setelah itu, harus diistirahatkan atau dirotasi de-ngan tanaman lain selama 2–3 tahun, untuk mematikan penyakit tersebut (untuk mengetahui lebih jauh tentang tata cara berbududaya kencur, lihat boks, red.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2795516275556092865?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2795516275556092865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2795516275556092865' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2795516275556092865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2795516275556092865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kencur-pasarnya-terbuka-lebar.html' title='Kencur, Pasarnya Terbuka Lebar'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxx2Qdv0tXI/AAAAAAAAAEY/FZFRv2iuJrs/s72-c/kencur_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-3884703283587103732</id><published>2007-10-22T02:27:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:15.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Paguyuban Petani Madani, Sukses Berkat Suplemen Tanaman RLM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxxzZNv0tPI/AAAAAAAAADY/Z7NHB1M-TQ0/s1600-h/kompos.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124097353064953074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxxzZNv0tPI/AAAAAAAAADY/Z7NHB1M-TQ0/s320/kompos.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Paguyuban yang berpusat di Batu, Jawa Timur ini berhasil membuat formula khusus yang sangat membantu petani. Produktivitas meningkat, efisiensi biaya dan produk yang dihasilkannya sangat berkualitas.&lt;br /&gt;Bisnis Agro, tetap menjanjikan. Apalagi kalau tahu caranya, keuntungan besar sudah di depan mata. Demikian pendapat para petani Batu, kota sejuk di Jawa Timur. Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Petani Madani (PPM) itu dalam beberapa tahun terakhir ini telah berhasil mengembangkan beberapa komoditas pertanian, perikanan dimana produknya tidak saja dipasarkan di dalam negeri tetapi juga mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;PPM kini memang popular. Siapa sih yang tidak kenal nama ini? Dari Presiden, menteri, anggota DPR hingga pejabat lokal, pasti sudah mengenal Paguyuban yang memiliki anggota ribuan petani di Indonesia itu. Menurut Budiono, ketua PPM, total anggotanya sekitar 6% dari populasi petani di Tanah Air. Sifat keanggotaannya terbuka dan siapa saja --tidak hanya petani-- boleh menjadi warga PPM. “Kami memang berkomitmen dengan siapa saja yang ingin bergabung dalam bisnis pertanian. Asalkan mereka berminat dan sungguh-sungguh, kami pasti akan membantu,” ujarnya.&lt;br /&gt;PPM berupaya mengembangkan sebuah bisnis agrobis yang berkesinambungan di Indonesia. Mereka ingin membentuk sebuah entitas bisnis berbasis agro yang berhasil, bermartabat dan tentu saja sukses. Mereka ingin mengubah stereotype lazimnya petani yang miskin, kurang inovatif dan selalu terpinggirkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, PPM mengajak semua unsure yang terlibat dalam bisnis agro, mulai dari petani, pedagang hingga perusahaan-perusahaan pendukung bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang dilakukan PPM ialah memutus ketergantungan petani terhadap pupuk yang selama ini dianggap sebagai biang kerok dan merusak struktur tanah yang ada. Paguyuban berhasil membuat suplemen tanama yang disebut RL-M (Ramah Lingkungan Madani). Produk ini dibuat dari bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan para petani tersebut. Sebut saja, misalnya, ekstrak akar-akaran, biji-bijian, buah-buhan, tunas tumbuhan dan sari pati bunga tanaman khas tropis. Dari bahan-bahan tersebut dapat diimplementasikan ke dalam bisnis pertanian, seperti : pupuk organik pupuk daun, perangsang bunga, pembuat buah sehat dan produk-produk lainnya. Hebatnya lagi, anggota PPM dapat membuat sendiri produk tersebut. Mereka akan diberikan alih teknologi, sehingga petani tidak tergantung pada pasokan pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiono menambahkan, bagi peminat yang ingin terjun ke agribisnis bisa langsung konsultasi dengan PPM. Para anggota paguyuban akan membantu melakukan analisis tanah—misalnya akan terjun ke bisnis. Peminat hanya dipungut biaya Rp 35 ribu/analisis. Analisis diperlukan untuk menentukan bagaimana mengolah tanah dengan tepat agar diperoleh hasil yang maksimal. Setelah itu, mereka akan dibantu dalm menentukan jenis tanaman, jenis pupuk serta dibimbing untuk laih teknologi dalam pembuatan pupuk secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kacamata bisnis, penggunaan teknologi RLM sangat menguntungkan. Keberhasilan boleh diadu dengan pengolahan secara tradisional maupun penggunaan produk non organic—lihat tabel. Sebagai contoh misalnya : penggunaan pupuk yang dilakukan dengan cara tradisional, ternyata lebih boros bila dibandingkan dengan menggunakan teknologi RLM ataupun nutrisi lainnya. Per hektarnya, cara tradisional membutuhkan pupuk 600 kilogram. Sedangkan dengan RLM cukup 200 kilogram saja.&lt;br /&gt;Saking iritnya, maka tidak heran bila produk RLM ini telah dipakai di 200 Kabupaten/kota di Indonesia. Dan, lebih dari itu, produk suplemen RLM ini bisa digunakan pada produk perikanan, udang, peternakan seperti : sapi, kambing dan beberapa lagi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keberhasilan PPM ini ialah mengekespor udang ke pasar Jepang. Pasar di negeri Sakura tersebut, diakui sangat sulit. Produk harus berkualitas prima. Namun, berkat suplemen RLM, udang yang diekspor rata-rata memiliki panjang antara 21-42 cm. Sedangkan komoditas perikanan ekspor lainnya, seperti bandeng, berkat penggunaan suplemen ini bisa menghasilkan berat antara 0,25 sampai 0,50 kilogram per ekor.&lt;br /&gt;Sekarang PPM tidak hanya terdiri dari para petani. Beberapa pengusaha yang bergerak di bidang pertanian pun turut bergabung, sehingga pemasaran produk pun relatif lancar. Produk-produk pertanian mereka telah diekspor ke berbagai negara seperti : China, Jepang, Australia, Brunei dan Malaysia. “Kami masih membuka bagi para pengusaha, pedagang maupun pemain agro lainnya untuk bergabung dengan prinsip win-win solution,” tutur Budiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-3884703283587103732?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/3884703283587103732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=3884703283587103732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3884703283587103732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3884703283587103732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/paguyuban-petani-madani-sukses-berkat.html' title='Paguyuban Petani Madani, Sukses Berkat Suplemen Tanaman RLM'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxxzZNv0tPI/AAAAAAAAADY/Z7NHB1M-TQ0/s72-c/kompos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2440683936464487150</id><published>2007-10-22T02:26:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:15.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Bisnis Bunga Melati, Meraup Untung Bersih Rp 2 Juta per hari</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxxzHtv0tOI/AAAAAAAAADQ/R7h1X7XP0Nw/s1600-h/bunga_melati_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124097052417242338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxxzHtv0tOI/AAAAAAAAADQ/R7h1X7XP0Nw/s320/bunga_melati_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah dipetik, bunga melati akan cepat layu dan tidak segar lagi. Namun Santoso dan Hidayat mempunyai trik tersendiri untuk mengatasi persoalan tersebut, sehingga bisa memasarkannya sampai ke mancanegara. Fisamawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melati atau istilah lainnya jasminum sambac termasuk tanaman hias yang mampu hidup bertahun-tahun. Batangnya yang tegak serta memiliki bunga berwarna putih mungil dan harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Melati pun dapat berbunga sepanjang tahun serta tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru pun akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang melatarbelakangi Santoso untuk membudidayakan bunga Melati hingga menjadi bisnis yang menjanjikan. Bermula dari usaha turun temurun kedua orang tuanya mengolah perkebunan melati di pesisir pantai utara tersebut, memicu Santoso dan mitranya Hidayat-rekan untuk menjadikan perkebunan tersebut sebagai lahan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak banyak yang melirik budidaya bunga melati. Kesulitan dalam pemasarannya pun turut menjadi kendala utama. Seperti diketahui, bunga melati ketika sudah dipetik akan cepat layu bahkan busuk. Bagaimana jika tidak laku terjual?,” ucap Santoso mengilustrasikan bisnis yang digelutinya.&lt;br /&gt;Namun kendala tersebut tak menyurutkan Santoso dan Hidayat. Berbekal pendidikan dan pengalamannya, duo pria itu berhasil mengirim bunga sampai ke tempat tujuan tanpa mengalami kerusakan, bahkan untuk pelanggannya yang di luar negeri sekalipun.&lt;br /&gt;“Untuk pemasaran luar daerah dan mancanegara, kami menggunakan sistem bungkus box. Bunga melati dalam box diberi pendingin es guna menjaga kesegaran sehingga kondisi melati tetap seperti ketika baru dipetik,” ungkap Hidayat. Dengan sistem pengiriman menggunakan box, kini bunga melati sudah merajai negara Singapura, Malaysia dan beberapa negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa keunggulan dengan penerapan penjualan dengan box? “Melati dalam box tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu tiga hari bahkan lebih. Kemudian bunga-bunga khusus box merupakan kualitas terbaik yang dipilih secara selektif,” jelas Santoso alumni UPN Veteran Jogjakarta.&lt;br /&gt;Namun untuk pemenuhan pasokan pabrik-pabrik minuman berbahan dasar melati, kualitasnya memang tidak sama. Biasanya, bunga yang ditawarkan tidak semuanya dalam kondisi bagus. “Kebutuhan pabrik sifatnya setiap hari untuk kelancaran proses produksinya. Jadi yang menjadi prioritas adalah pengadaan bunga tersebut agar tidak kosong,” tambah Hidayat.&lt;br /&gt;Dengan keunggulan bunga melati yang dapat panen sehari dua kali yaitu pagi dan sore, menjadikan pasokan bunga melati tak pernah kurang ataupun habis. Sehingga kelancaran bisnis ini pun tak perlu diragukan.“Biasanya, kondisi melati dipengaruhi curah hujan. Jika musim hujan maka kondisi melati jelek,” aku Hidayat yang diamini Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santoso pun mengatakan, dengan jeleknya kualitas bunga berdampak langsung dengan tingkat harga penjualan. “Setiap harinya harga melati tidak pernah stabil. Tetapi biasanya kami menjual dengan kisaran harga Rp.17.000,- keatas per kilogramnya,” jelasnya. Sedangkan untuk penjualan dengan pengiriman menggunakan box, mereka mematok harga antara Rp.100 ribu sampai Rp. 200 ribu per box.&lt;br /&gt;Namun, tingkat harga penjualan bunga melati pun terkadang dilakukan dengan sistem pelelangan. Ketika stok bunga melati sudah sedikit sedangkan pemesanan meningkat maka diberlakukan harga tertinggi. “Ketika stok menipis maka pelelangan diberlakukan,” aku Hidayat yang berusia 26 tahun ini.&lt;br /&gt;Dengan beberapa faktor kendala dalam menjalankan bisnis bunga melati ini, mereka mengatakan biasanya keuntungan yang diambil per kilogramnya antara Rp 1.000-Rp 2.000. Namun untuk bunga box, tak lebih dari 20 persen. Tertarik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Bisnis Bunga Melati per Hari&lt;br /&gt;(Sudah memperhitungkan biaya operasional)&lt;br /&gt;A. Penjualan Bunga Melati adalah 1.000 kg (1 ton)&lt;br /&gt;B. Produksi Bunga Melati adalah 300 kg/Ha&lt;br /&gt;Maka Luas Tanah yang diperlukan adalah 1.000 kg : 300 kg = 3,33 Ha&lt;br /&gt;C. Harga Jual Bunga Melati Rp. 20.000,-/kg&lt;br /&gt;Total Penjualan Rp. 20.000,- x 1.000 kg = Rp. 20.000.000,-&lt;br /&gt;D. Keuntungan Bersih yang diambil Rp. 2.000,-/kg&lt;br /&gt;Total Keuntungan Rp. 2.000,- x 1.000 kg = Rp. 2.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2440683936464487150?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2440683936464487150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2440683936464487150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2440683936464487150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2440683936464487150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/bisnis-bunga-melati-meraup-untung.html' title='Bisnis Bunga Melati, Meraup Untung Bersih Rp 2 Juta per hari'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/RxxzHtv0tOI/AAAAAAAAADQ/R7h1X7XP0Nw/s72-c/bunga_melati_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-6752775643817885107</id><published>2007-10-22T02:22:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T02:26:30.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Budidaya Itik Laut, Hasilnya Yahud</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Selama ini kita hanya mengenal budidaya itik di darat. Padahal budidaya itik di laut jauh lebih menguntungkan. Dengan memelihara 650 ekor, kita bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 3 juta per bulan. Russanti Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah melihat itik ngemil atau mengulum es batu? Kalau belum, Anda harus berbudidaya itik laut terlebih dulu. Sebab, dalam budidaya binatang yang daya tahan hidupnya lebih tinggi daripada ayam ini, ngemil terpaksa dilakukan kepada itik-itik tersebut untuk menekan biaya pangan. Di sisi lain, dalam budidaya ini kadangkala itik juga dipaksa mengulum es batu sebagai bentuk pertolongan pertama, untuk menyelamatkan nyawa hewan yang juga disapa bebek ini, dari kematian mendadak karena memakan bangkai hewan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Lalu, apa itu budidaya itik laut? “Budidaya itik laut yaitu itik darat yang dibudidayakan di wilayah pantai atau pinggiran laut dengan menggunakan pola alamiah atau dibiarkan lepas begitu saja (Jawa: diumbar, red.) tapi tetap dalam batas-batas tertentu saat air laut surut, sehingga mereka dapat mencari makanan tambahan sendiri untuk meningkatkan produksi telur mereka. Usaha pemeliharaan itik ini memanfaatkan sumber daya pantai, yang merupakan penyedia pakan pendukung produksi dengan kandungan protein tinggi dan murah berupa sisa-sisa ikan dan biota laut yang telah mati yang ditinggalkan kala air laut surut, sehingga diperoleh keuntungan usaha yang optimal,” kata Sugiarto, Kepala Dinas Peternakan Kota Pasuruan, Jawa Timur.Untuk komoditi utamanya bisa menggunakan itik Lumajang, Bali, Mojosari, Khaki, Champbel, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangbiakan hewan yang berdaya telur 57,8% itu, Sugiarto melanjutkan, Dinas Peternakan Kota Pasuruan menggunakan itik Mojosari (Modopuro). Sebab, secara ekonomis, itik jenis ini jauh lebih menguntungkan daripada itik jenis lain. “Dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya, bebek Mojosari (Modopuro) dimungkinkan dibudidayakan di semua daerah di Indonesia, terutama yang berdataran rendah. Tapi, dalam budidaya itik (di) laut ini tidak harus selalu menggunakan itik ini, karena pertimbangan segi efisiensi, efektivitas, dan ekonomis,” jelas pria bergelar insinyur dan magister manajemen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan informasi, itik Mojosari (Modopuro) merupakan jenis itik yang banyak dijumpai di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Itik ini relatif lebih mudah didapat, murah, dan daya tahan hidupnya lebih tinggi daripada itik lain. Untuk dapat dibudidayakan, binatang yang termasuk spesies burung dalam familia Anatidae ini harus diadaptasikan dengan habitat pantai terlebih dulu, dua minggu setelah mereka menetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beternak itik (di) laut, Sugiarto menambahkan, memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Sisi menguntungkannya yaitu pertama, membuka lapangan kerja baru, khususnya para istri nelayan. Kedua, biaya pakan lebih murah dibandingkan dengan budidaya itik (di) darat. Misalnya, jika seekor itik darat menghabiskan biaya Rp500,- sampai Rp700,- per hari, maka seekor itik laut hanya menelan biaya Rp100,- hingga Rp200,- setiap harinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kualitas telur yang relatif lebih baik dibandingkan dengan hasil budidaya itik (di) darat. “Warna kuning telurnya lebih kemerahan sehingga tampilannya terkesan lebih menarik, sekaligus menunjukkan bahwa kandungan proteinnya lebih tinggi. Hal ini disebabkan kebutuhan protein dan mineral itik pada saat berproduksi tercukupi,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, keuntungan dari hasil penjualan itik afkir. Sedangkan sisi kerugiannya yaitu timbulnya angka kematian itik di usia muda. “Sebab, dengan sistem diumbar kemungkinan mereka memakan sampah atau bangkai hewan,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budidaya itik (di) laut dapat dilakukan siapa pun dengan syarat yang bersangkutan tinggal di daerah yang berpantai landai, memiliki cukup modal, serta mempunyai komitmen usaha yang kuat, rajin, dan jujur. Selain itu, sebisa mungkin menghindari kondisi bibit itik yang tidak seragam baik dari segi umur, jenis, ukuran, maupun asalnya. Karena, hal ini menyebabkan setiap perubahan yang terjadi (masa bertelur, masa rontok bulu, dan sebagainya) di kemudian hari, tidak dapat diperkirakan secara manajerial. Di samping itu, melakukan pemeriksaan dan pembersihan area gembala dari sampah dan bangkai binatang, sebelum binatang yang dijuluki burung air ini diumbar. Saat diumbar, itik harus tetap dalam pengawasan penuh, untuk menghindarkan mereka dari gangguan pencuri atau binatang buas. Lebih dari itu semua, sediakan selalu air minum tawar dan bersih. Nah, selamat beternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Harus Dipersiapkan...&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk membudidayakan itik (di) laut ini, yang harus dipersiapkan :&lt;br /&gt;· Komitmen tempat pengadaan dan pemilihan bibit.&lt;br /&gt;· Kandang atau tempat penampungan awal untuk memulai proses adaptasi daerah, beserta&lt;br /&gt;kelengkapannya. Ukuran kandang disesuaikan dengan kepadatan ternaknya.&lt;br /&gt;· Pakan bibit dan obat-obatan secukupnya (± 3 minggu).&lt;br /&gt;· Pagar area gembala.&lt;br /&gt;· Kandang produksi, untuk ukuran harus disesuaikan dengan jumlah dan kepadatan ternaknya · Pakan itik dewasa (untuk hidup pokok dan produksi).&lt;br /&gt;· Komitmen tempat dan pasar telur hasil produksi.&lt;br /&gt;· Komitmen tempat dan pasar itik afkiran.&lt;br /&gt;· Air minum tawar harus selalu tersedia, mengingat sifat itik yang hanya mau minum atau&lt;br /&gt;mengkonsumsi air dalam kondisi tawar.&lt;br /&gt;· Bibit itik Mojosari jenis kelamin betina dengan umur dan ukuran seragam. Hal ini, harus&lt;br /&gt;dilakukan agar saat berproduksi dapat terjadi serentak.&lt;br /&gt;· Pengawasan kesehatan itik&lt;br /&gt;Proses Budidaya...&lt;br /&gt;Proses budidaya itik (di) laut dalam satu periode, terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tahap pengumpulan bibit merupakan awal proses budidaya dengan kegiatan:&lt;br /&gt;· Menentukan tempat pembelian atau pengadaan bibit dengan mempertimbangkan aspek jarak,&lt;br /&gt;waktu tempuh, harga beli, kualitas bibit, dan jenis itik.&lt;br /&gt;· Pemilihan bibit dengan berpedoman pada umur (± dua minggu sebelum menetas ), jenis,&lt;br /&gt;kesehatan, ukuran dan jenis kelamin itik yang seragam, serta sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;· Pengepakkan sesuai jumlah dan ukuran yang ada. Sebelumnya, pada masing-masing bibit telah&lt;br /&gt;diteteskan larutan gula melalui mulut sebagai langkah antisipasi stres akibat pengangkutan.&lt;br /&gt;· Pengangkutan dan pengiriman bibit ke kandang adaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahap adaptasi daerah&lt;br /&gt;Bibit itik berada di dalam kandang yang letaknya di dekat pantai selama ± 3 minggu dengan hanya diberi makanan jadi buatan pabrik dalam bentuk kering, air minum tawar dalam jumlah yang tidak terbatas, dan penerangan secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahap pembesaran&lt;br /&gt;Pada tahap ini, itik mulai diberi ruang gerak yang cukup luas dengan memperkenalkannya pada kondisi pantai, dengan cara diumbar saat air laut surut dengan waktu terbatas, diberi pakan dalam bentuk basah pada pagi dan sore, serta air minum tawar dalam jumlah tak terbatas sampai itik mulai bertelur (± umur 4 bulan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahap produksi&lt;br /&gt;Pelaksanaan tahap ini hampir sama dengan tahap nomor tiga, hanya jam buka kandang diatur agak siang karena masih dilakukan pemungutan telur produksi harian. Sesuai kebiasaan, itik akan mengalami puncak produksi harian saat berumur 14 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tahap pasca produksi&lt;br /&gt;Secara umum, itik-itik pada tahap ini telah mengalami penurunan produksi dan akan mengalami rontok bulu, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan seleksi pada masing-masing itik untuk dilakukan pengafkiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tahap peremajaan&lt;br /&gt;Hasil evaluasi tahap ke lima dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peremajaan itik, sehingga kontinyuitas produksi telur persatuan waktu dari satu unit usaha dapat dicapai dan bisa ditentukan pada waktu-waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Bisnis&lt;br /&gt;Dalam budidaya itik (di) laut, terdapat dua modal yang harus ditanamkan yaitu pertama, modal investasi yang berfungsi untuk membiayai pembuatan kandang, pagar area gembala, tempat makan dan minum itik, fasilitas listrik, pompa air, serta bibit itik. Kedua, modal produksi yang berfungsi untuk membeli bahan pakan itik dan membayar tenaga kerja, yang nilainya tergantung pada seberapa banyak itik yang akan dibudidayakan. Contoh, bila ingin membudidayakan 650 ekor itik yang terdiri dari 10 ekor jantan dan 640 ekor betina, pakan yang diberikan sejak awal hingga itik-itik ini berumur tiga minggu adalah pakan jadi (buatan pabrik). Selanjutnya, mereka diberi pakan campuran antara karak (kerupuk nasi, red.) dan bekatul dalam bentuk basah, hingga akhir masa reproduksi atau ketika hewan yang masih bersaudara dengan angsa itu berumur 14 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis bisnis budi daya 650 itik (di) laut dalam satu bulan&lt;br /&gt;· Rata-rata jumlah telur yang dihasilkan : 370 butir/hari&lt;br /&gt;· Harga rata-rata : Rp 600,-/butir&lt;br /&gt;· Hasil penjualan telur Rp 222.000,-/hari&lt;br /&gt;· Pengeluaran untuk pembelian pakan sebanyak 90 kg @Rp600,- Rp 54.000,- -&lt;br /&gt;· Keuntungan kotor Rp 168.000,-/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Keuntungan bersih sekitar Rp 100.000,-/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan bersih perbulan Rp3.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-6752775643817885107?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/6752775643817885107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=6752775643817885107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6752775643817885107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6752775643817885107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/budidaya-itik-laut-hasilnya-yahud.html' title='Budidaya Itik Laut, Hasilnya Yahud'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2718460144827088681</id><published>2007-10-22T02:21:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:37:15.626-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Meraih Laba dari Peranakan Etawa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxxy1dv0tNI/AAAAAAAAADI/WtxFhxuOIlw/s1600-h/kambing_etawa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124096738884629714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxxy1dv0tNI/AAAAAAAAADI/WtxFhxuOIlw/s320/kambing_etawa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Memelihara kambing Peranakan Etawa (ET) untungnya sangat menggiurkan. Air susu dan air kencingnya pun laku dijual. Haris RK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radhmadiansyah Adlan, merupakan salah satu contoh pengusaha yang terbilang sukses mendulang untung dari peternakan kambing jenis Perakanan Etawa (PE). Rahmad, yang akan segera mengakhiri masa lajangnya ini, merupakan salah satu peternak yang cukup besar di kawasan sentra peternakan PE yang berlokasi di desa Kemiri Kebo, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. DIY.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di lahan seluas 1000 M2 lebih, pria asal Sumatera Barat ini, sedikitnya memelihara 70 ekor kambing PE. Bisnis itu, dirintisnya sejak tiga tahun lalu. Pada awalnya, Rahmad ingin mengembangkan usaha penangkaran. Maksudnya, ia ingin menghasilkan bibit kambing PE untuk dijual ke pasar. Namun, dalam perkembanganya, ia tidak hanya fokus untuk pembibitan tapi juga menjual air susu PE.&lt;br /&gt;Di wilayah lereng Merapi tersebut, ternak kambing PE memang bukan sesuatu yang asing. Maklum rata-rata warga yang tinggal di daerah berhawa dingin tersebut memang memiliki kebiasaan memelihara kambing PE disamping peternakan lainya seperti sapi dan kerbau.&lt;br /&gt;Tapi apa yang dilakukan Adlan, memang sangat berbeda dengan yang menjadi kebiasaan penduduk setempat. Adlan, lebih profesional. Ia benar-benar menjadikan PE sebagai lahan bisnis yang memberikan keuntungan, bukan sekadar pekerjaan sambilan, seperti yang biasa dilakukan warga setempat. “Kalau kita serius, kambing PE sangat menguntungkan,” kata pria kelahiran 16 Desember 1977 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmad mengakui bahwa yang dilakukannya saat ini, masih pada tahap uji coba. Namun baru tahap uji coba pun usaha ini telah membuahkan hasil. Karena itulah, ia berniat untuk mengembangkan peternakan ini lebih besar lagi. “Potensi pasar masih terbuka lebar,” katanya.&lt;br /&gt;Dari 70 ekor kambing, Rahmad telah memanen hasil dari penjualan bibit PE dan air susu. Bahkan kotoran ternak dan air seni yang pada dasarnya merupakan limbah juga laku dijual. Kotoran kambing memang tidak langsung dijual begitu saja, tapi harus diolah terlebih dulu menjadi pupuk kompos yang harga perkilonya mencapai Rp 1000. Sementara air seni kambing dijual dalam bentuk mentah dan fermentasi. Untuk yang mentah satu liter dihargai Rp 750 sedangkan yang sudah fermentasi mencapai Rp 15.000/liter. “Saat ini yang mengambil dari perorangan dan Universitas Gajah Mada untuk sampel penelitian,” kata sarjana Teknik Industri dari UII Jogjakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, dari komoditas yang bisa dijual tersebut yang paling menguntungkan justru hasil penjualan air susu kambing. Rahmad mengaku kewalahan memenuhi permintaan yang terus meningkat dari hari ke hari. “Saya belum bisa memenuhi karena kapasitas produksinya memang masih rendah,” katanya.&lt;br /&gt;Dalam memasarkan produknya, Rahmad memang terbilang jeli. Ia sengaja menyasar konsumen khusus, yakni mereka yang sedang menjalani proses terapi penyembuhan. Maksudnya, air susu tersebut dimanfaatkan sebagai terapi penyembuhan bagi mereka yang sedang didera penyakit tertentu. “Sebagian besar yang menjadi konsumen kami, orang-orang yang sedang bermasalah dengan kesehatan,” ujar pria berkaca mana minus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai literatur diketahui, susu kambing PE memiliki kelebihan dibandingkan dengan susu sapi yang biasa dikonsumsi selama ini. Jika dibuat keju atau yogurt, susu kambing memiliki aroma lebih menarik dibandingkan dengan susu sapi.&lt;br /&gt;Ahmad Sodik, seorang peneliti dari Fakultas Peternakan Unsoed, Purwokerto bahkan menyatakan bahwa susu kambing bisa dijadikan alternatif sebagai minuman bayi pengganti ASI (Air Susu Ibu). Bahkan dari hasil penelitiannya bersama timnya, ia berani menyimpulkan bahwa kualitas susu kambing PE justru lebih bagus dibandingkan dengan ASI.&lt;br /&gt;Hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa air susu kambing PE sangat bagus untuk perbaikan nutrisi, karena tidak memiliki masalah lactosa intolerence sebuah zat yang bisa menyebabkan diare. “Air susu kambing PE memiliki kandungan gizi yang sangat bagus untuk kesehatan,” katanya.&lt;br /&gt;Paling tidak menurut hasil penelitian tersebut, susu kambing PE sangat bagus untuk mereka yang menderita penyakit asma dan paru-paru. Bahkan untuk stamina pria pun juga oke. “Kalau mau minum dua gelas tiap hari dijamin stamina kita kuat,” ungkap Rahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmad mengakui bahwa permintaan akan susu kambing di pasaran cukup besar. Ini bisa dilihat dengan banyaknya pesanan yang masuk tiap hari. “Kalau dituruti tiap hari bisa sampai ratusan liter, tapi saya baru bisa memenuhi sepersepuluhnya,” ungkap Rahmad.&lt;br /&gt;Harga jual susu kambing ini ternyata cukup bagus, bisa mencapai Rp 15 ribu perliter. “Harga ini, harga di tempat karena susu kami antar sampai alamat khususnya di kota Jogjajakarta,” akunya.&lt;br /&gt;Menurut Rahmad, idealnya satu ekor kambing setiap hari bisa menghasilkan sekitar 2 liter. Namun untuk saat ini, setiap ekor kambingnya baru menghasilkan sekitar 1 liter. “Kami memang baru uji coba, tetapi kami berniat mengusahakan agar hasilnya maksimal,.”ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai skala bisnis, idealnya PE dipelihara minimal ratusan ekor. Investasi yang dibutuhkan pun juga mencapai ratusan juta rupiah, karena untuk harga induk satu ekor saja bisa mencapai kisaran Rp 1,5 juta. Sementara untuk biaya produksi, per ekor kambing dalam satu hari membutuhkan biaya Rp 1.200 rupiah, ini sudah termasuk ongkos pakan dan tenaga kerja.&lt;br /&gt;Selain menjual susu, Rahmad menjual bibit dan indukan. Sebagian kambingnya justru dijual ke negeri jiran, Malaysia. Tapi ada juga yang dijual di sekitar Jogjajakarta dan Jawa Tengah, tapi jumlahnya hanya sedikit. “Untuk memenuhi pasar Malaysia saja kami kesulitan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Rahmad, beternak kambing PE ternyata merupakan ekspansi bisnis. Sejak masih menempuh kuliah Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, Rahmad sudah menjalankan aktivitas bisnis. Dengan bendera CV Adlan Agrinusa mengekspor kambing ke Malyasia. “Tiap tahun rata-rata saya mengirim ribuan kambing ke Malaysia,” katanya.&lt;br /&gt;Karena kesulitan mendapatkan kambing PE di pasar, maka ia mencoba untuk menernakkan sendiri. Dari peternakan ini, ia berharap bisa mengembangbiakan kambing PE sendiri. Skenarionya, hasil dari pembudidayaan tersebut kemudian dijualnya ke pasar. Tapi dalam perkembangan ternyata ia menemukan produk sampingan yang justru memberikan hasil yang cukup lumayan, yakni susu kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah menarik, lokasi peternakan Rahmad saat ini sering menjadi ajang studi banding dari perternak dan perguruan tinggi yang ada di Jateng/DIY. Maklum dengan lima karyawan yang dimilikinya, ia memang mengelola peternakan secara profesional. Kambing-kambing piaraannya dibuatkan kandang panggung untuk menjamin kesehatan ternak. Di bawah panggung tersebut diberi terpal untuk menampung kotoran dan air kencing.&lt;br /&gt;Ke depan Rahmad juga berencana untuk menjadikan lokasi ternaknya sebagai wisata agro. Di tempat ini, pengunjung bisa meminum susu kambing secara langsung. “Kami masih membuat konsepnya,” tutur Rahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2718460144827088681?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2718460144827088681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2718460144827088681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2718460144827088681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2718460144827088681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/meraih-laba-dari-peranakan-etawa.html' title='Meraih Laba dari Peranakan Etawa'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WFZxLKzvgPk/Rxxy1dv0tNI/AAAAAAAAADI/WtxFhxuOIlw/s72-c/kambing_etawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-365982422002434709</id><published>2007-10-22T02:19:00.000-07:00</published><updated>2007-11-02T18:30:19.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat Berbisnis'/><title type='text'>Kiat Sukses Pebisnis Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Untuk menjadi pebisnis rumah tangga yang sukses kita bisa memanfaatkan rute yang pernah dijalani oleh para pebisnis sebelumnya. Sukatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mulailah Berbisnis Ketika Karir Anda Mentok&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda wanita karir, Anda sendirilah yang bisa menilai pada titik mana karir Anda mentok. Biasanya, karir terkait erat dengan kualifikasi pendidikan dan kompetensi. Kalau Anda merasa jabatan yang Anda pegang sekarang adalah jenjang tertinggi sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk memulai bisnis di rumah. Sebelum Anda memutuskan untuk meninggalkan karir Anda, manfaatkanlah untuk membina jaringan. Siapa tahu jaringan ini akan sangat bermanfaat ketika Anda memulai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kenalilah Potensi Diri Anda dan Optimalkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Andalah yang paling tahu potensi diri sendiri. Mulailah untuk mengoptimalkan potensi diri Anda yang dikaitkan dengan jenis bisnis yang akan digeluti. Misalnya Anda seorang sekretaris yang memiliki kemampuan menjahit tetapi selama ini terabaikan karena rutinitas pekerjaan kantor, sebaiknya Anda memulai lagi mengasah kemampuan menjahit dan mulai melihat-lihat tren mode. Ini akan menjadi data base ketika Anda benar-benar terjun menjadi pebisnis rumah tangga yang memproduksi busana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mintalah Izin Kepada Suami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini kelihatannya sepele. Tetapi jangan diremehkan. Menjalankan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Tanpa seizin atau ridho suami alih-alih bisa sukses berbisnis justru di kemudian hari—ketika kendala menghadang—bisa menjadi sumber pertengkaran. Dengan adanya izin suami besar kemungkinan suami akan ikut mencari solusinya ketika bisnis menumbuk masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Manfaatkan Teknologi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbisnis dari rumah jelas memiliki keterbatasan dibandingkan kalau kita berbisnis dari kantor di pusat bisnis. Untuk menutupi kelemahan itu, Anda harus memaksimalkan teknologi, terutama teknologi komunikasi. Anda bisa menggunakan telepon untuk menghubungi teman-teman lama yang potensial menjadi pelanggan. Anda juga bisa memanfaatkan teknologi internet sehingga produk Anda bisa diakses dari mana pun, bahkan tak terhalang oleh batasan wilayah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Disiplin Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kendala yang menggoda adalah masalah keuangan. Jangan pernah mencampuradukkan uang bisnis dengan uang belanja keluarga. Kalaupun terpaksa mengambil uang belanja untuk bisnis harus diperlakukan sebagai utang, demikian juga sebaliknya. Ini sebagai cara untuk memonitor apakah bisnis tersebut menguntungkan atau tidak. Sekalipun untung kalau hasil bisnis terlalu banyak dilarikan ke pos belanja keluarga, perkembangan bisnis akan seret karena untuk ekspansi usaha dibutuhkan modal yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Banyaklah Beramal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas anjuran ini kelihatan tidak ada relevansinya dengan bisnis. Tetapi dari beberapa pengusaha sukses yang pernah kita jumpai adalah orang-orang yang suka beramal. Bahkan di Amerika Serikat CEO-CEO dari perusahaan berkinerja terbaik adalah pribadi-pribadi yang suka beramal .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-365982422002434709?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/365982422002434709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=365982422002434709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/365982422002434709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/365982422002434709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kiat-sukses-pebisnis-ibu-rumah-tangga.html' title='Kiat Sukses Pebisnis Ibu Rumah Tangga'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-8536183380943021570</id><published>2007-10-22T01:23:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:24:19.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Yang Super Sibuk Mudah Lupa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tak mengherankan para orang yang terbiasa super sibuk tak bisa mengingat apa yang mereka lakukan hari kemarin. Sebuah studi menemukan bahwa belajar sambil melakukan berbagai hal membuahkan hasil kemampuan mengingat berkurang, termasuk pada hal yang sudah dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jika Anda mempelajari sesuatu sambil mengerjakan hal-hal lain, dalam artian konsentrasi terpecah, maka hasil yang Anda pelajari akan berbeda, dalam artian menjadi kurang fleksibel" ujar Russell Poldrack, seorang penulis senior yang juga seorang associate professor psikologi di University of California, Los Angeles. "Kurang fleksibel" dalam hal ini berarti bahwa ingatan akan lebih mengikat terhadap kondisi khusus saat Anda mempelajarinya," dan kurang mudah mengingat saat kondisinya berubah, imbuh Poldrack.&lt;br /&gt;Tim yang dipimpin Poldrack mengumumkan temuan itu pada edisi terbaru Proceedings of the National Academy of Sciences. Para pakar sudah lama mengetahui bahwa ingatan dalam bentuk berbeda diproses oleh sistem berbeda di otak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;"Dalam 25 tahun terakhir, kami telah melakukan kemajuan berarti dalam menggambarkan sistem ingatan yang berbeda pada otak manusia," ujar Anthony Wagner, asisten guru besar psikologi dan ilmu saraf di Stanford University. "Data ekstensif menunjukkan baha tidak ada sistem memori tunggal namun sesungguhnya sistem memori berganda," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori deklaratif : adalah kemampuan untuk mengingat pengalaman hidup, seperti apa yang Anda makan saat sarapan.&lt;br /&gt;Memori prosedural : lebih kepada bagaimana mempelajari hal-hal, seperti bermain tenis atau memecahkan soal matematika.&lt;br /&gt;"Pertanyaan mendasar mulai menangkap bidang apakah (sistem ini) berinteraksi serta bagaimana mereka berinteraksi," ujar Wagner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa laboratorium Poldrack bahwa memori deklaratif dan prosedural mungkin sesungguhnya saling bersaing satu sama lain. Untuk menguji hipotesa tersebut, para peneliti mengalami bagaimana gangguan atau melakukan pekerjaan beberapa hal sekaligus mungkin menyebabkan orang kurang menggantungkan pada memori deklaratif dan lebih bergantung pada memori prosedural.&lt;br /&gt;Perbedaan ini menjadi penting. "Memori deklaratif jauh lebih fleksibel," ujar Poldrack. "Jika saya bertanya Anda sarapan apa, tak masalah dimana Anda berada. Namun jika saya bertanya nomor telepon, mungkin Anda akan menggunakan jari-jari untuk menghitung. Itu hanyalah cara bagaimana Anda mengetahui bagaimana melakukan hal itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi tersebut, Poldrack dan rekan penelitinya memperlihatkan kartu-kartu kepada 14 relawan, dan meminta para relawan untuk menggolongkan kartu-kartu tersebut menjadi dua kategori. Para relawan pertama bekerja fokus hanya pada tugasnya, dan kemudian melakukan hal yang sama namun sambil melakukan hal lain pada saat yang sama. Semua tugas yang dikerjakan peserta diperiksa dengan MRI scanner sehingga para peneliti dapat mengobservasi fungsi otaknya.&lt;br /&gt;Kelompok Poldrack menemukan bahwa hal yang dipelajari tanpa gangguan melibatkan sistem memori deklaratif. Di sisi lain,"Hal yang dipelajari di bawah gangguan menggantungkan wilayah otak yang melibatkan memori prosedural," imbuh Poldrack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, intinya, pesan bagi orang super sibuk adalah,"Saat kita belajar melakukan sesuatu sementara kita juga melakukan tugas lain, kita sedang mengubah bagaimana otak kita belajar dan jenis pengetahuan yang kita dapatkan," lanjutnya.&lt;br /&gt;Wagner mengomentari studi tersebut 'mendukung posisi bahwa memori deklaratif akan terhalangi oleh perhatian yang terpecah". Makanya, jangan melakukan pekerjaan beberapa hal sekaligus jika ingin hasilnya optimal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-8536183380943021570?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/8536183380943021570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=8536183380943021570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8536183380943021570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8536183380943021570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/yang-super-sibuk-mudah-lupa.html' title='Yang Super Sibuk Mudah Lupa'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-6551436369932816037</id><published>2007-10-22T01:22:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:23:22.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Work Hard, Work Smart</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bekerja keras itu adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai sukses. Tapi yang tidak kalah pentingnya, kita juga harus melakukan kerja keras kita dengan benar juga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kadang-kadang banyak orang yang bekerja keras luar biasa pada cara, tujuan atau pendekatan yang salah, sehingga tidak pernah sukses dan pada akhirnya putus asa. Kalau orang bilang practice makes prefect, tetapi kalau imperfect practice (practice yang tidak benar) yang anda lakukan, maka hasinya tidak akan pernah perfect. Ada sesuatu yang lebih dari sekedar bekerja keras, yaitu bekerja dengan smart, atau smart working.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa melihat kegiatan kita sehari-hari. Mungkin bertahun – tahun kita sudah bekerja keras, pukul tujuh sudah pergi kantor sembilan malam baru pulang. Apalagi kalau ada makan malam dengan klien, lembur, luar kota, dan lain-lain. Tapi kenapa kita masih belum sukses juga? Bertanyalah kepada diri Anda sendiri, apakah yang Anda lakukan itu sudah benar? Sudah tepatkah cara yang anda lakukan itu untuk mencapai sesuatu kesuksesan?&lt;br /&gt;Kata orang, "effort is the single most overrated trade in producing success". Bekerja keras dianggap oleh orang-orang akan selalu membawa sukses. Padahal, sukses itu tidak datang hanya dari kerja keras saja, tetapi dari banyak faktor lain seperti efisiensi, arah yang kita tuju, persiapan, kebenaran, produk dan kesempatan yang timbul. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah perusahaan yang cukup bagus dan ramai. Suatu ketika perusahaan itu membuka cabang satu, dua bahkan hingga lima. Dengan bekerja luar biasa, kenyataannya perusahaan tersebut tambah rugi. Kenapa? Setelah dianalisa, ternyata produk yang dijual profit-nya sedikit. Lalu mulai dipikirkan bagaimana caranya memperbaiki situasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang penting. Kadang-kadang kita harus berhenti bekerja keras untuk mau berpikir lebih tenang dan masuk ke pemikiran dan mempertanyakan pada diri sendiri. Apa yang harus saya perbaiki? Apa yang salah pada apa yang saya lakukan? Karena dengan hanya bekerja keras saja tidak akan membawa sukses. Tetapi bekerja keras dengan benar, mau menganalisa diri, melihat orang lain, belajar dari semua lini dengan benar, barulah Anda dapat mencapai sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sangat penting, dan walaupun semua orang tahu, kadang-kadang kita melupakannya karena rutinitas harian kita. Maka apapun yang Anda lakukan sama dengan apa yang anda lakukan kemarin, tidak pernah dianalisa lagi. Maka hasilnyapun akan kurang lebih sama dengan yang Anda hasilkan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda ingin melakukan perbaikan, Anda harus melakukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang dulunya belum pernah Anda lakukan. Jangan hanya sekedar menjalankan rutinitas hidup. Melakukan rutinitas yang sama bahkan akan lebih berbahaya, karena setelah lewat 5 atau 10 tahun Anda baru sadar kalau telah salah. Maka cobalah ambil sepotong waktu Anda meski hanya satu atau dua jam untuk berpikir dengan tenang. Lalu mengevaluasi terhadap apa yang sudah Anda lakukan selama ini. Tidak hanya sekedar bekerja dengan keras, tetapi juga bekerja dengan benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-6551436369932816037?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/6551436369932816037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=6551436369932816037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6551436369932816037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6551436369932816037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/work-hard-work-smart.html' title='Work Hard, Work Smart'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-8313669589383015025</id><published>2007-10-22T01:21:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:22:20.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Tidak Terburu-buru</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada suatu hari, Lao Tzu sedang berjalan - jalan di kampung halamannya. Kebetulan ia lewat di depan rumah seorang petani yang hendak menebang pohon tua di depan rumahnya. Lao Tzu bertanya, "Saudaraku, apa yang hendak enhkau lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Petani itu menjawab, "Oh, Guru, saya akan menebang pohon ini untuk kayu bakar karena ia sudah tidak berguna lagi. Ia sudah terlalu tua, tidak lagi menhasilkan buah yang melimpah. Batangnya terlalu keras, tidak bisa diambil sedikit demi sedikit untuk kerajinan dan keperluan rumah tangga. Tapi setidaknya ia cukup kering dan bisa dijadikan kau bakar." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Lao Tzu mengangguk mendengar kata - kata si petani. Kemudian ia berkata, "Tapi saudaraku, dengan berbuat demikian engkau hanya menyusahkan dirimu sendiri. Tidakkah engkau menyadari, pohon ini telah memberikan banyak manfaat bagimu?" Si petani kebingungan dan bertanya, "Manfaat apa lagi yang kuperoleh dari pohon tua ini, Guru?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lao Tzu tersenyum dan menjelaskan, "Pohon ini memang tua dan tidak memberimu buah yang melimpah, tapi ia telah sangat berjasa kepadamu. Dahan - dahannya telah menjadi rumah yang kokoh bagi burung - burung, yang setiap pagi membangunkanmu dengan kicauannya. Ranting - rantingnya yang jatuh ke tanah, telah menjadi bahan mainan bagi anak - anakmu. Siang hari di kala engkau kelelahan, bayangannya memberimu keteduhan dengan rimbum dedaunannya. Kerimbunan itu pula yang telah memberikan ide bagi para penyair yang kebetula lewat, untuk menciptakan puisi terindah tentang desa ini. Biji - Bijinya yang jatuh ke tanah menjadi makanan bagi ayam - ayammu. Bahkan daunnya yang gugur menjadi makanan bagi ternakmu. Bahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikala engkau bertengkat dengan istrimu, engkau pergi menyendiri juga di bawah pohon ini. Demikianlah saudaraku, apakah engkau masih berpendapat pohon ini tidak berguna dan hendak menjadikannya kayu bakar?" Sang petani pun mengangguk dan membatalkan niatnya menebang pohon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pelajaran sederhana dalam kisah ini, mitra bisnis, bahwa sesuatu yang tampaknya tidak berguna kehadirannya seringkali memiliki manfaat luar biasa bagi bisnis anda. Misalnya saja karyawan yang sudah 20 tahun bekerja di perusahaan anda, mungkin anda melihatnya sudah tidak produktif lagi. Tapi mungkin dialah yang memegang semua transaksi perusahaan dengan klien - klien terbesar. Atau pekerja kebersihan anda, tampaknya apa yang dilakukannya memang sepele. Tapi bagaimana jadinya rupa kantor anda kalau dia tidak masuk seminggu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah adanya dalam bisnis dan kehidupan ini. Apa yang tampaknya usang dan tidak berguna mungkin justru telah memberikan manfaat besar bagi hidup anda. Maka sebelum anda memutuskan untuk membuang sesuatu, jangan lupa untuk mengingat kembali apa guna hal tersebut bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak dapat dipungkiri, dalam hidup dan bisnis diperlukan banyak perubahan untuk bisa bertahan dari masa ke masa. Tapi pada saat anda mengubah sesuatu, hendaknya anda mempertimbangkan dengan teliti bahwa perubahan itu sudah tepat dan tidak akan merugikan anda terlalu besar pula.&lt;br /&gt;Demikianlah Bisnis Wisdom kesempatan kali ini, kiranya akan berguna bagi kehidupan bisnis anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-8313669589383015025?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/8313669589383015025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=8313669589383015025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8313669589383015025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/8313669589383015025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/tidak-terburu-buru.html' title='Tidak Terburu-buru'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7701493615210746418</id><published>2007-10-22T01:20:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:21:19.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Start Your Bad Decision Today</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Orang-orang sukses mengubah bad decision menjadi suatu pelajaran. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat bad decision dan belajar dari kesalahan yang akan mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adnan Khasogi, salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya. Adnan menjawab, "Good decision, good decision, and good decision". Wartawan itu lalu bertanya lagi, apa yang menyebabkan dia bisa membuat keputusan yang tepat tersebut. Adnan menjawab, "Experiences, experiences, and experiences". Wartawan itu masih penasaran, dan bertanya, hal apa yang menyebabkan Adnan mempunyai pengalaman. Adnan menjawab, "Bad decision, bad decision, and bad decision." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan oleh Adnan Khasogi diatas menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraihnya saat ini adalah hasil dari kesalahan-kesalahan tindakan yang pernah dia lakukan sebelumnya. Proses belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut menjadi suatu pengalaman, dan pengulangan tindakan menjadi lebih baik. Kita selama ini selalu berpendapat, bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Tapi banyak orang yang keliru menafsirkan definisi dari pengalaman itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam kehidupan Anda pernah patah hati misalnya, apakah itu suatu pengalaman? Kalau patah hati itu membuat kehidupan Anda menjadi suram, dunia terasa hampa, dan Anda menjadi enggan untuk berbincang dengan orang lain, itu bukanlah pengalaman. Itu lebih tepat disebut tragedi. Namun jika Anda mau melihat lebih dalam, apa yang salah dari hubungan Anda, dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi lain kali, itulah pengalaman. Pengalaman itu bukan apa yang terjadi pada kehidupan kita, namun apa yang kita lakukan ketika ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang ingin jalan pintas di dalam hidupnya, dimana mereka ingin langsung membuat 'good decision' dalam setiap langkahnya. Mereka ingin melompati tahapan 'experiences' dan 'bad decision'. Karena ingin langsung sempurna, langsung sekali jadi, maka mereka membuat banyak sekali analisa dari berbagai sisi.&lt;br /&gt;Satu halangan kecil bisa membuat mereka menunda membuat 'good decision' tersebut. Pada akhirnya, 'good decision' itu tidak akan pernah dibuat, karena waktu mereka habis untuk selalu melakukan analisa dan analisa.&lt;br /&gt;Coba amati di lingkungan sekitar kita. Adakah rekan Anda, kerabat atau kolega bisnis yang seperti itu? Lima tahun yang lalu mungkin mereka pernah mengatakan akan menjadi seorang wirausaha. Tapi sampai hari ini keinginan itu tetap sebuah keinginan. Mereka akan berkata bahwa ada hal-hal yang menghalangi niat mereka, apakah itu pasar yang lagi sepi, harga bahan baku yang mahal, krisis moneter, dolar lagi tinggi, dan sebagainya. Tapi sebenarnya bukan itu yang menghalangi mereka. Halangan mereka yang utama adalah mereka takut bila ternyata good decision yang mereka buat ternyata sebuah bad decision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apakah yang menakutkan dari membuat sebuah bad decision? Sebenarnya bad decision hanyalah sebuah proses, dan tidak final sifatnya. Proses ini akan menjadi kesalahan jika kita keliru mempersepsikannya serta memberikan respons yang keliru. Dan kesalahan akan menjadi kegagalan jika kita terus menerus memberikan respons yang keliru terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sukses adalah mereka yang mengubah bad decision menjadi suatu pelajaran, memperbaiki keputusan mereka dan melakukan dengan cara yang berbeda. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat bad decision dan belajar daripadanya yang akan mencapai tujuannya. Selamat bekerja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7701493615210746418?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7701493615210746418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7701493615210746418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7701493615210746418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7701493615210746418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/start-your-bad-decision-today.html' title='Start Your Bad Decision Today'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1379490303622919382</id><published>2007-10-22T01:18:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:20:20.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Spirit</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Salah satu kunci karir adalah kepemimpinan yang bagus. Dan salah satu tugas pemimpin adalah kemampuan untuk mengelola spirit, mengelola semangat kelompoknya. Seorang pemimpin diangkat kelompoknya untuk mempersatukan mereka, mempersatukan menuju ke sebuah tujuan dan yang terpenting bagi pemimpin selain kejelasan tujuan itu sendiri adalah semangat, spirit yang harus ditularkan kepada anak buahnya. Bahkan semangat itu harus hidup di dalam sanubari pengikutnya dan menjadi 'roh' dari kelompok itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Salah satu cerita yang menarik mengenai roh semangat ini adalah mengenai Ferdinand De Magelhaens, seorang nahkoda dan petualang berkebangsaan Portugis. Pada suatu waktu Magelhaens berkeinginan untuk menemukan 'Pulau Rempah-rempah di Timur' dan demi tujuan itu, ia rela melepas kewarganegaraan Portugal dan menghadap Charles V, Raja Spanyol yang masih muda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Magelhaens meminta sang Raja untuk memberinya sebuah armada. Dia akan berlayar ke arah barat dan menemukan pulau rempah-rempah yang terletak di timur. Akhirnya oleh Charles ke V Magelhaens dibekali 5 buah kapal tua yang salah satunya diberi nama Victoria, artinya kemerdekaan. Dengan susah payah dia merekrut hampir 300 orang dari berbagai latar belakang, sikap, ukuran bentuk dan kewarganegaraan dan ia pun lalu berangkat menghadapi tantangan laut yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan mereka sempat kehabisan makanan dan tidak seekor ikan pun yang dapat ditangkap untuk dimakan, tidak ada daging yang masih tersisa. Ia mengatakan saya lebih baik makan kulit daripada kembali. Namun akhirnya mereka pun menemukan pulau rempah-rempah itu yang kini disebut sebagai Phillipina.&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian setelah Magelhaens meninggalkan Spanyol, penduduk melihat kapal yang berlayar dengan keadaan yang sudah sangat parah, itulah kapal Victoria-nya Magelhaens. Dari lebih 200 orang yang berangkat tinggal 18 orang yang kembali dan Magelhaens, pemimpin mereka ternyata telah dikuburkan di Filipina. Jadi ketika mereka kembali ke Spanyol mereka sebenarnya kembali tanpa pemimpin mereka. Inilah semangat yang telah dipompakan oleh pemimpin mereka agar sampai kepada tujuan mereka, pulau rempah-rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita dapat simak dari kisah ini? Tujuan telah menjadi obsesi dari seorang Magelhaens, semangatnyanya yang luar biasa telah menular kepada seluruh anak buah, bahkan semangat itu tetap hidup ketika dia sudah meninggal. Salah satu ciri pemimpin yang hebat adalah mempunyai semangat yang tinggi. Jika pemimpin saja tidak mempunyai spirit yang tinggi, tidak punya optimisme yang tinggi, bagaimana dia bisa memberi semangat kepada orang lain? Dan keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh bagaimana dia menularkan semangat itu kepada pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mission Impossible&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketangguhan pemimpin dalam memelihara spirit pengikutnya juga diuji dalam mission impossible. Salah satu kisah yang legendaris sebagai mission impossible ini adalah kisah Mao Xe Dong dengan long march-nya di bulan Oktober tahun 1934. Pada waktu itu serangan udara Komintang menghancurkan benteng-benteng tentara merah di Kiangshi. Mao berniat untuk mengadakan perjalanan kaki menuju daerah konsentrasinya sejauh 10.000 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan besar manusia yang panjang memutar, melilit melintasi gunung yang bergerak hanya pada malam hari, meniti jalan setapak sambil memegangi obor, dan untuk masa yang hampir satu tahun lamanya. Mao kadang membuka mantelnya dan memberikan kepada seorang serdadu yang kedinginan, suatu tindakan yang pernah melegenda. Baru dua minggu menjelang satu tahun, akhirnya sampailah mereka di Shensi - tujuan akhir mereka - pada tanggal 20 Oktober tahun 1935 dengan sisa hanya sedikit orang dan dalam keadaan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa sih rahasianya memimpin suatu gerakan mission impossible ini? Yang pertama, kita harus pandai menemukan arti dari tantangan dengan mengerjakan mission impossible tadi. Karena menemukan arti ini kita akan dapat menjiwai dan menikmati "tugas kita". Bekerja dengan jiwa akan menumbuhkan daya juang, spirit untuk all out, dengan segenap potensi dan sumber daya yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, kita harus memupuk kepercayaan diri kelompok. Daya juang ada kalanya melemah begitu terbentur tembok kesulitan. Pemimpin yang baik berperan dalam mengembalikan kepercayaan diri orang-orangnya, bahwa di balik kesukaran ini ada energi ekstra yang belum pernah terpakai. Yang ketiga, penting tentu kelompok harus mempercayai pemimpinnya. Kredibilitas pemimpin sangat berperan di sini. Singkat kata, seorang pemimpin sejati mampu mengobarkan semangat, tidak ada yang tidak mungkin bagi para pengikutnya.&lt;br /&gt;Seseorang pemimpin perlu mempertimbangkan keunikan, kebutuhan dan harapan setiap anak buah dan harus mampu mengenali pendorong-pendorong utama apa saja yang dijadikan landasan motivasi untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan ini merupakan tahapan awal untuk dapat mengimplementasikan proses kepemimpinan dan pemberian motivasi.&lt;br /&gt;Akan tetapi, tugas utama seorang pemimpin sebenarnya tidak hanya berhenti pada mengenali dan memanfaatkan "motivator" kerja anak buah semata, tetapi juga dihadapkan pada kewajiban untuk dapat "mengembangkan" kualitas dari motivator yang dimiliki anak buah dengan tujuan memudahkan proses pembinaan motivasi selanjutnya dan sebenarnya, secara tidak langsung juga telah memberikan kontribusi bagi pengembangan diri anak buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pemimpin dapat memotivasi anak buah dengan lebih mudah, diperlukan kemampuan untuk dapat menunjukkan "arti" dari pekerjaan yang akan dilakukan dan menunjukkan "keuntungan" yang akan diraih. Akan tetapi, tidak semua keuntungan dapat dengan mudah dinyatakan dan tidak semua keuntungan dapat dengan cepat diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara kita meyakinkan anak buah bahwa apa yang kita janjikan akan benar-benar membawa nilai positif? Dalam kondisi seperti ini, pemimpin sebaiknya dengan cerdik memanfaatkan kepandaian berkomunikasi agar dapat menggambarkan peluang pencapaian secara lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan dan kepercayaan anak buah juga dapat ditingkatkan dengan cara menunjukkan kepada mereka bahwa pemimpin juga "percaya" bahwa tujuan dan keuntungan yang akan dicapai bukanlah hal yang mustahil. Justru tantangan seperti inilah yang dihadapi pemimpin masa kini, bagaimana kemampuan mereka dalam mengubah pola pikir jangka pendek menjadi jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pelaksanaan kerja, kadangkala anak buah kehilangan motivasi karena tidak dapat melihat arti dan keuntungan dari apa yang sedang dilakukan. Dalam kondisi seperti ini, pemimpin perlu memberikan "sinyal" kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai, dengan tujuan membuka mata anak buah dan mengembalikan kepercayaan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi stagnan di mana tidak terdapat kemajuan apa-apa, peran pemimpin beralih untuk memberikan dukungan nyata terhadap proses penyelesaian masalah, agar anak buah tetap dapat mempertahankan semangat kerja dan dapat melihat peluang perbaikan yang dapat dilakukan.&lt;br /&gt;Jadi, hakekat untuk menjaga motivasi dan spirit anak buah adalah "jangan pernah meninggalkan anak buah dalam kondisi yang tidak menyenangkan dan bahkan akan memberikan "kekuatan" yang dimiliki sebagai sarana penolong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1379490303622919382?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1379490303622919382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1379490303622919382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1379490303622919382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1379490303622919382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/spirit.html' title='Spirit'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-3426479398920060571</id><published>2007-10-22T01:17:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:18:28.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Satu Lagi Tentang Produktivitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut definisi yang dipopulerkan oleh Asian Productivity Organization (APO), terminologi 'produktivitas' berhubungan dengan output barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan input atau jumlah sumber daya yang digunakan dalam proses produksi atau layanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Input meliputi tenaga kerja, bahan baku, mesin, dan energi yang digunakan. Pada dasarnya, produktivitas menekankan pada tingkat efisiensi dalam menghasilkan output. Dengan kata lain, jika suatu produk atau jasa dihasilkan dengan biaya produksi atau layanan serendah mungkin tetapi berkualitas tinggi, serta dapat dijual di pasar pada tingkat harga jual yang bersaing, maka produk tersebut dikatakan mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Konsep produktivitas dapat dijelaskan secara sederhana dengan persamaan: Produktivitas = Output/Input&lt;br /&gt;Persamaan di atas menunjukkan bahwa tujuan produktivitas adalah untuk memaksimalkan output dan meminimalkan input. Produktivitas dapat juga didefinisikan sebagai jumlah dari tingkat efisiensi dan efektivitas seperti persamaan berikut ini : Produktivitas = Efisiensi + Efektivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, konsep produktivitas mengalami perubahan, sehingga tidak hanya menunjukkan rasio efisiensi. Bermula dari isu biaya dan kualitas, konsep produktivitas dewasa ini telah berkembang mencakup hal-hal yang berhubungan dengan masalah sosial, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan keamanan kerja, mengentaskan kemiskinan, konservasi sumber daya, dan penyelamatan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk meningkatkan produktivitas. APO maupun lembaga sejenisnya di Indonesia yaitu Lembaga Produktivitas Nasional terus menerus mendorong pengenalan dan penerapan konsep TQM (Total Quality Management), QMS (Quality Management System), ISO 9000, ISO 14000, ISO 22000, Kaizen, Knowledge Management, 3R atau 5 S yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep 3R Aktifitas 3R (reduce, recycle, reuse) merupakan dasar dari berbagai usaha untuk megurangi limbah dan mengoptimalkan proses produksi. Reduce berarti menggunakan input yang lebih sedikit -termasuk bahan baku dan energi- sehingga pengaruhnya terhadap lingkungan hidup menjadi lebih kecil karena limbah produksi yang dihasilkan juga lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recycle atau mendaur-ulang berarti memasukkan kembali limbah produksi ke dalam sistem produksi, baik untuk menghasilkan produk yang sama seperti yang diproduksi sebelumnya, maupun untuk menghasilkan produk baru lainnya. Reuse berarti menggunakan kembali limbah produksi secara berulang-ulang untuk menghasilkan produk atau jasa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep 3R mempunyai makna yang lebih luas dari hanya sekedar aktifitas atau program, karena 3R sesungguhnya merupakan filosogi perusahaan yang 'ditularkan' ke semua jajaran karyawan. Konsep 3R tidak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan indeks produktivitas, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep 5S. Konsep 5S (sort, systematize, sweep, sanitize, self-dicipline) atau pengelolaan pabrik yang baik berasal dari bahasa Jepang (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke) yang pada dasarnya merupakan prinsip pengurangan limbah produksi melalui lingkungan kerja yang baik. Prinsip ini menyatakan bahwa lingkungan kerja yang kotor dan tidak rapi akan menciptakan ketidakproduktifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang akan lebih senang bekerja di lingkungan yang bersih dan rapi. Oleh karena itu 5S merupakan elemen inti dari 'berpikir jernih' dan 'tempat kerja yang nyaman', serta merupakan prinsip dasar bagi semua pabrik berkelas dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep 5S merupakan fondasi dari semua program pengembangan kualitas. Sering pula dikatakan bahwa jalan menuju produktivitas dimulai dari 5S. Dan melalui 5S dapat diciptakan perusahaan dengan produktivitas maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan 5S bukan hanya sekadar daftar sejumlah tindakan yang perlu dilakukan, tetapi lebih merupakan konsep terintegrasi dari serangkaian tindakan, kondisi, dan budaya. Sort (seiri) menunjukkan tindakan untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi semua item yang tidak perlu ada di tempat kerja. Systematize (seiton) merupakan tindakan untuk meletakkan semua hal yang diperlukan secara rapi.&lt;br /&gt;Sweep (seiso) juga menunjukkan tindakan untuk membersihkan tempat kerja semaksimal mungkin. Sanitize (seiketsu) adalah kondisi yang menerapkan usaha pengelolaan tempat kerja berstandar tinggi, sehingga tidak ada debu, karat, ataupun kotoran lainnya yang berserakan.&lt;br /&gt;Self-dicipline (shitsuke) adalah kondisi yang menunjuukan bahwa semua karyawan perusahaan telah menerapkan 5S di atas secara spontan dan bersungguh-sungguh, hingga akhirnya menjadi budaya perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-3426479398920060571?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/3426479398920060571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=3426479398920060571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3426479398920060571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3426479398920060571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/satu-lagi-tentang-produktivitas.html' title='Satu Lagi Tentang Produktivitas'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1911613983729186129</id><published>2007-10-22T01:14:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T01:16:47.842-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Penebang Kayu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Seorang penebang kayu bermaksud menebang suatu pohon untuk memperoleh kayunya. Beberapa saat sebelum ia menebang pohon tersebut, burung pipit yang tinggal di pohon itu bilang pada sang petani untuk tidak menebangnya. Karena hanya pohon itulah satu-satunya tempat ia menaruh sarangnya. Namun petani itu tidak peduli dan terus menebang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Beberapa saat kemudian ganti serangga yang protes karena pohon itu tempat ia hidup. Sekali lagi petani bergeming dan terus menebang pohon itu. Kemudian dia juga melihat dua ekor kucing peliharaannya. Kucing itu bermain-main di sana dan bilang bahwa pohon inilah tempat ia bermain dikala ia bosan di rumah. Untuk itu ia memohon petani untuk tidak menebangnya. Untuk kesekian kalinya petani itu tidak peduli dan masih asyik dengan pekerjaannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pada saat asyik menebang pohon itu, tanpa senganja ia mengenai dahan yang sudah tua. Ia pun terjerembab ke dalam lubang dahan itu. Dari dalam lubang itu tiba-tiba mengalir madu. Ternyata pohon yang sudah tua tersebut menjadi sarang lebah dan banyak madu di sana. Pada saat itulah ia berinisiatif untuk mengambil tempat untuk menampung madu sehingga ia bisa menjual atau memakannya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitra bisnis, orang tidak selalu peduli dengan apa yang dilakukan atau didapat yang dapat merugikan orang lain. Tetapi dia selalu memikirkan apa untungnya untuk dia sendiri. Kalau kita mau memikirkan sesuatu dalam bisnis ini, maka Anda perlu untuk memikirkan apa yang bisa menguntungkan teman bisnis, customer ataupun supplier Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi-visi itulah yang harus ada pada kita. Karena kebanyakan orang selalu memikirkan diri sendiri. Orang selalu dilahirkan dengan itikad baik. Tetapi dalam kehidupan, orang selalu ingin mementingkan dirinya sendiri, baik disadari atau tidak. Kalau kita tidak melihat apa yang dapat menguntungkan kita dari orang lain, maka orang lain akan berterimakasih dan mau berbisnis dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda lihat, meskipun kucing yang selalu menemani sang petani dalam kesehariannya, ia tetap meminta untuk tidak menebang pohon. Ketika petani merasa ada hal yang menguntungkan dirinya ketika ia melihat madu pada pohon tersebut, maka ia mengurungkan niatnya menebang pohon.&lt;br /&gt;Mitra bisnis, kita bukan orang yang egois. Tetapi dalam kehidupan bisnis, kita harus memikirkan partner bisnis, customer, dan supplier kita. Supaya mereka mendapat keuntungan dari berbisnis dengan kita. Bila mereka mendapat keuntungan untuk dirinya, maka bisnis kita akan lebih baik dan lebih langgeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1911613983729186129?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1911613983729186129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1911613983729186129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1911613983729186129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1911613983729186129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/penebang-kayu.html' title='Penebang Kayu'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4467784813733487874</id><published>2007-10-21T23:38:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:45:38.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Mulailah Menonton TV Secara Sehat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bagi sebagian anak, televisi adalah hiburan gratis yang setiap saat dengan mudah bisa ditemui. Penelitian tahun 2002 menunjukkan bahwa rata-rata anak Jakarta, dalam seminggu menghabiskan waktu menonton 30-35 jam. Saat ini, bisa dibilang televisi telah bergeser dari fungsinya sebagai media informasi dan edukasi karena didominasi tontonan hiburan yang tidak edukatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut Dr. Pinckey Triputra, dosen Fakultas Komunikasi, pasca sarjana UI, menonton TV empat jam sehari sudah tergolong sebagai heavy viewers (penonton berat). Pada anak, efeknya anak bisa terkultivasi atau terpengaruh oleh tayangan-tayangan yang ditontonnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;"Padahal banyak content TV yang bersifat pembodohan anak, mulai dari acara mistik, pornografi, serta adegan-adegan kekerasan," katanya. Selain itu, tambahnya, keberadaan siaran TV juga telah sangat dominan di dalam keluarga, sehingga terkadang menjadi penghambat komunikasi orangtua dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian mengenai dampak TV terhadap otak anak menyebutkan bahwa menonton TV dapat menghambat perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca verbal maupun memahami dan mengekspresikan lewat tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 3-10 tahun, tidak bisa membedakan antara yang nyata dan tidak nyata, lebih cepat matang secara seksual serta kegemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usia 0-3 tahun adalah usia yang paling berbahaya, karena ini adalah masa the golden age, pada usia ini otak anak baru berkembang, jika informasi yang diterimanya overload, bisa mengganggu penyambungan syaraf otak secara permanen," kata Bobi Guntarto, Ketua Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, menurut Bobi, orangtua sering salah mengerti. Mereka kerap membiarkan anak balitanya berlama-lama di depan TV agar tidak rewel. "Balita sebaiknya tidak boleh lebih dari 10 menit menonton TV. Pada usia balita, yang paling baik adalah anak dibiarkan banyak bergerak, bermain atau bernyanyi," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelamatkan anak-anak dari pengaruh buruk tayangan TV, sudah saatnya kita sebagai orangtua ikut serta mengarahkan anak dalam memilih tayangan TV yang layak tonton.&lt;br /&gt;"Pertama orangtua harus tahu dulu jenis acara yang disukai anaknya, lalu ikut menonton. Jika orangtua melihat ada materi-materi yang tidak cocok disaksikan anak-anak, ia harus menyampaikan itu ke anak-anak," ujar Bobi.&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan oleh Elly Risman, dari Yayasan Kita dan Buah Hati. "Selain sebagai jendela dunia, TV juga memiliki banyak dampak negatif," ujarnya. Elly juga menyarankan agar orangtua melakukan komunikasi dengan anak dan menyampaikan mana acara yang boleh ditonton mana yang tidak.&lt;br /&gt;Dengan banyaknya bukti betapa TV bisa memberi beragam dampak buruk, banyak keluarga yang kini sudah mulai membatasi acara TV yang boleh ditonton anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dra. Hj. Ika Dalimoenthe (41), seorang dosen Sosiologi di Universitas Negeri Jakarta, mengaku meski di rumah berlangganan TV kabel, tetapi ia tetap selektif memilih program acara. "Kami memilih hanya saluran-saluran yang menayangkan kartun," ujar ibu dua anak berusia 11 dan 14 tahun ini. Ia merasa lega karena anak-anaknya terkadang jauh lebih kritis dari dirinya terhadap acara-acara TV yang tidak pantas untuk ditonton.&lt;br /&gt;"Orangtua sebaiknya tidak asal melarang, tapi juga memberi alasan, anak balita berumur 2,5 tahun sudah bisa diajak bicara dan mengerti kok," kata ibu 3 anak dan dua cucu ini. Sejak kecil, Elly sudah membatasi waktu menonton TV untuk anak-anaknya yakni tidak lebih dari 30 menit sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Alternatif kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melarang anak menonton TV tidak akan efektif jika para orangtua tidak memberikan alternatif kegiatan yang bisa dilakukan. "Anda tidak bisa membuat no TV jika tidak punya aktivitas sampingan," kata Elly.&lt;br /&gt;Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan sebagai pengganti waktu menonton TV. Antara lain berjalan-jalan, ke perpustakaan, bersepeda, bermain, berolah raga, membantu ibu di dapur, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Jika orangtua tidak bisa terus menerus melakukan pendampingan kepada anak, ada baiknya orangtua juga memberikan informasi dan pelatihan kepada pembantu dan pengasuh anak di rumah tentang jadwal anak boleh menonton TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkurangnya waktu menonton TV, anak akan mempunyai kesempatan mempelajari dan mengalami kegiatan-kegiatan bermain yang dapat meningkatkan kecerdasan dan kemampuan motoriknya.&lt;br /&gt;Untuk menciptakan generasi anak yang lebih sehat, mari kita mulai melakukan seleksi, pengaturan dan pembatasan program TV mana saja yang layak ditonton anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye televisi sehat sedang dicoba untuk digalakkan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). Intinya, anak-anak harus dikawal ketat oleh orangtua ketika menonton televisi. Tidak hanya televisi sehat, YKAI bahkan mencanangkan Hari Tanpa Televisi pada Hari Anak tanggal 23 Juli 2006 ini. Dalam sehari itu, orangtua diharapkan dapat mengajak anak-anaknya sama sekali tidak menonton televisi.&lt;br /&gt;Kepala Divisi Informasi YKAI, Bobi Guntarto, mengatakan saat ini televisi susah dihindari anak-anak, apalagi jika mereka hanya ditunggui pengasuh saat orangtua bekerja. Karena itu, yang penting bukan melarang anak menonton televisi, tetapi mengatur dengan membatasi waktu menonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Beberapa saran mungkin berguna:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. Diusahakan tidak meletakkan televisi di kamar, terutama kamar anak, karena akan membuat anak terbiasa dengan kehadiran televisi, bahkan hingga untuk menemani tidur. Ini harus dihindari. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2. Jika mau membatasi waktu menonton, usahakan seketat mungkin. Untuk anak di bawah tiga tahun, maksimal waktu menonton adalah setengah jam sehari dengan sepuluh menit per sesinya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;3. Orangtua sebaiknya menemani anak menonton dan memilihkan saluran yang tepat meski itu sulit ditemui. Pada saat iklan, orangtua juga wajib menjelaskan. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;4. Televisi bukan alat pengganti pengasuh bayi. Jadi, jika anak sedang rewel dan menangis, sebaiknya jangan dihibur dengan televisi. Cari kegiatan lain yang lebih bermanfaat. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;5. Anak agar tidak diberi tontonan yang agresif, yang memicu anak mencontoh. Untuk anak di bawah lima tahun, tontonan agresif seperti kartun Tom and Jerry, misalnya, tidak dianjurkan. Selain belum menangkap humornya dengan tepat, anak akan dengan mudah meniru adegan pukul-pukulan di dalamnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4467784813733487874?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4467784813733487874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4467784813733487874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4467784813733487874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4467784813733487874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/mulailah-menonton-tv-secara-sehat.html' title='Mulailah Menonton TV Secara Sehat'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4565673549159975529</id><published>2007-10-21T23:36:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:45:54.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Mindset Pemimpin Strategis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Inilah salah satu isu terpenting yang acap dihadapi organisasi: anggotanya tidak mampu menyatukan pikiran mereka agar berpikir dan bertindak sebagai pemimpin-pemimpin strategis (strategic leaders). Padahal menurut Hughes, karyawan yang berpikir dan bertindak sebagai pemimpin strategis, secara individu atau sebagai kelompok, merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberhasilan jangka panjang sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Para eksekutif senior memang sudah selayaknya mempunyai mindset sebagai seorang strategic leader. Tetapi itu tidaklah memadai. Karyawan pun seharusnya juga mempunyai mindset strategis. Para karyawan tidak hanya dituntut untuk melaksanakan sebuah peran fungsional belaka, tetapi juga peran strategis dalam organisasi.&lt;br /&gt;Seorang eksekutif bertanggung jawab agar para karyawan memahami strategi organisasi dan juga bagaimana peran dan tanggung jawab mereka berkaitan dengan pelaksanaan strategi itu. Bukankah seorang karyawan harus mempraktikkan strategi yang telah ditetapkan dalam aktivitas sehari-hari mereka? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan dan implementasi strategi dapat menuai kesuksesan jika dalam lingkungan organisasi terjadi sebuah pembicaraan strategis yang berkelanjutan antara berbagai level, dari level atas sampai ke bawah.&lt;br /&gt;Diskusi strategis ini diharapkan juga bergulir antar bagian secara horizontal. Tentu ini harus didukung kepemimpinan yang kuat, sehingga karyawan memiliki visi yang sama dan sepakat terhadap prioritas yang dianggap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mindset strategis akan membantu organisasi meningkatkan daya saing karena membuka peluang kuat bagi organisasi untuk memiliki human capabilities dan human organizational abilities.&lt;br /&gt;Mindset yang salah juga sering menjadi sandungan bagi usaha perubahan yang bersifat transformasional. Jika para pemimpin tidak memiliki mindset yang dibutuhkan bagi proses perubahan yang sedang berlangsung, ini pertanda lampu merah bagi keberhasilan upaya perubahan keyakinan, pandangan, asumsi mereka tentang orang, organisasi, dan perubahan dapat menghalangi mereka untuk secara tepat merasakan dan memahami dinamika yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, mereka merespon dengan taktik dan strategi keliru. Mereka membuat keputusan yang salah, melewatkan tugas yang penting, dan memicu resistensi karyawan.&lt;br /&gt;Ketidaksadaran bahwa asumsi-asumsi mereka ini salah merupakan masalah yang gawat. Karena pemimpin memiliki otoritas dan kekuasaan, ketidaksadaran terhadap kesalahan asumsi ini dapat memiliki dampak negatif yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mindset organisasi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Argyris, sejatinya organisasi bisnis maupun non bisnis memiliki dua mindset yang dominan. Pertama, apa yang disebut dengan mindset produktif. Organisasi yang memiliki mindset ini selalu mendorong proses belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Kedua, apa yang disebut dengan mindset defensif. Organisasi yang memiliki mindset ini memandang pengetahuan hanya akan bermanfaat bila tidak bersifat mengancam atau mengecewakan individu atau departemen tertentu dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga mengenal mindset perintah dan kendali (command and control mindset) masih jamak digunakan dalam organisasi. Dalam mindset ini karyawan menggunakan tangannya, dan pemimpin menggunakan fikirannya. Keduanya tetap 'dibuat' terpisah agar tidak mengganggu produktivitas.&lt;br /&gt;Pemimpin menetapkan tujuan dan membuat rencana, karyawan yang melaksanakan. Pemimpinlah yang bertanggungjawab terhadap kinerja organisasi. Mereka yang seharusnya memecahkan masalah-masalah yang besar, seperti menangani keluhan pelanggan utama, menyalurkan dan mengendalikan informasi, membuat keputusan. Pendek kata pemimpin adalah pusat organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin dengan mindset ini mengatasi masalah motivasi dan kinerja melalui berbagai teknik perintah dan kendali: intimidasi, disiplin, dan mengandalkan otoritas, membuat model komitmen dengan jam kerja yang panjang, dan melangkah masuk untuk memperbaiki sesuatu dan memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Beda lagi dengan 'pemimpin berbasis kinerja' (performance-based leaders) yang membantu orang lain dengan mindset "saya memiliki tempat ini". Mereka melakukan ini dengan menciptakan lingkungan agar karyawan berfikir dan bertindak seperti pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemilik melakukan apapun yang diperlukan untuk memuaskan pelanggan dan menjalankan bisnis sehingga menjadi lebih baik di masa datang. Pemimpin dengan ownership sebagai mindset akan melihat setiap masalah atau inisiatif sebagai kesempatan kepemilikan (ownership opportunity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Transformasi mindset&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementra itu Andrew Spanyi menyodorkan cara yang efektif untuk mentransformasikan apa yang disebutnya sebagai The Traditional Functional Mindset melalui Enterprise Business Process (EBM) dan mempraktikkan Enterprise Business Process Management (EBPM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EBM memfasilitasi ekspresi yang singkat tapi jelas mengenai tujuan dan arah strategi. Bahasa yang relatif sederhana dari proses bisnis ini memungkinkan pemimpin untuk menghindari penggunaan jargon-jargon yang berlebihan dan membuat tujuan dan arah strategi lebih mudah dipahami oleh semua lapisan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Juga dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dan saling ketergantungan antar kelompok dalam organisasi sehingga setiap kelompok dapat lebih saling memahami satu dengan yang lainnya dalam proses bisnis yang pada akhirnya dapat menciptakan nilai bagi pelanggan dan pemegang saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4565673549159975529?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4565673549159975529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4565673549159975529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4565673549159975529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4565673549159975529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/mindset-pemimpin-strategis.html' title='Mindset Pemimpin Strategis'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1155569109810575421</id><published>2007-10-21T23:33:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:35:46.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Meningkatkan Produktivitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Waktu adalah alat penyeimbang yang paling hebat, karena setiap orang punya angka yang hampir sama setiap harinya. Tapi bagi kebanyakan pekerja, waktu yang tersedia umumnya jauh lebih sedikit dari yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tugas. Meski begitu, dengan kreativitas, kita bisa menyelesaikannya dengan lebih cepat. Termasuk tugas-tugas penting, yang mempercepat keberhasilan Anda.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;u&gt;Mulai dengan terfokus&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pekerjaan menumpuk, kita pasti langsung dihinggapi stress. Tapi saat kits merasa tugas yang dihadapi menyenangkan, tekanan itu akan hilang dan kita mampu bekerja dengan cepat. Untuk itu, ambillah beberapa menit untuk menenangkan did dan mengorganisir pikiran. Layaknya bermeditasi, kosongkan pikiran, fokuskan, lalu tingkatkan enerji dan perspektif kita. Cara ini akan membantu kita lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Isi hari dengan berbagai ide&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah sebuah kertas - apa saja, lalu tulis apapun yang harus dikerjakan hari ini. Biarkan pikiran Anda berputar, dan tuliskan semua. Sebagai hasil kreatif, jangan pernah mengkritik ide-ide Anda sendiri - jangan mencari hal-hal yang tak bisa atau tak harus Anda lakukan. Intinya, semua hal penting sudah di tulis di kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Buat daftar aturan 80/20&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah aturan 80/20 yang harus dipatuhi. Ingat, 80 persen adalah tugas yang diselesaikan dan 20 persennya yang tengah diusahakan. Langkah ini akan membuat hari-hari Anda terfokus, untuk menyelesaikan semua tugas sesuai tenggat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kelompokkan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk setiap aktivitas yang kurang lebih sama, Anda bisa mengelompokkannya ke dalam satu kategiori. Cara ini akan membuat lebih terfokus dan temotivasi dalam mengerjakannya, atau mungkin akan membuat Anda sadar bahwa pekerjaan itu tak seberat yang diduga. Buat pertanyaan-pertanyaan juga membantu kita mendapatkan hasil yang diinginkan, terutama jika tugas itu tak terlalu kita sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pisahkan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisahkan setiap kelompok yang ada di daftar itu. Pecahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga kita tetap bisa menyelesaikannya satu persatu. Seberapa besar tugas yang dikerjakan, tergantung cara kerja Anda. Misalnya, setiap pekerjaan harus kita selesaikan dalam waktu 15 menit hingga satu jam, atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Buat daftar prioritas&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritaskan setiap tugas di daftar. Sederhananya, lihat daftar dan tanya diri sendiri 'di sore hari nanti, apa yang terakhir ada di daftar dan jika selesai, apa dampak positif bagiku?' Jawabannya akan menjadi prioritas pertama Anda, terus lalukan pertanyakan pada tugas-tugas lain di daftar itu - hingga semuanya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jadualkan aktivitas itu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memisahkan tugas satu persatu, jadwalkan berapa lama harus selesai. Tepati jadwal itu. Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan tugas paling penting dikerjakan lebih dulu, begitu juga dengan yang kedua dan seterusnya. Anda juga bisa menjadwalkan prioritas utama itu, pada jam-jam paling produktif. Kapan jam produktif itu, hanya Anda sendiri yang mengetahuinya. Intinya, lakukan tugas terberat pada saat Anda tengah bersemangat. Meski membuktikan keseriusan kita, namun bila kita mengerjakan tugas berat di pagi hari (waktu produktif paling umum banyak orang) berarti kita tengah menempuh risiko besar - sebab bisa jadi pekerjaan lainnya tersisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Biarkan mengalir&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati mencuri waktu dengan mengerjakan hal lain, bila ingin aturan 80/ 20 ditepati. Pastikan untuk memprioritaskan dan mengevaluasi tugas baru yang datang. Jangan mengorbankan waktu dengan menggantinya dengan tugas yang tak terlalu penting. Di saat yang sama, tetap buka pikiran dan kemauan untuk terus mengerjakan tugas-tugas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Selesaikan dalam satu hari&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepati daftar dan jadwal yang telah dibuat, jangan biarkan satu tugas berat mengorbankan tugas lainnya. Upayakan untuk selesai di hari yang sama, sehingga perhatian Anda terkonsentrasi pada tugas itu. Pindahkan semua hal yang bisa mengganggu konsentrasi Anda. Kalau perlu, Anda bisa mengambil lembur agar Anda dapat bekerja tanpa gangguan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1155569109810575421?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1155569109810575421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1155569109810575421' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1155569109810575421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1155569109810575421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/meningkatkan-produktivitas.html' title='Meningkatkan Produktivitas'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-2784241026265287231</id><published>2007-10-21T23:31:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:32:57.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Menggapai Impian di Tengah Krisis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Power words ini mendorong kita untuk mempunyai mimpi. Layaknya sebuah mimpi, ini tentu jauh dari kenyataan pada saat ini. Mimpi itu untuk&lt;br /&gt;membakar api motivasi dalam dada. Tapi seberapa tinggi mimpi itu harus digantungkan agar motivasi tetap terpelihara?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mimpi adalah tujuan jangka panjang, mirip sebuah visi. Untuk mencapainya diperlukan tonggak-tonggak (milestones),yang tentu saja harus realistik. Demikian pula bagi sebuah karier. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kunci untuk membuat tujuan jangka pendek dan jangka menengah untuk sebuah karier adalah SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Timely. Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah ini, tapi untuk menyusun sebuah tujuan, karier terasa sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pertama, specific, berarti dalam merumuskan tujuan, mesti dijabarkan secara rinci. Janganlah hanya bersifat umum saja. Misalnya meningkatkan network. Pernyataan ini saran terlalu umum. Harus dijabarkan katakanlah menjadi mengikuti pertemuan organisasi profesi setiap bulannya. Demikian pula jangan hanya meningkatkan Bahasa Inggris, tapi misalnya mengikuti conversation class di Lembaga X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, haruslah measurable. Tujuan haruslah merupakan sesuatu yang konkret dan dapat diukur seberapa besar kemajuannya. Misalnya, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui peningkatan TOIEC, katakanlah meningkat 100 poin. Ketiga, achievable. Tujuan ini haruslah masuk akal dan jangan menyia-nyiakan diri terjerembab dalam jurang kegagalan. Artinya, perhitungkan nsiko kegagalan dalam porsi yang moderat. Jika ingin melanjutkan studi, sementara Anda bekerja dan sudah berkeluarga, perhitungkan waktu yang tersedia, sehingga Anda dapat memperkirakan secara tepat berapa lama studi itu dapat Anda selesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, realistic. Jujurlah pada diri sendiri. Pikirkan segala kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, bersikaplah realistis dalam menetapkan tujuan berdasar kondisi pada saat ini. Kelima, timely.Tujuan mesti mempunyai tenggat waktu, dan jangan terlalu jauh ke depan. Pola ini perlu dilakukan agar kita dapat memfokuskan diri dalam mencapai tujuan. Karena tanpa tenggat waktu, tidak ada sense of urgency, tidak ada pula alasan untuk mengambil tindakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan itu harus dituliskan. Buatlah menjadi semacam kontrak psikologis dengan diri Anda. Jika Anda telah mencapai tujuan yang telah dituliskan itu, berikanlah reward terhadap diriAnda sendiri. Sebaliknya, jika Anda tidak mencapai, hukumlah diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritahukan tujuan itu kepada lingkungan sosial terdekat, keluarga, pacar, teman, atau siapa saja yang dekat dengan Anda. Ciptakan suasana sebuah psikologis, agar Anda selalu teringat jika bertemu mereka, dan merasa malu bila Anda tidak harus melakukannya. Jika perlu, berilah semacam penanda terhadap tujuan itu. Misalnya, menempelkan power words di dinding kamar yang dapat diasosiasikan dengan tujuan Anda. Berikutnya, Anda dapat memecah tujuan besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dijangkau. Kaitkan hari-hari penting Anda, ulang tahun diri Anda, ulang tahun pacar, atau ulang tahun pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, harus diingat tujuan pengembangan karier bukanlah sekadar mengembangkan kompetensi untuk meningkatkan kemampuan diri. Ibaratnya Anda tidak boleh banyak mengembangkan produk, tanpa ada upaya untuk memasarkannya. Inilah yang tidak boleh terlewatkan: memasarkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Dalam dinamika lingkungan karier yang semakin kompetitif, Anda harus mengikuti gelombang besar kecenderungan dalam dunia karier: mengemas diri Anda, layaknya sebuah produk; dan memasarkan secara terencana, sistematis, dan proaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah apa yang mesti disiapkan? Pertama, memahami Anda sendiri. Kedua, memahami pasar tempat Anda berkarier. Ketiga, memahami siapa yang akan menerima jasa Anda. Dalam memahami diri, tentu yang paling penting adalah mengevaluasi kelebihan dan kekurangan. Pertimbangkan dan pikirkan dari poin-poin itu, mana saja yang dapat disodorkan sebagai keunggulan kompetitif Anda dalam persaingan.Temukan sisi-sisi dari diri Anda, yang menarik bagi pemakai jasa Anda.Temukan brand Anda. Pilih ciri-ciri yang merupakan kelebihan Anda dibanding orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami dengan baik pasar Anda. Apakah yang dibutuhkan oleh industri? Bagaimana kecenderungannya? Bagaimanakah kompetisinya? Adakah kebutuhan-kebutuhan spesifik untuk profesi atau jalur karier Anda? Dalam menghimpun informasi ini, tidak hanya dari informasi yang terpublikasi, tapi yang penting juga dari network Anda.&lt;br /&gt;Tentu saja Anda tidak boleh melewatkan siapa yang akan memakai jasa Anda. Telusuri perusahaan-perusahaan yang kemungkinan membutuhkan Anda di sate sisi, dan di sisi yang lain Anda juga mempunyai minat. Cermati dengan baik bagaimana visi dan budaya yang hidup dalam perusahaan itu. Apakah Anda sudah sepakat dengan visi mereka dan merasa cocok dengan budaya mereka? Kesamaan visi dan kesesuaian budaya (cultural fitness) sangat penting. Karena kedua faktor ini sangat menentukan kesuksesan berkarier di perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sebuah aktivitas pemasaran,Anda harus memiliki marketing kit. Dan marketing kit yang utama bagi Anda adalah CV Anda. Tuangkan pengalaman Anda terutama kekuatan yang terkait dengan posisi yang sedang Anda inginkan. Usahakan tidak terlalu panjang, enak dibaca, dan sistematis. Dan salah satu titik yang paling krusial adalah, dalam proses interview. Interview mirip dengan ujian, seberapa jauh CV Anda berkata yang sebenarnya tentang diri Anda. Siapkan jawaban jawaban yang bertumpu kepada tiga pertanyaan dasar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapatkah Anda bekerja dengan baik, bagaimana Anda dapat mengetjakannya dengan baik, dan terakhir bagaimana Anda memenuhi harapan perusahaan. Selamat menggapai impian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-2784241026265287231?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/2784241026265287231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=2784241026265287231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2784241026265287231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/2784241026265287231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/menggapai-impian-di-tengah-krisis.html' title='Menggapai Impian di Tengah Krisis'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-6972619615239811829</id><published>2007-10-21T23:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:31:15.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Mengajarkan Anak Dermawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setiap kali Wanda melihat pengemis, muncul rasa ibanya. Ia seakan-akan ingin langsung menyerahkan uang receha yang berada di kantung celananya. Rasa empatinya cukup tinggi. Memang sejak kecil Wanda sudah dilatih oleh orangtuanya untuk memberi bantuan bagi fakir miskin dan anak-anak yatim piatu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Karena itulah, meski usianya baru lima tahun, ia tidak merasa canggung untuk memberikan uang atau barang yang dimilikinya. Jiwanya reflek ketika melihat pengemis, atau anak-anak gelandangan, maka ia langsung mengeluarkan uang recehnya. Namun, lain halnya dengan Anto, bocah seusia Wanda. Setiap ia melihat orang-orang yang kurang beruntung, seperti pengemis atau anak-anak di panti asuhan. la cuek saja. Seakan-akan jiwanya tidak memiliki rasa kepedulian sosial. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Memang setiap anak tidak ada yang sama. Tapi sungguh bahagia jika anak kita mempunyai sikap seperti Wanda. Apa yang dilakukan Wanda sangat baik. Tapi, bagaimanakah caranya mengajarkan putra-putri agar tidak memberikan uang kepada sembarang orang? Lalu, bagaimana pula caranya untuk terus menumbuhkan sifat dermawan atau penolong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Devi Retnowati, MSc, Psikolog dan Pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Paramadina, Jakarta, sebenarnya anak yang berusia lima tahun adalah anak yang masih segar-segarnya diajarkan pendidikan yang baik. Pada usia 3 hingga 5 tahun, anak biasanya akan mengikuti apa yang dilihatnya. Misalkan, Ibu ingin mengajarkan anaknya agar mempunyai sifat dermawan, maka si Ibu ini yang harus memberikan contohnya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, si anak akan mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh ibunya itu. "Seandainya, si ibu tadi memberikan uang pecahan seribu rupiah, maka si anak tersebut juga akan memberikan uang yang sama," jelas Devi. Akan tetapi, lanjut Devi, contoh-contoh ini jangan dipraktekkan sesering mungkin. Karena dikhawatirkan nantinya si anak akan beranggapan lain. Yakni, hatinya akan mengatakan, jika dirinya bertemu dengan so sok pria maupun wanita, orangtua, dewasa dan anak-anak yang menggunakan baju compang-camping, mereka semua itu harus diberikan uang. Padahal, belum tentu mereka itu memerlukan bantuan ini. Ada yang lebih memerlukan lagi selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, agar anak tidak selalu memberi pada siapapun, sebaiknya orang tua mengajarkan kepada putra-putri. Orangtua bisa kok memberitahukan anak agar memilih siapa-siapa saja yang pantas mendapatkan bantuan. Coba Anda ungkapkan kriteria orang-orang yang berhak mendapat bantuan. Dengan ucapan yang lembut, katakan kepada si kecil bahwa pengemis yang berada di emperan jalan itu pantas diberikan bantuan. Pengemis itu mempunyai badan kurus, kerempeng, sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika menemukan seorang pengemis yang terlihat segar bugar, fisiknya gemuk, kekar, sebaiknya jangan diberikan. Lebih baik dana yang akan disumbangkan tersebut dialihkan kepada orang yang lebih membutuhkan. "Dengan kriteria yang Anda ungkapkan, maka secara tidak langsung orangtua mengajarkan pendidikan penggunaan uang dengan baik dan benar pada anak," papar Devi. Selain itu, lanjut Devi, cara yang diterapkan orangtua adalah tidak menerapkan penggunaan uang yang royal. Artinya, orangtua ikut mengkondisikan agar si buah hati melihat dan mengerti mana yang perlu didahulukan dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memberikan pengertian di atas, bisa juga orangtua melakukan cara, yakni membawa buah hati kita ke panti-panti asuhan dan panti jompo. Berilah kesempatan pada si kecil untuk melihat sekeliling panti tersebut. Sambil melihat, Anda sebagai orangtua dapat memberikan pen jelasan, mengenai kedatangan mereka di panti asuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tujuan Anda membawa si kecil ke panti asuhan atau panti jompo tidak lain, agar si anak mempunyai naluri yang dalam serta memiliki jiwa kasihan. Anda bisa mengatakan pada anak-anak bahwa, "Teman-teman yang berada di sini tidak mempunyai orangtua. Mereka sudah pisah dari ibu-bapaknya. Kasihan ya. Sangat-sangat kasihan. Bagaimana kalau kita memberikan sumbangan baju kepada mereka. Setuju?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan yang dilontarkan dengan sebuah pertanyaan kepada si kecil, bisa jadi akan menyentuh perasaannya. la akan mengatakan, iya sebagai tanda setuju dengan ucapan Anda. Lantas, bagaimanakah jika si buah hati tidak mempunyai jiwa menderma? Sebagai orangtua, Anda jangan bingung, bersikaplah tenang. Di sini yang perlu dilakukan, yaitu menanyakan dan memberikan gambaran kepada si kecil mengenai keadaan orang yang tidak mempunyai apaapa. "Sayang, coba rasakan jika tidak makan dari pagi sampai siang. Bagaimana? Tentu merasa lapar dan sedih bukan?," contoh Devi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, perkataan dari hati ke hati inilah yang harus dilontarkan. Dengan demikian, alunan nada bicara tersebut dapat dimengerti oleh putra-putri kita. Jangan sekali-sekali melarang anak jika ingin menyumbangkan uangnya kepada orang lain. Sebab jika hal ini terjadi maka dikhawatirkan, perasaan dan sikap anak-anak akan 1untur secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sikap dan perasaan anak untuk menderma sudah luntur, maka sebagai orangtua juga akan mengalami kerepotan di kemudian hari nanti. Untuk membangkitkan rasa dermawan anak, sebagai orangtua jangan bersikap tidak konsisten. Misalkan, sang ibu memerintahkan kepada anaknya, agar menyisihkan uangnya untuk beramal. Sedangkan di depan anaknya, si ibu tidak konsisten dalam menyisihkan uangnya untuk beramal kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-6972619615239811829?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/6972619615239811829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=6972619615239811829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6972619615239811829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6972619615239811829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/mengajarkan-anak-dermawan.html' title='Mengajarkan Anak Dermawan'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7356310424705391274</id><published>2007-10-21T23:28:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:29:24.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Menciptakan Nilai Tambah Dengan MAKE</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jika good corporate government (GCG) dipakai untuk menilai perusahaan dengan kinerja baik, kini muncul penilaian terhadap organisasi dan perusahaan yang dilihat dari tingkat kesuksesan mereka dalam mengelola strategi berbasis pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Most Admire Knowledge Enterprise (MAKE) atau studi tentang perusahaan berbasis pengetahuan yang paling dikagumi di Indonesia ini adalah ajang mengukur komitmen dan kematangan organisasi dan perusahaan dalam mengelola manajemen berbasis pengetahuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi MAKE memberi manfaat bagi organisasi-organisasi yang ingin mengetahui tingkat kesuksesan mereka dalam hal strategi pengetahuan jika dibandingkan dengan para pesaing atau perusahaan-perusahaan dunia yang berperan sebagai pendorong pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian tingkat manajemen berbasis pengetahuan pada organisasi dan perusahaan akan mendorong para pemimpin organisasi nirlaba dan bisnis ini untuk menciptakan intellectual capital (modal intelektual) yang tangguh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah modal intelektual yang dimaksud? Tidak lain dan tidak bukan mereka adalah sumber daya manusia perusahaan yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi dan nilai tambah pada perusahaan.&lt;br /&gt;"Cara ini menstimulasi dan menilai bagaimana suatu organisasi dan perusahaan mengelola knowledge seseorang menjadi keunggulan," ujar Andiral Purnomo, Direktur Indonesian MAKE Study.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan perusahaan menciptakan nilai tambah melalui pekerja yang berpengetahuan juga menjadi pertimbangan apakah suatu organisasi dan perusahaan telah mampu mengelola manajemennya.&lt;br /&gt;Karena sumber daya manusia atau karyawan yang disebut sebagai pekerja berpengetahuan bagi mereka bukan lagi menjadi alat produksi, tetapi sebagai manusia seutuhnya yang memiliki semangat berkontribusi dan terus-menerus melakukan inovasi kepada perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menjadi pembelajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat inilah yang mendorong perusahaan untuk terus menerus menginvestasikan dana mereka untuk salah satunya mendorong karyawan menjadi pembelajar, berkontribusi, dan berinovasi dengan terobosan. "Perusahaan menyadari bahwa knowledge worker ini menjadi salah satu kekuatan perusahaan," ujarnya.&lt;br /&gt;Dua kali Indonesian MAKE Study digelar selama dua tahun berturut-turut. Dunamis Organization Service bekerja sama dengan Teleos Inggris, sebuah badan penelitian mandiri di bidang manajemen berbasis pengetahuan dan modal intelektual di Inggris, dan BEJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleos sendiri telah menggelar ajang ini sejak 1998 bekerja sama dengan The KNOW Network, komunitas organisasi seluruh dunia berbasis Internet yang berdedikasi menggapai kinerja superior melalui benchmarking, jaringan, dan pola strategi berbagi pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benchmarking dapat dilakukan salah satunya bercermin pada pemenang MAKE ini. Pada tahun lalu PT Unilever Indonesia Tbk menjadi pemenang MAKE Asia 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini sebanyak 67 nominasi yang dikelompokkan pada masing-masing organisasi perusahaan, yaitu bank sentral, jasa, industri, infrastruktur, keuangan, pendidikan, pertambangan, dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 15 finalis akan maju ke tahap seleksi 2006 Indonesian MAKE Study yaitu PT Anugrah Argon Medica, PT Astra International Tbk, Asuransi Astra, Bank Danamon, Bank Indonesia, Bank Muamalat, Bank Biaga, BCA, PT Bintang Toedjoe, Kelompok Kompas-Gramedia, Medco E&amp;amp;P Indonesia, PT Telkom Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Wijaya Karya, dan PT Excelcomindo Pratama Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah perusahaan yang masuk dalam penilaian yang memiliki delapan kategori, yaitu menciptakan budaya perusahaan yang didorong oleh pengetahuan, mengembangkan knowledge workers melalui kepeimpinan manajemen senior, dan menyajikan produk atau jasa atau solusi yang berbasis pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian selanjutnya adalah memaksimalkan modal intelektual perusahaan, menciptakan lingkungan untuk berbagi pengetahuan secara kolaboratif, menciptakan suatu organisasi pembelajaran, memberikan nilai berdasarkan pengetahuan tentang pelanggan, dan mentransformasikan pengetahuan perusahaan menjadi nilai bagi pemegang saham. "Akan dilihat apakah kinerja mereka menurun, juga aktivitas mereka dalam mengelola aset apakah bagus atau tidak, kalau tidak mereka akan turun," Andiral menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, penilaian akan ditentukan dengan nilai tambah mereka dalam bentuk keuntungan perusahaan yang dilihat pada neraca rugi laba. Sedangkan untuk organisasi dan perusahaan nonprofit ditentukan oleh kinerja dan sejauh mana manfaat dan kekayaan pemegang saham atau kemaslahatan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimanapun hasilnya masih dipertimbangkan dengan tujuh kriteria lainnya. Misalnya bagaimana budaya perusahaannya, sumber daya manusianya maupun produk mereka. "Selanjutnya bagaimana kemampuan mereka memaksimalkan intellectual capital, dan kemampuan menciptakan nilai tambah," kata Andiral menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7356310424705391274?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7356310424705391274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7356310424705391274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7356310424705391274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7356310424705391274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/menciptakan-nilai-tambah-dengan-make.html' title='Menciptakan Nilai Tambah Dengan MAKE'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-6391636948787770544</id><published>2007-10-21T23:25:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:26:00.622-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Memompa Kreativitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam situasi pasar yang kompetitif, inovasi mendapat kedudukan yang terhormat. Agar dapat bertahan dan menang, perusahaan mengandalkan inovasi, yang dapat berupa inovasi produk, inovasi layanan, inovasi sistem, dan berbagai inovasi lainnya. Terkadang inovasi memang membutuhkan teknologi yang tinggi, dan dibutuhkan orang yang pintar agar dapat menelurkan produk-produk inovatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Lingkungan bisnis TI, telekomunikasi, otomotif, dan sejenisnya memang membutuhkan kepintaran ekstra untuk melakukan inovasi. Tetapi sering pula inovasi bercerita tentang hal-hal yang sangat sederhana. Post-It yang legendaris bukanlah hal yang rumit. Banyak inovasi yang sebenarnya bukan menjadikan tambah canggih, tetapi menjadi makin sederhana. Karena tujuan inovasi adalah membuat hidup lebih mudah. Ketika Kodak menguasai dunia dengan kamera yang serba canggih untuk para profesional, Canon justru mengeluarkan kamera kompak untuk orang amatiran. Lantas dari mana datangnya inovasi? Kreativitas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kreativitas bukan hanya dibutuhkan untuk inovasi yang sifatnya breakthrough saja, tapi juga perbaikan yang berkesinambungan seperti dalam konsep Kaizen. Bagi seorang karyawan, kreativitas dapat membantu meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dan kesuksesan dalam karier atau pekerjaan. Karyawan yang kreatif akan selalu hadir dengan gagasan-gagasan baru agar ia dan juga perusahaan dapat melaksanakan aktivitasnya dengan lebih efektif dan efisien. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Masih banyak yang berpikir bahwa kreativitas bukanlah hal yang terlalu penting bagi mereka. Mereka mengasosiasikan kreativitas yang tinggi hanya diperlukan untuk bagian-bagian tertentu organisasi, sementara bagian-bagian lainnya tidak memerlukannya. Misalnya, orang-orang yang bekerja di bagian pemasaran, penjualan, desain, atau pengembangan produk sajalah yang memerlukan kreativitas yang tinggi. Bagian-bagian yang lain, seperti akuntansi atau administrasi tidak memerlukan kreativitas yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Benarkah demikian? Bukankah sebuah perusahaan dituntut untuk selalu mampu menciptakan ide-ide baru dan juga cara-cara baru untuk melakukan segala sesuatunya lebih baik? Dengan demikian kondisi ini menuntut karyawan yang selalu siap dengan ide-ide baru. Bukankah sistem akuntansi dan administrasi perusahaan juga perlu secara berkala diperbarui agar dapat secara optimal mendukung aktivitas operasional perusahaan? Berarti kreativitas diperlukan di semua sudut perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kreativitas yang tinggi menjadikan posisi tawar menawar meningkat, yang amat mendukung lancarnya karier. Tetapi ingat, kreativitas bukanlah sesuatu yang netral, dan harus diletakkan dalam konteks tertentu. Kreatif dalam konteks pekerjaan berarti melakukan sesuatu yang baru untuk memberi nilai tambah bagi perusahaan. Ini dapat berarti pendekatan baru terhadap misalnya efisiensi produksi, mengelola dinamika karyawan, dan pelayanan kepada pelanggan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Karena tidak jarang pula ada kreativitas yang tidak memberi nilai tambah bagi pelanggan.&lt;br /&gt;Mitos yang menyatakan bahwa kreativitas hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, adalah keliru. Sebaliknya kreativitas dapat ditumbuhkembangkan pada setiap orang melalui proses yang sifatnya bertahap. Sebuah penelitian menunjukkan, pemimpin yang memberikan stimulasi intelektual dan mendorong bawahannya untuk berpikir lebih terbuka dapat meningkatkan kreativitas bawahannya. Kreativitas juga dapat ditumbuhkan melalui pelaksanaan tugas yang dilakukan bersama-sama dengan orang lain. Kerjasama dengan orang lain dalam sebuah tim, terutama yang memiliki latar belakang yang beragam, dapat mendorong kreativitas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kreativitas berarti keberanian untuk mengambil risiko, karena mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan hasilnya belum pasti. Tentu lebih aman jika memakai metode lama yang hasilnya sudah teruji. Ini berarti harus lebih berani melakukan kekeliruan secara berlebihan. Tentu saja harus mempertimbangkan segala risiko dan konsekuensi dengan cermat terlebih dahulu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Agar kreativitas meningkat, kita harus rajin mempelajari hal-hal baru. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, berdiskusi, atau bergabung dengan milis atau asosiasi profesi. Tidak jarang solusi untuk memecahkan suatu masalah terinspirasi dari hal-hal yang baru dipelajari tersebut. Tidak ada salahnya pula jika seorang karyawan bergabung dengan bagian lain yang berbeda dengan latar belakang yang dimilikinya. Misalnya orang produksi yang bergabung di bagian pemasaran agar memperluas wawasannya dan mendapatkan ide-ide baru.&lt;br /&gt;Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu tumbuh dan berkembangnya kreativitas di tempat kerja. Para karyawan dapat didorong untuk mengemukakan ide-ide perbaikan bagi perusahaan. Banyak karyawan yang sebenarnya penuh dengan ide-ide kreatif takut mengemukakan idenya karena kuatir tidak diterima atau bahkan dianggap tidak masuk akal. Tentu lingkungan sangat mempengaruhi, jika lingkungan terbuka dapat lebih memancing kreativitas. Lantas, jika menghadapi masalah ini langkah apa yang mesh dilakukan? Kemaslah ide dengan sangat menarik. Tentu ini membutuhkan kompetensi untuk mempersuasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Banyak sekali ide baru yang pada mulanya kelihatan tidak biasa bagi kebanyakan orang ternyata di kemudian hari dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Leonardo Da Vinci adalah sosok orang yang kreatif, yang pada jamannya mungkin dianggap jago mengkhayal. Namun khayalannya pada saat ini banyak yang menjadi kenyataaan. Ide-ide ini hanya dapat muncul dari orang-orang kreatif yang memang secara terus-menerus mau mempelajari hal-hal baru dan tidak mudah menyerah oleh kesulitan yang dihadapi. Sudah siapkah Anda menjadi orang kreatif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-6391636948787770544?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/6391636948787770544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=6391636948787770544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6391636948787770544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6391636948787770544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/memompa-kreativitas.html' title='Memompa Kreativitas'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4493588272165490268</id><published>2007-10-21T23:23:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:26:28.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Membangun</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kompetisi memang perlu terus dijaga agar selalu ada lawan tanding untuk mengukur kemampuan perusahaan, sekaligus untuk membuat segenap personel perusahaan selalu waspada. Kompetisi juga membuat perusahaan terus waspada pada perubahan lingkungan bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi beberapa tahun lalu masih menyisakan memori yang kurang mengenakkan. Semua pihak masih was-was. Perbankan dan pemerintah, dan bahkan juga pelaku bisnis properti, menjadi lebih berhati-hati untuk mengembangkan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tetapi apakah kehati-hatian yang sangat tinggi tersebut perlu terus berlanjut? Apakah lalu pembangunan perlu direm? Tentu saja tidak, karena masyarakat, pemerintah, dan pelaku bisnis memerlukan pembangunan properti secara terus-menerus. Pelaku bisnis peroperti, seperti juga PT Bakrieland Development, harus terus membangun. Dengan terus membangun maka perusahaan bisa terus bertahan dan tetap maju &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebaliknya, perusahaan bisa "terbunuh" jika tidak melakukan dan mendorong kemajuan bisnisnya, meskipun situasi sedang sulit. Beberapa kemungkinan terburuk terjadinya situasi "terbunuh" atau "saling bunuh' dalam kompetisi bisnis adalah: "terbunuh" kompetitor, "terbunuh" perubahan lingkungan kompetisi, atau "terbunuh' diri sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan pertama, yaitu "terbunuh" oleh kompetitor merupakan kondisi yang paling mudah terlihat, dan oleh karena itu selayaknya kondisi ini paling mudah untuk diantisipasi dan diatasi. Agar tidak terbunuh oleh kompetitor maka pengelola perusahaan dan segenap personilnya perlu terus menerus melakukan penyempurnaan strategi kompetisi berdasarkan rumusan competitor insight dan customer insight yang cermat. Tidak cukup lagi perusahaan 'hanya' sekadar menyusun marketing plan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusun strategi kompetisi harus didahului dengan proses memahami secara detail kebutuhan, keinginan dan ekspektasi konsumen serta program promosi yang lebih diterima dan disukai konsumen. Melalui competitor insight maka akan diperoleh pemahaman mendalam atas profil kompetitor dan rencana pergerakannya secara lebih dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana gerakan kompetitor meliputi rencana peluncuran produk baru, promosi dan bahkan perubahan personil kompetitor. Melalui customer insight dapat diketahui pula keinginan dan harapan konsumen, serta. Melalui customer insight dapat diketahui dengan tepat apa saja keinginan dan harapan sang pelanggan, sehingga akhirnya dapat dibuat produk atau jasa sesuai dengan keinginan pelanggan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua, perusahaan dapat "terbunuh" oleh perubahan lingkungan kompetisi. Jika semua sekolah menetapkan kebijakan bahwa murid-muridnya harus memakai sepatu seragam yang disediakan khusus oleh sekolah, maka akan "mati"-lah produsen sepatu yang sudah memproduksi sejumlah besar model sepatu sekolah untuk tahun ajaran baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan ketiga, "terbunuh" oleh diri sendiri. Ini tidak berarti bunuh diri. Perusahaan bisa saja terjebak oleh pengalaman masa lalunya sendiri. Pola pikir 'mengencangkan ikat pinggang' yang berarti menekan habis pengeluaran biaya tidak bisa disandarkan pada asumsi bahwa telah terjadi keborosan di masa lalu. Karena kalau semata alasan itu saja yang mendasari pengencangan ikat pinggang, bisa jadi 'perut' perusahaan benar-benar 'kepencet' dan perusahaan akan benar-benar kempes dan malah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, dengan hanya menengok ke masa lalu, tidak mungkin terjadi perkembangan radikal yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh sebuah bisnis yang sedang menghadapi persaingan sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya mematok pertambahan pendapatan tahun ini sebesar 10% dari pendapatan yang diperoleh tahun lalu, maka tidak mungkin sebuah usaha kecil yang tadinya hanya beternak jangkrik kini dapat sukses memperluas bisnisnya menjadi eksportir sarang burung walet dan bahkan sudah pula mempunyai pabrik pengolahan buah kaleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Agar tidak terbunuh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak ada perusahaan dan personelnya yang mau 'terbunuh'. Semuanya pasti ingin sukses bersaing. Hanya saja kesuksesan bersaing tidak datang begitu saja. Perlu dilakukan berbagai hal seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Berpikir inovatif&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak tim kerja untuk duduk bersama dan melakukan brainstorming atas tren yang akan terjadi di masa depan merupakan salah satu cara untuk memacu pemikiran yang berbeda, yang inovatif, yang out of the box. Dengan cara ini pulalah peternak jangkrik tadi bisa sukses menjadi eksportir dan pemilik pabrik pengolahan pangan. Tentu saja dalam hal ini diperlukan komitmen perusahaan untuk menghargai ide-ide yang muncul, dan mendukung ide baru yang telah disetujui tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Menciptakan value&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang beranggapan bahwa perusahaannya pasti akan tetap jaya karena ia lebih berkompeten daripada kompetitor, maka perusahaan ini menghadapi masalah. Dewasa ini kompetensi saja tidaklah cukup, karena kompetitor pun dapat meningkatkan kompetensi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku bisnis harus mampu memberikan cita rasa atau value tersendiri pada produknya. Oleh karena itu kompetensi yang ada harus dilengkapi pula dengan kreativitas dan kemampuan untuk menciptakan value.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar membangun dan terus membangun tidak hanya merupakan sarana agar "tidak terbunuh", tetapi juga merupakan cara agar perusahaan tetap eksis dan bermanfaat buat stakeholder-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4493588272165490268?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4493588272165490268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4493588272165490268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4493588272165490268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4493588272165490268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/membangun.html' title='Membangun'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-4790331806141335724</id><published>2007-10-21T23:21:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:27:05.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Membakar Kapal</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di dalam hidup ini, kita semua mempunyai kesempatan untuk mundur, berdiam diri atau maju. Bagaimana agar kita bisa punya keberanian untuk terus maju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu, hidup seorang raja yang sangat dicintai rakyatnya. Beliau memerintah dengan adil dan bijaksana. Daerah kekuasaannya semakin hari semakin meluas, karena daerah-daerah lain yang mengetahui kepemimpinannya yang bijaksana, dengan sukarela mengabungkan diri ke dalam kerajaan tersebut. Namun rupanya ada raja-raja di daerah lain yang iri dengan raja tersebut. Mereka merasa semakin hari semakin terdesak dengan kepemimpinan raja yang adil tersebut. Akhirnya, suatu hari, mereka berhasil merebut sebuah pulau kecil milik sang raja bijaksana, yang memang terletak di ujung dan tidak begitu dijaga dengan kuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sang raja bijaksana lalu memerintahkan bala pasukannya untuk merebut kembali pulau tersebut. Pasukan pertama yang dikirim gagal. Demikian pula pasukan kedua, ketiga, dan keempat. Sang raja menjadi gelisah, mengapa untuk merebut sebuah pulau kecil saja selalu gagal. Padahal jumlah prajurit yang dikirimnya kurang lebih sama dengan jumlah musuh yang berada di pulau tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Akhirnya, pasukan kelima pun dikirim, kali ini dengan sang raja sendiri yang menjadi komandannya. Jumlah pasukan yang dibawa pun tetap sama dengan pasukan-pasukan sebelumnya, yaitu tujuh kapal perang lengkap dengan segala peralatan dan pasukannya. Segera setelah mendekati pulau tersebut, mereka mendarat di bagian barat yang merupakan daerah terjal, yang tidak terjaga dengan baik. Selesai mendarat, sang raja lalu mengumpulkan semua prajuritnya dan memberikan motivasi yang membakar semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja menyadari, bahwa yang menyebabkan pasukannya kalah bukan karena kalah jumlah atau persenjataan, tapi karena kurangnya motivasi dan keinginan untuk menang dari para pasukannya. Mereka mudah menyerah hanya karena beranggapan bahwa musuh lebih menguasai medan, musuh lebih pandai, dan alasan-alasan lain yang mereka ciptakan sendiri. Sang raja lalu berkata dengan tegas &lt;em&gt;"KALI INI KITA SEMUA HARUS BERHASIL DAN MENANG. DAN CARA UNTUK MENANG HANYA ADA SATU. KITA AKAN MEMBAKAR SEMUA KAPAL PERANG KITA, DAN KITA AKAN KEMBALI PULANG DENGAN KAPAL MUSUH KITA!!! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang terjadi kemudian, para prajuritnya bertempur dengan matimatian dan penuh semangat. Tidak ada kata mundur, apalagi kalah. Karena jika mereka kalah, mereka akan dibunuh oleh musuh mereka. Jika mereka bisa melarikan diri dan bersembunyi, mereka akan mati kelaparan karena tidak bisa keluar dari pulau. Kondisi saat itu benar-benar hidup atau mati. Tidak ada jalan lain untuk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari tiga malam pertempuran itu berlangsung, dan di awal hari keempat, semua pasukan musuh yang tersisa akhirnya menyerah. Yang lebih luar biasa, sang raja dengan kebijakannya mau mengampuni pasukan yang menyerah. Sang raja memberikan pilihan, apakah mereka mau pergi dari pulau itu, ataukah mereka tetap tinggal di pulau itu dan menjadi bagian dari rakyatnya. Semua pasukan musuh yang tersisa akhirnya mau menjadi rakyat sang raja, karena mereka merasa kagum akan keberanian, ketangguhan dan kebijakan sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat empat hari kemudian, sang raja dengan pasukannya kemudian kembali ke kerajaan menggunakan kapal musuh mereka. Begitu mereka sampai di tempat, semua rakyat sudah menunggu kedatangan mereka sambil mengelu-ngelukan sang raja. Sejenak sang raja terdiam, lalu berkata dengan bijak "&lt;em&gt;KEMENANGAN INI HANYALAH HASIL AKHIR. TAPI KEBERANIAN UNTUK MEMULAI, DAN 'MEMBAKAR 'KAPAL' DI BELAKANG KITA ADALAH KUNCINYA. SAAT KITA `MEMBAKAR 'KAPAL', BUKAN SAJA TIDAK ADA JALAN UNTUK KEMBALI ATAU BERDIAM DIRI, TAPI API AKAN TERUS MENGEJAR KITA, DAN MENDORONG KITA UNTUK MAJU. HANYA MEREKA YANG BERANI 'MEMBAKAR KAPAL' DI BELAKANGNYA, YANG AKAN MENCAPAI TUJUAN HIDUPNYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Refleksi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan sekalian, Apakah dalam hidup ini Anda selalu bergerak maju ....? Ataukah Anda maju sejenak, kemudian berdiam diri karena Anda merasa halangan hidup Anda terasa berat untuk Anda lalui? Ataukah Anda berdiam diri karena sudah merasa nyaman berada di tempat Anda yang sekarang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hidup ini, kita semua mempunyai kesempatan untuk mundur, berdiam diri atau maju. Namun ada beberapa hal yang membedakan orang ratarata rata dengan orang sukses. Orang rata-rata melihat kesulitan sebagai hambatan, sedang orang sukses melihatnya sebagai tantangan. Orang rata-rata bila gagal dengan satu cara akan menganggapnya sebagai kegagalan abadi, orang sukses mempunyai fleksibilitas untuk mencoba dengan cara lain bila satu cara gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang rata-rata akan 'berhenti' bila mereka merasa telah berkecukupan atau melihat jalan di depan bertambah sulit. Sementara orang sukses akan terus maju selama masih ada peluang untuk mendapatkan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal yang paling penting bila kita ingin mencapai sesuatu, adalah berani 'membakar kapal' di belakang kita, dengan MENUTUP semua jalan untuk kembali atau berdiam diri. Misalnya dengan berani keluar dari pekerjaan kita di kantor, bila kita serius ingin berwiraswasta, atau apapun juga yang bisa memaksa Anda serius mencapai tujuan kita. Bila kita berani melakukan hal tersebut, pilihannya hanya BERHASIL ATAU BERHASIL. Hanya mereka yang berani 'membakar jembatan' di belakangnya yang akan mencapai tujuan hidupnya. Sukses untuk Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-4790331806141335724?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/4790331806141335724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=4790331806141335724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4790331806141335724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/4790331806141335724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/membakar-kapal.html' title='Membakar Kapal'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-6140764179683862750</id><published>2007-10-21T23:19:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T23:27:31.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Melatih vs Membiasakan Anak: Mana Lebih Efektif?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kombinasi keduanya dapat efektif dalam mengarahkan anak pada sebuah sikap mental dan perilaku bila orangtua dapat menjadi model yang konsisten ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan (31 tahun), ibu satu anak usia 2 tahun, tak habis pikir melihat beberapa wanita mengikuti kelas khusus untuk melatih anak-anak mereka yang baru berumur dua bulanan tidur, makan dan bermain dengan waktu-waktu yang telah terjadwal. Selain itu, para bayi juga dilatih bersikap tidak rewel di tempat umum. ”Para ibu tersebut tega membiarkan anaknya menangis yang katanya bagian dari metode pelatihan. Menurut saya, metode pengasuhan lebih baik dibanding memaksa anak mengikuti jadwal,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mungkin ada beberapa dari Anda yang sependapat dengan Susan. Tapi, ada juga orangtua yang memberlakukan peraturan atau jadwal kegiatan anak sehari-hari dengan kaku seperti waktu tidur, makan, bermain, dan sebagainya. Tujuannya, agar anak terbiasa dengan hidup teratur dan disiplin. Begitu pun dalam bersikap terkadang orangtua memberikan batasan-batasan, misalnya dengan mengancam tidak boleh menangis di acara keluarga atau ketika anak menangis meminta sesuatu, ada beberapa orangtua yang menerapkan sikap seperti ‘mama tidak akan menolong kalau kamu tetap menangis’ atau tindakan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak sedikit pula orangtua yang mencoba membiasakan anak belajar se-suatu perlahan-lahan dengan anggapan lambat laun anak akan mengerti dan terbiasa dalam bersikap manis. Di sini orangtua banyak bertoleransi yang berpotensi membuat anak kehilangan disiplin atau etikanya dalam bersikap, menganggap ‘Ah, Ibu pasti akan memahami aku’. Jadi kapan waktu men’dengarkan’ keinginan anak? Konsep pengasuhan mana yang lebih efektif, treat or train?&lt;br /&gt;Psikolog anak dari Lembaga Terapan UI, Indri Savitri M.Si, berpendapat bahwa setiap orangtua memiliki citra anak ideal. Hanya saja dalam kenyataannya orangtua harus sadar bahwa keinginannya tidak bisa terealisasi begitu saja. Selain itu terdapat definisi yang beragam tentang anak idaman, seperti tangguh dengan kriteria berani, tabah, percaya diri, dan inisiatif. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orangtua pun kadang muncul rasa kecewa dan penasaran jika anaknya tumbuh berkembang tak sesuai yang diharapkan. Lantas bisa timbul sikap pemaksaan orangtua pada anak untuk memenuhi citra ideal mereka. Dan akibatnya anak justru tidak bisa berkembang optimal. “Titik pangkalnya adalah orangtua tidak mau tahu, hanya bicara pokoknya pokoknya saja yaitu anak harus ini dan itu,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Agar nilai yang dilekatkan pada anak tidak terlalu tinggi, Indri mengatakan, orangtua harus mengenal karakter dan kemampuan anak. ’’Karena anak bisa merasa frustasi jika terus mengalami pemaksaan dari orangtua,’ jelas Indri. Orangtua, sambungnya, harus mampu mengembangkan sikap toleransi dengan mengenal, memahami, mengerti, dan menghargai anak seutuhnya. Namun, bersikap toleransi bukan berarti memanjakan. Memanjakan artinya orangtua tidak mau repot, supaya anak tidak menangis atau rewel maka ia diberikan sesuatu yang berlebihan. “Selain itu kenali dan pahami anak baik positif dan negatifnya,”ujarnya. Sementara itu penanaman nilai pada anak juga menjadi hal penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Latihan = Memaksa?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung pendekatannya, lanjut Indri, latihan merupakan bagian dari pembentukan kebiasaan. Jika latihan diberikan dengan ancaman, maka anak mematuhinya karena takut pada orangtua. Dia hanya akan berlaku disiplin jika diawasi orangtuanya. Sebenarnya, disiplin merupakan bagian dari self regulation. Pengertian disiplin adalah penanaman perilaku atau pembentukan kebiasaan yang penerapannya harus konsisten. Misalnya, membiasakan anak makan pada waktunya, menonton tv pada jam-jam tertentu, membereskan mainan setelah bermain, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog Winarini Wilman PhD Psi dari Universitas Indonesia memaparkan, treat lebih bersifat pasif karena metode yang ditampilkan lebih pada kemampuan orangtua memperlakukan anak untuk bersikap sesuai yang diharapkan orangtua. ‘’Sedangkan, train atau pembiasaan lebih menuntut keaktivan anak,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, treat lebih tepat diterapkan pada anak yang belum mampu dilatih. Winarini berpendapat, sebaiknya orangtua untuk lebih banyak mengedepankan metode train untuk mengasuh anaknya. ‘’Sebab metode ini tak hanya mengembangkan kognisi, tapi juga melatih motorik dan afeksi anak,’’ katanya. Metode train sudah dapat diterapkan sejak anak usia satu tahun. ‘’Train akan lebih efektif lagi diterapkan jika anak sudah dilatih sejak sedini mungkin,’’ sambung Winarini. Misalnya, gosok gigi sebelum tidur, makan pada waktunya, mengucapkan terima kasih bila mendapat pemberian, pertolongan, dan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winarini tak sepakat jika taktik hukuman dan ancaman ikut menyertai penerapan kedua metode ini. ‘’Karena bagaikan pisau bermata dua, meski kita menggunakan untuk tujuan yang baik seringkali cara ini malah menciptakan kebiasaan atau perilaku buruk, misal anak mencari perhatian atau bahkan dendam,’’ paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, dia melanjutkan, dari penerapan treat orangtua mudah masuk ke dalam train. Contoh, belajar jalan dari dipegangi kemudian terlatih berjalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut psikolog Dini Andrini dari Cikal Sehat-Sehat, metode treat diterapkan berupa perlakuan atau pembiasaan sehari-hari tanpa ada kondisi khusus tertentu. Sedangkan, train diterapkan dengan melakukan pengkondisian terlebih dahulu untuk melatih atau mengembangkan sikap atau nilai tertentu pada anak. Contoh, untuk mengatasi anak yang impulsif (suka merebut mainan), orangtua membuat games keluarga khusus, atau untuk meningkatkan keimanan maka anak dimasukkan ke pesantren. ‘’Namun, kedua metode ini sama-sama penting diterapkan sebagai kombinasi pengasuhan. Jadi, aplikasinya sangat tergantung pada berbagai hal, misal, nilai yang dianut keluarga, sifat orangtua, karakter dan kondisi anak, situasi dan kondisi, dan lainnya,’’ papar Dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini menambahkan, metode treat sudah dapat diterapkan sejak anak lahir dan train mulai pada usia sekitar 8 bulan. Metode train dapat kemudian dapat dikombinasi dengan penerapan treat untuk kian membiasakan anak pada kegiatan tertentu. ‘’Misal, melatih anak makan di meja makan, mulanya agak dipaksa, lama-kelamaan menjadi kebiasaan dan dia mau makan di meja makan karena ada semacam reward berupa waktu berkumpul bersama dengan keluarga di meja makan,’’ katanya. Sebaliknya, metode treat kemudian dapat menjadi train. Misal, mengubah pola tidur anak yang biasa tidur larut malam. ‘’Semula anak diperbolehkan nonton tv bila belum mengantuk, kemudian di-train harus masuk kamar tidur jam 9 walaupun belum mengantuk,’’ ujar Dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr William Sears, dokter spesialis anak dari AS, dalam bukunya The Baby Book memaparkan kritiknya tentang pola pe-ngasuhan orangtua berdasarkan jadwal ketat untuk waktu makan bayinya. “Terlalu ekstrim karena bayi akan kehilangan momen-momen bernilai seperti komunikasi ketika orangtua menyuapinya makan,’’ katanya. Sedangkan, sambung Sears, orangtua juga kehilangan kemampuannya untuk membaca respon dari anaknya. “Keadaan ini akan berkembang menjadi timbulnya jarak antara anak dan orangtua, padahal pada masa ini Ibu perlu mengenal lebih jauh si anak,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orangtua mengenal karakter anak akan dapat membantu anak menata dirinya dengan lebih tepat. Karenanya, perlu dikembangkan komunikasi yang terbuka antara orangtua dan anak untuk mengetahui harapan masing-masing pihak. Tak ada salahnya dibuat komitmen bersama dengan segala konsekuensinya. Sehingga orangtua bisa menerapkan pengasuhan yang lebih efektif dengan tetap menghargai kelebihan dan kekurangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Di dalam keluarga harus ada budaya teratur. Ini kuncinya,’’ papar Indri. Sehingga anak akan melakukan dan mengikuti pola di dalam keluarga. Misalnya, saat anak berusia 6 tahun tetap diusahakan mengurus keperluannya sendiri seperti menyiapkan baju sekolah atau membereskan tempat tidur meski sudah ada pembantu. Penerapan disiplin bisa menentukan keberhasilan pembentukkan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tips Orangtua mendidik tanpa perlu mengancam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. Cintailah anak dengan Bijaksana. Cinta atau kasih sayang adalah energi paling besar yang dapat membantu anak mengatasi masalah. Jadi, terapkan disiplin dengan kasih sayang. “Mencintai anak berarti mengenali sebenar-benarnya anak kita,” ujarnya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2. Libatkan anak dan jadikan orangtua sebagai teladan (contoh). Ajak anak dalam menanamkan kebiasaan. Contoh, jika ingin anak membereskan makanan setelah makan, ajak anak ikut membantu dengan memisahkan sisa makanan ke tempat sampah, lalu letakkan di tempat cucian. “Akan beda kalau kita hanya bilang ‘Adik....ayo bawa piring kotor ke belakang’,” katanya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;3. Kreatif. Anak hakekatnya bersifat emosi dan moody begitu pun orang dewasa. Artinya malas atau tidak mood adalah manusiawi. Jadi orangtua harus kreatif menemukan solusi dalam penanaman kebiasaan anak. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;4. Kompak. Penanaman kebiasaan di rumah memerlukan kekompakkan ayah-ibu, pengasuh, kakak-adik, and seluruh keluarga. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;5. Lakukan disiplin dengan konteks gembira.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-6140764179683862750?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/6140764179683862750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=6140764179683862750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6140764179683862750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/6140764179683862750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/melatih-vs-membiasakan-anak-mana-lebih.html' title='Melatih vs Membiasakan Anak: Mana Lebih Efektif?'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-106633460229564893</id><published>2007-10-21T22:05:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T22:08:19.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Mari Berempati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Anak lahir ke dunia sudah memiliki kepekaan sosial. Tinggal bagaimana orangtua menebalkan dan menerapkan rasa itu sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak sesungguhnya memiliki potensi naluri sosial dalam dirinya. Karenanya, sejak masih balita anak sudah bisa diajarkan tentang kepekaan sosial. Kepekaan sosial pada anak dapat ditumbuhkan dari pengalaman perasaannya. Namun, untuk menciptakan pengalaman perasaan pada anak, orangtua harus terlebih dahulu memahami perasaan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Saat anak menangis karena lapar, ibunya langsung datang dan berkata "Sayang, kamu lapar yah?”. Nah, sejak itulah dimulai pelajaran kepekaan yang pertama. Menurut psikolog Rani I. Noe’man, dari Yayasan kita dan Buah Hati, kepekaan sosial pada anak dapat timbul dari rasa sensitif orangtua terhadap kebutuhan anak sehingga anak dapat belajar bagaimana memenuhi kebutuhan orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengajarkan kepekaan sosial pada anak, orangtua harus rajin memberikan contoh. Jika Orang tua memiliki sifat penolong biasanya Anak juga akan demikian. "Anak itu hidup dengan mencontek orang tuanya, karena itu orang tua harus hati-hati dalam melakukan sesuatu," kata Rani. Anda memberikan uang untuk pengemis, anak melihatnya, otomatis dia akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Anda juga bisa memberikan pemahaman perasaan kepada anak. “Terapkan selalu kepada anak bahwa setiap manusia mempunyai perasaan sehingga anak bisa memahami perasaan orang lain,“ sambung Rani. Kalau pembantu sedang sibuk tapi anak tetap merengek untuk menemaninya bermain, Anda bisa berkata, “Nak, mbaknya lagi sibuk, kalau kamu lagi main terus digangguin, kamu pasti sebal, sama halnya dengan mbak kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Belajar memahami orang lain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan sosial adalah bagaimana caranya kita memahami kebutuhan orang lain. Itu menjadi dasar yang penting karena dapat melahirkan sikap empati dari si anak. Sementara itu, kepekaan sosial dapat berpengaruh bagi perkembangan empati anak terhadap lingkungan. Bagaimana anak bisa mengetahui atau membantu orang yang kesusahan, apabila dia tidak mempunyai empati. Semua itu bisa mudah diajarkan, apabila Anda menerapkannya sejak anak masih kecil. “Kalau dari kecil anak sudah memiliki kepekaan sosial, itu akan mempengaruhi keseluruhan elemen hidupnya nanti. Anak bisa menjadi lebih disiplin, bertanggungjawab dan madiri,“ papar Rani.&lt;br /&gt;Sebenarnya setiap bayi yang lahir sudah memiliki kepekaan sosial, tinggal bagaimana cara orang tua mengasah kepekaan sosial anaknya. Kepekaan sosial akan berkembang dengan memberikan pelajaran terus-menerus kepada anak. Selain itu, lingkungan juga bisa mempengaruhi perkembangan kepekaan sosial anak. Ajak anak ke tempat-tempat umum, seperti pesta ulang tahun, dimana anak bisa belajar bahkan mempraktekan kepekaan sosial. Ajarkan anak untuk saling berbagi mainan atau makanan dengan temannya. “Saat anak bisa membagi mainan sama temannya, dia akan mengerti kalau main bersama itu lebih menyenangkan dibandingkan main sendiri. Pemahaman seperti itu juga bisa membuat hubungan anak dengan orang lain menjadi bagus, “kata Diah Paramita, psikolog dari Jagad Nita Consulting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan paling baik bagi orangtua menerapkan kepekaan sosial adalah saat anak masih balita karena dia masih bergantung dengan orang lain. Bila anak menangis, orang tua harus responsif. Tangisan bayi itu beda-beda, ada menangis karena lapar dan ada yang menangis hanya karena ingin bersendawa. “Sampai berusia satu tahun, anak belajar bagaimana mempercayai lingkungannya dan bagaimana dia memenuhi kebutuhannya. Semua itu bisa diperoleh dari orangtua. Itu sebabnya orangtua harus peka terhadap kebutuhan anak,“ papar Diah.&lt;br /&gt;Kepekaan sosial bisa diajarkan lewat film atau buku cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Anak kecil mudah sekali menyerap apa yang dilihat dan didengarnya karena sebagian besar memori otaknya masih kosong. Penting sekali bagi Anda untuk menggendong, membelai dan memeluk anak agar anak mempunyai pengalaman perasaan. Dari situlah anak bisa memiliki kepekaan perasaan yang akan melahirkan kepekaan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menanamkan kepekaan sosial pada anak, orangtua harus mempunyai hubungan yang baik dengan anak maupun dengan pasangannya. Karena ini bisa menjadi contoh nyata awal yang melandasi pengalaman perasaan anak selanjutnya. Kepekaan sosial bisa mempengaruhi interaksi anak kepada orang lain. Ada anak yang bisa berteman dengan asyik dan ada yang tidak. Anak bisa punya banyak teman, itu merupakan hasil ajaran dari orang tuanya mengenai kepekaan terhadap orang lain. Kepekaan sosial juga bisa berarti saling menghormati, saling menghargai, saling memberi, dan kesetiakawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tips menumbuhkan kepekaan sosial anak &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Memahami perasaan anak &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;Anak Anda mendapatkan nilai jelek, Anda memarahinya. Perasaan anak menjadi tambah kesal. Sebaiknya Anda harus memahami perasaannya dan membantunya mengurangi beban perasaannya dengan tak menekannya dengan harapan Anda. Ajak anak bersama-sama menemukan penyebab nilai jelek dan bangun semangatnya kembali. Dengan begitu anak Anda bisa belajar memahami perasaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Hindari model komunikasi menyimpang&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda banyak kegiatan tapi tetap saja memasak makanan kesukaan anak. Saat anak tidak mau makan dan melihat masakan Anda belum disentuh, Anda langsung marah-marah. “Maksud Anda memang baik, tapi anak menangkap sebaliknya. Memarahi anak bisa membuat dia berpikir Anda jahat. Itulah maksud dari model komunikasi menyimpang, “jelas Rani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Berikan bahasa tubuh yang baik&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sedang letih, tapi anak mengajak bermain. Lantas Anda menunjukkan wajah cemberut, itu artinya Anda tidak peka terhadap kebutuhan anak. Meskipun Anda lelah atau sedang ada pekejaan menumpuk, jangan menunjukkan sikap acuh pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Beri dukungan anak mengatasi masalahnya.&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan Anda membantu anak untuk mengatasi masalahnya sendiri. Namun, sebaiknya jangan terlibat langsung dengan membantunya mencari jalan keluar dan anak yang melakukan eksekusi. Misalnya, anak dipukul temannya, Anda bertanya penyebabnya dan memancing solusi anak. Kemudian Anda bimbing untuk melakukan penyelesaian yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Tekankan pada perasaan.&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan untuk mengutarakan perasaan Anda jika anak berlaku sesuatu yang tak berkenan. Anak memukul temannya, Anda berkata, “Mama sedih deh lihat kamu mukul teman.” Saat itu Anak akan belajar, kalau ia memukul teman, perasaan ibunya akan sedih. Lama-lama anak belajar mengerti bahwa kalau dia berbuat salah pada orang lain, perasaan orang itu bisa sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-106633460229564893?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/106633460229564893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=106633460229564893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/106633460229564893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/106633460229564893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/mari-berempati.html' title='Mari Berempati'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-5081071260490940046</id><published>2007-10-21T22:01:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T22:05:06.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Manajemen Murah Senyum</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tidak sulit menjadi karyawan dicintai atasan, bawahan, dan rekan kerja. Jika Anda seorang pekerja sejati, Anda pasti tahu apa yang harus dilakukan agar menjadi pekerja yang dicintai semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berbuat baik tidak semudah berbuat jahat. Menurut Floriberta Aning S, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadi karyawan familiar, disayangi semua kalangan. Pertama, bersosialisasi. Walau ada anggapan berbicara dengan rekan kantor hanya membuang-buang waktu, tapi tak selamanya komunikasi menjadi tindakan yang tidak berfaedah. Untuk pendekatan diri dengan lingkungan kantor, berbicara dengan rekan kerja sangat perlu dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Menebarkan senyum menunjukkan bahwa keberadaan Anda di lingkungan karja tidak hanya menyelesaikan pekerjaan dan mengejar jabatan. Jalinlah hubungan hangat dengan rekan kerja sebaik mungkin. Seandainya ada yang datang ke kantor dengan penampilan baru, tidak ada salahnya memberikan pujian. Tanamkan perhatian, bahwa Anda manusia biasa yang butuh komunikasi dengan lingkungan dan bisa berbuat salah. Bersosialisasi dengan teman kantor, akan membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman, meningkatkan produktivitas, dan memunculkan ide-ide cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menghargai pendapat orang lain. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Begitu juga dengan diri Anda. Sudah sepantasnya Anda mengetahui, berapa harga diri dan kemampuan yang Anda miliki. Kelebihan yang Anda miliki, akan meningkatkan harga di mata atasan dan teman. Tidak itu saja. Keberadaan Anda di lingkungan kerja sangat diharapkan semua kalangan, karena mereka butuh kemampuan yang Anda miliki. Tapi jangan meremehkan kemampuan orang lain dan egois. Jika ada teman kerja yang berbeda pendapat dengan Anda, hargailah pendapatnya. Karena orang paling senang jika pendapatnya didengar, walau pendapat itu kurang rasional. Berilah arahan dengan santun, disertai argumenargumen rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, semua atasan senang dengan bawahan bercitra positif, dan tidak suka dengan bawahan bercitra negatif. Walau mempunyai kemampuan lebih, namun citra negatif pimpinan tidak akan memberikan nilai plus karena akan mengganggu mekanisme kerja. Suasana kantor menjadi tidak nyaman. Kesuksesan sebuah perusahaan ditentukan oleh suasana dan kenyamanan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sportif. Pada dasarnya manusia tak luput dari kesalahan. Sudah kodrat manusia berbuat salah. Mengaku salah merupakan suatu hal yang sulit, apalagi minta maaf. Padahal mengaku salah merupakan tindakan mulia yang menaikkan dan meningkatkan harga diri. Pandangan salah, mengatakan mengaku salah akan menjerumuskan seseorang dalam limbah kehancuran dan menjatuhkan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara waktu, mungkin kondisi seperti itu bisa terjadi. Namun dalam waktu panjang akan kembali menyinarkan diri. Tapi jangan tunggu atasan dan bawahan protes atas kesalahan yang telah dilakukan. Atau membahas kesalahan di dalam forum. Berbahaya, bisa menjatuhkan harga diri dan menurunkan prestasi. Berilah keyakinan pada semua orang, bahwa Anda tidak akan mengulangi kesalahan lagi. Selain menjadi pelajaran untuk din sendiri, kesalahan yang Anda lakukan juga bisa menjadi pelajaran bagi semua orang yang berada di lingkaran kantor Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; proaktif. Yakinkan diri bahwa Anda seorang pekerja profesional yang mampu menangani semua pennasalahan. Kemampuan mengatasi masalah yang merugikan perusahaan, adalah sikap yang ditunggu semua lapisan. Tak tanggung-tanggung, ide dan tindakan yang Anda lakukan membuahkan hasil positif, mengantarkan perusahaan pada suasana kondusif, bahkan lebih maju dari semula. Jika ini bisa dilakukan, Anda telah merevolusi diri dan perusahaan. Percayalah, Anda akan dilirik oleh perusahaan lain dan secara otomatis harga anda akan naik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sulit melakukan hal seperti ini. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengerjakan pekerjaan seperti ini, yaitu orang mempunyai skill, tanggung jawab dan moralitas tinggi terhadap din clan perusahaan. Punya kemampuan tapi tak punya tanggung jawab tetap sia-sia, karena tidak bisa mengimplementasikan kemampuan. Pasalnya, tidak mempunyai rasa tanggung jawab terhadap kemajuan perusahaan.&lt;br /&gt;Seandainya kondisi ini terus berlangsung dalam din, secara tidak sengaja pola proaktif akan tertanam dan menjadi sikap dalam berbagai tindakan. Mengantisipasi sesuatu sebelum kerugian datang, di luar alam sadar kejelian terasah secara alami. Untuk bahan kajian, jangan lupa mengumpulkan data dari berbagai sumber dan menjadikannya sebagai bahan kajian di setiap masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelima,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; murah senyum. Menebar senyum pada semua orang, bukan hanya sekadar diktum agama atau budaya. Menebar senyum adalah sebuah sikap yang musti dilakukan dalam hidup. Ada dua hal yang tersimpan dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; murah senyum.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, kebaikan. Manusianya benar-benar baik, dan senyum sudah menjadi bagian dari tindakan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;,senyum keburukan. Senyum sekadar cover untuk menutup diri dan menarik simpati, namun pada dasamya tersimpan niat buruk.&lt;br /&gt;Senyum menimbulkan daya tarik sendiri dan meluluh lantahkan kebencian rekan kerja, bawahan bahkan atasan. Oleh sebab itu, senyumlah pada semua orang, apalagi usai berbuat salah. Ciptakan murah senyum pada semua orang. Jadikan senyum bagian dari interaksi. Bisa Anda bayangkan, apa yang akan terjadi jika di suatu perusahaan, karyawannya jarang tersenyum, tapi serius, atau sibuk dengan pekerjaan dan diri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keenam,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; komunikator. Jadilah seorang komunikator andal di setiap pertemuan. Usahakan argumen yang Anda lontarkan menjadi bahan kajian perusahaan. Sebagai komunikator Anda harus bisa memikat lawan bicara. Dibutuhlan waktu lama untuk menjadi komunikator andal. Keahlian ini bisa terbangun dengan membaca, menulis dan berdiskusi. Ketiga elemen ini sangat membantu dalam membentuk diri menjadi komunikator andal. Perlu diperhatikan juga, jangan sampai menjadi orang penguasa forum karena forum milik bersama. Walau ada argumen yang tak layak, sebagai karyawan mereka berhak bersuara memberikan sumbangan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketujuh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, raja gosip. Jauhkan diri dari gosip. Basa-basi perlu namun jangan sampai membuang waktu kerja. Pasalnya akan menyulitkan diri sendiri, dan pekerjaan pun terbengkalai. Harus bisa bersikap fleksibel, tanpa menyinggung perasaan teman. Anda harus menolak ajakan untuk bergosip. Sulit tapi harus dilakukan. Mempunyai teman suka gosip memang menyenangkan. Bisa menghilangkan stres dan tertawa bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedelapan,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tegas. Sulit bertindak tegas apalagi berhubungan dengan kelangsungan kerja. Tegas pada bawahan merupakan suatu hal yang wajar. Itu sudah wewenang atasan. Yang sulit yaitu tegas pada big bos, karena ketergantungan ekonomi. Tidak sedikit karyawan yang rela melihat kejahatan big bos merajalela di lingkungan kerja. Tidak bisa berbuat banyak, bertindak tegas akan mengancam kelangsungan kerja dan ekonomi keluarga. Ini akibat ketergantungan ekonomi karyawan yang tak merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-5081071260490940046?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/5081071260490940046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=5081071260490940046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5081071260490940046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/5081071260490940046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/manajemen-murah-senyum.html' title='Manajemen Murah Senyum'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1141458404823504623</id><published>2007-10-21T21:58:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T22:00:57.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Malas vs Karakter</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Malas bukan sifat karakter anak, tapi bentukan dari lingkungan dan contoh yang diamatinya. Sudah beberapa hari ini Marina (34 tahun) melihat Putra (8 tahun) tidur siang tanpa melepaskan seragam dan sepatunya. “Ah malas Ma, nggak ada bibi,” jawab Putra saat ibunya menegurnya. Jawaban ini membuat Marina terkejut dan menyadari kekeliruannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Psikolog pendidikan anak dari Sekolah Adik Irma dan Lembaga Psikologi Terapan UI, Vera Itabiliana Psi, mengatakan tipe anak pemalas umumnya bisa diamati dari perilakunya, antara lain cepat merasa puas, menyukai kegiatan bersifat pasif seperti menonton televisi, bermain game, atau kegiatan yang tak menuntut anak terlibat di dalamnya. Tak jarang kewajibannya pun tak dilakukan dengan baik. Tapi, jangan lekas mencap anak malas. Amati penyebab dari tindakannya yang Anda definisikan sebagai sikap malas. Anak malas juga seringkali dikaitkan dengan tidak disiplin. Sebelum memberikan penghakiman, cermati dulu penyebabnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Vera, berbeda dengan orang dewasa, sikap malas anak selalu dilatarbelakangi alasan tertentu yang logis. Mungkin saja disebabkan oleh tuntutan orangtua yang terlalu tinggi atau anak tidak mendapat cukup penghargaan atas pekerjaannya yang telah dilakukannya. Sebelum menggantungkan harapan tinggi pada anak, sebaiknya orangtua intropeksi diri dulu. Misalnya jika Anda mengeluh anak malas mandi, sudahkah Anda mandi tepat waktu? Atau anak malas sekolah, pernahkah Anda mengeluh malas ke kantor? Anak belajar dari contoh terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog LPT UNIKA Soegijapranata Semarang, Drs Haryo Goeritno MSi menambahkan, pada dasarnya tak ada karakter khusus yang dapat dijadikan patokan anak itu malas atau tidak, karena malas sifatnya sementara. Umumnya sifat malas senantiasa dibandingkan antara kegiatan yang biasanya dilakukan dengan kegiatan yang tengah dilakukan saat itu. Karenanya, ukuran malas tergantung pada aktivitas orang-orang yang ada di sekitarnya. Misalnya, saat kakak atau adiknya belajar, anak terlihat menonton TV. Komentar malas pun mampir di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Conny Semiawan mendefinisikan anak malas ialah anak yang enggan melakukan hal yang sesuai minatnya terlebih yang bukan minatnya. Keengganan tersebut disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu contoh faktor eksternal adalah tak adanya perhatian dan apresiasi terhadap pekerjaan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya anak memiliki sikap disiplin dan kerajinan, namun tidak tergali dan dibuat menarik. Anak akan lebih mendekati suatu hal yang menarik perhatiannya.”Malas bukanlah suatu sifat karakter tapi merupakan bentukan dari lingkungannya yaitu dari contoh yang diamatinya,” kata Conny.&lt;br /&gt;Berdasar teori Figotski, papar Conny, jika anak tertarik terhadap suatu objek tertentu, maka bagian otak yang potensial mendapatkan stimulus akan mendorong perilaku anak yang rajin, disiplin dan termotivasi melakukan kegiatan. Orangtua bisa mengajak anak terlibat tanpa memberi perintah secara sengaja. Misalnya, ketika anak tengah malas berlatih tenis, Anda bisa memberinya hadiah buku biography Steffi Graft, seorang petenis dunia kemudian letakkan di antara koleksi bukunya. Anak akan tergerak untuk membaca dan terinspirasi dari buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kenapa anak malas?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua juga perlu melihat ritme biologis anak sehingga bisa menyusun jadwal waktu belajar atau kegiatan anak lainnya. Jadwal yang disusun orangtua seringkali tidak pas sehingga jika anak tak memenuhinya label malas pun diberikan. Anak mulai menarik diri dari aktivitasnya dan membiarkannya terbengkalai. ‘’Ini indikasi anak mulai malas dan tidak mampu mengikuti kegiatannya disebabkan adanya beda standar orangtua dan anak,” jelas Conny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula minat anak, lanjutnya, anak seringkali tidak tertarik atau terlihat malas ketika melakukan sesuatu yang bukan minatnya. Jangan memaksakan minat Anda kepada si kecil. Begitu pun dengan cara belajar anak, karena setiap anak memiliki tipikal pola dan metode belajar yang berbeda. Ciptakan suasana belajar yang berbeda dengan di sekolah, agar anak tidak bosan.&lt;br /&gt;“Anak cenderung ekspresif dan mekanisme berekspresinya masih terbatas. Orangtua harus pintar-pintar membaca penyebab anak malas agar bisa menentukan langkah untuk memberi motivasi ke anak,” kata Vera. Salah satu hal yang dapat memotivasi anak adalah pemberian penghargaan baik pujian, hadiah atau bonus bermain games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati harus mempertimbangkan kebutuhan anak, orangtua juga tidak boleh memanjakan keinginannya. Misalnya, membiarkan anak terus menonton tv sampai rasa malasnya hilang. Agar anak lebih termotivasi terapkan metode peningkatan standar. Contohnya, hari ini anak mau bekerjasama dengan Anda membereskan mainannya, katakan bahwa akan lebih baik jika selanjutnya anak membereskan mainannya sendiri. Jangan lupa berikan pujian jika anak berhasil melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera menambahkan, anak yang terbiasa dilayani atau terlalu banyak mendapat larangan akan enggan mengemukakan pendapatnya karena merasa tidak dihargai. "Rasa malas yang terus diabaikan akan menyebabkan anak kurang inisiatif," katanya. Seperti, anak berpikir akan membereskan mainannya, namun pembantu sudah lebih dulu membereskan atau anak berinisiatif memberikan pendapatnya, tapi takut dimarahi atau diejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryo mengatakan, anak malas tidak identik dengan anak yang tidak mempunyai inisiatif. Misalnya, anak baru saja sembuh dari sakit, atau kondisi badannya sedang tak fit cenderung tidak mau melakukan aktivitas. Faktor psikis anak juga berperan sangat penting bagi anak untuk melakukan aktivitas, seperti misalnya berkaitan dengan kemampuan kognitif (kecerdasan, bakat), afeksi (perasaan, sikap, motivasi), dan psikomotorik (ketelitian, kecepatan, atau keterampilan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Strategi kompetisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Vera, rasa malas anak juga dilatarbelakangi terbatasnya pilihan yang ditawarkan. Ketika anak tidak suka bermain piano, jangan langsung melabeli malas mungkin saja anak menyukai bidang lain atau anak perlu melihat secara langsung kegiatannya sebelum terlibat di dalamnya. "Jangan hanya dijelaskan secara lisan saja, tapi juga dengan tindakan konkret," katanya. Rasa malas tersebut bisa mengakibatkan anak menghindari kompetisi di lingkungan tersebut. Karena jika anak dipaksakan berkompetisi dengan orang lain, ketika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan maka motivasinya bisa menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryo menambahkan, strategi kompetisi bisa dimunculkan pada diri anak itu sendiri maupun dibandingkan anak lain. Namun, pembandingan ini harus dilakukan hati-hati karena bisa memunculkan rasa iri, cemburu, maupun kebencian. "Pendekatan yang paling baik adalah anak berkompetisi dengan dirinya sendiri," katanya. Bisa juga mengganti strategi kompetisi secara grup atau kelompok. Dengan begitu tujuan anak berkompetisi bukan lagi untuk dirinya sendiri, tapi kepentingan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conny mengatakan, agar rasa malas anak tersingkirkan sebaiknya libatkan bantuan teman-temannya dalam mengerjakan sesuatu. Umumnya anak lebih senang mengerjakan sesuatu jika ada orang lain yang mendampinginya. Misalnya, anak malas membuat prakarya, undang teman sekelasnya ke rumah untuk mengerjakan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya memang diperlukan keterlibatan orang lain secara intensif dalam pekerjaan yang harus dilakukan anak. Lambat laun biarkan anak melakukan kegiatannya sendiri. Orangtua bisa mulai melepaskan, jika anak terlihat antusias dan berinisiatif sendiri mengerjakan pekerjaannya. Biasanya anak malas mengerjakan PR-nya, tapi suatu hari anak malah mengingatkan Anda, "Ma sekarang kan waktunya bikin PR."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tips membuang rasa malas pada anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berilah aktivitas sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat anak&lt;br /&gt;• Mulailah dengan kegiatan sederhana. Jangan dibalik kompleks dulu.&lt;br /&gt;• Senantiasa beri penghargaan bila anak menunjukkan kerajinannya. Reward tak harus berupa barang, namun bisa berupa pujian.&lt;br /&gt;• Jangan mudah sering mengomentasi atau memberi pertolongan, biarkan anak mengerjakan sendiri dan mandiri. Lakukan sesuatu bila anak minta bantuan atau dikomentari. Jangan memberikan komentar yang bersifat negatif.&lt;br /&gt;• Tunjukkan hasilnya pada anak dan berilah komentar positif yang membangun, sehingga anak termotivasi untuk melakukan kembali atau meningkatkan diri.&lt;br /&gt;Conny mengatakan, ada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan orangtua, antara lain&lt;br /&gt;• Jangan menunjukkan sikap malas pada anak misalnya malas mandi, terlambat bekerja, atau malas membereskan rumah.&lt;br /&gt;• Jangan hanya memaksakan anak untuk berlatih piano atau sebagainya jika tidak diberikan fasilitas yang menunjang kegiatannya tersebut. Sehingga anak terbiasa melakukan aktivitasnya di rumah. “Di masa kanak-kanak pembiasaan-pembiasaan sangat penting untuk membentuk perilakunya,”katanya.&lt;br /&gt;• Jangan biarkan rasa malas menggerogoti anak. Segera antisipasi rasa malasnya.&lt;br /&gt;• Jangan terlalu memanjakan anak dengan selalu membantu aktivitas yang sebenarnya bisa dikerjakan anak sendiri. Karenanya, peran pembantu bisa dibatasi misalnya membiarkan anak memakai baju sendiri, mandi sendiri, dan makan tanpa disuapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ups! Tasku Ketinggalan Ma..&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak malas bersekolah berikut penjelasan dari psikolog Vera Itabiliana, amati dan cari penyebabnya mungkin dari lingkungan rumah, sekolah atau diri anak sendiri. Pernah ditemukan anak malas berangkat ke sekolah karena ingin bermain berdua saja bersama ibunya. Orangtua perlu meluangkan waktu spesial untuk bermain berdua saja dengan anak sehingga anak tak perlu merelakan waktu sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi anak yang rendah bisa menjadi pemicu kemalasan. Sehingga saat menemui masalah atau kesulitan di sekolah langsung malas ke sekolah. Jika demikian, diperlukan kerjasama dengan guru di sekolah, terutama anak yang baru masuk sekolah. Bangun rasa nyaman terlebih dulu, misalnya dengan mengenalkan anak pada lingkungan sekolah dan guru-gurunya terlebih dulu sebelum bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak yang memang mogok sekolah, terlihat anak malas melakukan hal rutin sebelum ke sekolah seperti mandi, memakai seragam, atau malas membawa tas. Anak juga terlihat tak antusias mengerjakan PR atau menyiapkan buku pelajarannya. Tetap dorong anak untuk melakukan ritual berangkat ke sekolah meski anak terlambat, tidak membawa tas atau tugas sekolahnya. Dampingi anak jika memang diperlukan. Ceritakan hal menyenangkan mengenai sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1141458404823504623?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1141458404823504623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1141458404823504623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1141458404823504623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1141458404823504623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/malas-vs-karakter.html' title='Malas vs Karakter'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1962218782115400705</id><published>2007-10-21T21:54:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T21:57:53.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Kiat Hadapi Rekan Kerja Yang Menjengkelkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berhadapan dengan rekan kerja yang tidak menyenangkan, kerap tak dapat dihindari. Agar Anda tidak ikut dirugikan dan terlibat dalam konflik, pelajari langkah-langkah untuk mengantisipasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kerja, mau tidak mau, kita harus berhadapan dengan rekan-rekan kerja yang memiliki karakter berbeda dengan kita. Ada yang menyenangkan, pendiam, terlalu banyak bicara, ada pula yang egois dan tidak peduli dengan kita. Berbagai macam karakteristik manusia bercampur baur, dan sangat mungkin tidak semuanya mampu kita hadapi begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jangka waktu kerja yang panjang, kewajiban berinteraksi dengan rekan kerja akan memberi peluang terjadinya senggolan, intrik dan juga percikan kebencian. Faktor stres dan tekanan kerja yang tinggi tentunya sangat mudah memacu adanya konflik dan pertikaian. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Meski situasi ini kerap tak dapat dihindari, ada baiknya kita pelajari lebih dahulu bagaimana cara berhadapan dengan rekan kerja yang memiliki karakter sulit - dengan cara yang lebih profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tetap Bersikap Tenang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak akan mau bekerja sama dengan seseorang yang sama persis dengan kita," tukas Dosen di Goldey-Beacom College, Dr, Patricia Buhler. "Rekan kerja yang memiliki karakter sama persis akan menyebabkan miskinnya kreativitas dan inovasi. Hal ini bukan saja tidak baik bagi tim, tapi juga bagi perusahaan." Lagipula, bagi Buhler, perusahaan tentu juga lebih suka mencari tenaga baru yang dapat bekerja sama dan memiliki pengalaman kerja dan personaliti yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun belakangan ini, semakin banyak perusahaan yang melakukan psikotes untuk memastikan apakah si calon pekerja mampu bekerja di dalam tim. Bila tidak, ya tinggal ditolak saja lamarannya. Namun masalahnya, apa yang kita lakukan bila harus berhadapan dengan rekan kerja, atau mungkin bos yang memiliki karakter sulit? Pertama-tama, mungkin kita harus luruskan dulu karakter apa saja yang termasuk dalam karakter sulit tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Presiden dan CEO Manajemen Training Goeins-Williams Associates, Inc., Devona Williams, ada enam tipikal karakter sulit - yang kita bisa temukan baik pada rekan kerja maupun pada atasan kita, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tipe pengatur atau penuntut,&lt;br /&gt;• Tipe kurang sensitif, suka berbicara kotor serta kurang pedulian,&lt;br /&gt;• Tipe individu berkaralder kasar, jorok atau tidak bersih,&lt;br /&gt;• Tipe perengek atau suka mengeluh, dan selalu berpikir negatif,&lt;br /&gt;• Tipe pengganggu, atau pembantah dan bermasalah pada komitmen,&lt;br /&gt;• Tipe yang suka mempermainkan orang atau kerap menggunakan politik kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik bisa terjadi atas berbagai sebab, perbedaan tujuan yang ingin dicapai juga dapat menyebabkan terjadinya perpecahan dalam kelompok tersebut. Bagi Williams, perbedaan seseorang dalam melihat sesuatu atau adanya ketidaksetujuan atas suatu hal yang dianggap penting. Apalagi bila dalam hal tersebut belum ada tujuan kerja yang jelas. Ini tentu saja akan dapat menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;Konflik dalam bisnis juga bisa meningkat, bila seseorang lebih suka mengerjakan sesuatu secara satu persatu sedangkan yang lainnya lebih memilih mengerjakan tugas yang paling krusial terlebih dahulu, sebelum mendapatkan konklusi. Atasan maupun rekan kerja kita bisa jadi terlalu cerewet dengan pekerjaan kita, atau mereka mengatakan sesuatu yang salah di waktu yang salah pula.&lt;br /&gt;Tingkah laku rekan sekantor yang menyebalkan, bisa sangat menjengkelkan - misalnya si rekan itu tidak dapat berbaur dengan orang lain. Orang yang tidak becus bekerja juga kerap mengundang masalah, apalagi jika orang itu jelas-jelas tidak memiliki kemampuan yang di bidangnya. Bila kita tengah mengalami situasi kerja yang seperti ini, Williams memberi saran untuk menghadapinya dengan langkah-langkah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perbaiki Cara Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba latih keahlian komunikasi kita, bersikaplah terbuka dan secara aktif mendengarkan kemauan atasan ataupun rekan kerja kita. Pastikan untuk sama-sama memahami apa yang dibicarakan dengan baik, jadi perhatikan baik-baik tanggapan yang ia berikan. Komunikasikan semua yang diperlukannya, jika atasan atau rekan kerja itu orang yang suka memerintah atau penuntut, cobalah ungkapkan pikiran kita dengan menggunakan memo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mengendalikan Stres&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan inventarisasi keahlian kita sendiri, apa saja yang akan kita lakukan saat seharian bekerja, bagaimana cara mengatasinya? Apakah ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan stress kerja? Strategi lainnya adalah dengan memasang alunan musik di kantor. Buatlah jurnal, tulis apa saja yang membuat kits resah, daripada meledakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Meningkatkan Kemampuan Personal dan Mengendalikan Tingkah Laku&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikirlah pro-aktif dalam berhubungan dengan orang lain, apakah kita sudah melakukan praduga pada orang lain? Apakah orang tersebut benar-benar kita butuhkan? Apa yang menjadi motif kelakuan mereka? Cari cara tersendiri untuk berinteraksi dengannya tanpa faktor yang satu itu, dengan begitu kita juga akan membangun posisi yang cukup kuat, bila ia termasuk `orang penting' di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hindari Situasi Sulit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkecil kontak dengan orang bermasalah tersebut, mintalah bantuan dari rekan kerja lain untuk ikut membantu kerja tim. Cari orang ketiga yang mampu menengahi masalah, bila kita harus berhadapan dengan konflik tersebut. Orang ketiga ini nantinya yang akan menjadi saksi kelakuan rekan kerja yang bermasalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Usaha Terakhir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika situasinya sudah tak tertahankan lagi, cari kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Misalnya, mintalah untuk dimutasi ke bagian lain, menjadi posisi lainnya di perusahaan yang sama, atau bila benar-benar tidak ada kemungkinan lain - ajukan pengunduran diri. Bukan berarti strategi kita kalah, tapi mencoba mengendalikan nasib kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mengganti Dinamika Kerja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buhler, beberapa konflik dan stress yang kerap terjadi dalam ruang kerja sebenarnya dapat diatasi baik dari para karyawan maupun dari tempat kerja itu sendiri. Kekuatan hanya akan datang bersama posisi yang kuat di organisasi tersebut, namun sekarang, kekuatannya cenderung lebih bersifat personal, kekuatan pengetahuannya serta kemampuannya - yang tidak semata-mata dilihat dari gelar kesarjanaan.&lt;br /&gt;Hasilnya, gaya pemerintahan dan kontrol manejer menjadi sumber utama. Ia bisa saja akan merasa terancam kehilangan kekuasaan bila harus mengganti gaya kepemerintahannya tersebut. Buhler memberikan beberapa kiat pada kita, bagaimana caranya menghadapi tipe manejer yang berperilaku sulit.&lt;br /&gt;Salah satunya, jangan bersikap defensif (bertahan). Jangan menempatkan diri pada posisi 'telur di ujung tanduk', dengan kata lain, jangan sampai kita memberi senapan yang memungkinkan atasan `membunuh' kita. Bersikaplah tenang dan diam, perhatikan cara kerja si bos dan bila memungkinkan - ikuti gayanya. Bisa jadi nantinya si atasan akan mampu bekerja sama dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalilah, karena individu ini hanya bisa bekerja berdasarkan kemampuannya. Begitu banyak karyawan yang menggunakan caranya sendiri-sendiri dalam menyelesaikan pekerjaannya. Diskusikan cara kerja yang sesuai, bila memang harus ada perubahan - bila perlu berikan berbagai referensi dan sumber informasi yang mendukungnya. Dan yang terakhir, bersikaplah sabar. Sebuah perubahan butuh proses yang panjang - takkan bisa berubah dalam semalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-1962218782115400705?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/1962218782115400705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=1962218782115400705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1962218782115400705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/1962218782115400705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kiat-hadapi-rekan-kerja-yang.html' title='Kiat Hadapi Rekan Kerja Yang Menjengkelkan'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-7103251479102696617</id><published>2007-10-21T21:46:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T21:54:01.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>KERJA ADALAH AMANAH</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku bekerja benar penuh tanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di areal pembangunan sebuah bendungan raksasa, seorang pekerja bernama Tigor terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam sehingga ia tak mampu keluar sendiri. Dia berteriak keras minta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki perlente berdasi dan berkacamata hitam mendengar teriakan itu. Dia menengok ke dalam lubang, melirik ke jam Rolex di tangan kirinya, lantas pergi buru-buru. Rupanya keperluan lain pemimpin proyek itu lebih penting daripada nyawa seorang pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Beberapa saat berlalu, seorang insinyur, kontraktor proyek tersebut, mendengar teriakan itu lalu mendatanginya. Dia memandang ke lubang dan menggelengkan kepalanya. Sambil berkacak pinggang ie memberikan ceramah kepada Tigor, “Hei, mengapa kau begitu ceroboh sampai terherumus begini? Kalau berjalan jangan melamun dong! Itu mata jangan nggak dipake. Kamu payah sekali, di areal ini lubang Cuma satu, kamu kok terjerumus juga. Berjalan saja tidak becus, apalagi memasang batubata! Nanti kalau sudah keluar, hati-hati OK?” Setelah berkata demikian, ia pun pergi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit berselang, seorang mandor menghampiri bibir lubang tersebut. Ia pun berusaha menolong. “Saya akan membantumu. Kuulurkan tanganku ke bawah dan ulurkan tanganmu ke atas. Jika berhasil kutangkap, tanganmu akan kutarik keluar, OK?” Lalu mereka mencoba saling mengulurkan tangan, tetapi tidak berhasil. Lubang itu terlalu dalam, dan mandor itu pun menyatakan menyesal tak dapat menolong Tigor.&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, Bonar, seorang pekerja lain mendekati lubang itu, dan terkejut karena temannya terperangkap. Ia menoleh ke kiri kanan. Dilihatnya segulung tambang besar tertumpuk di kejauhan. Tanpa menunda-nunda lagi diambilnya tambang besar itu, diikatkan ke pinggangnya. Segera dia turun. Dengan hati-hati kakinya dijejakkan ke dinding lubang. Bonar mencurahkan segenap keberaniannya, seolah-olah nyawa Tigor tergantung padanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di dasar lubang ia berkata, “Hei, aku Bonar. Kau naik ke pundakku, pegang talinya yang erat, kita akan keluar dari lubang ini.” Tigor menurutinya, menaiki pundak Bonar dan berhasil menggapai tali. Setapak demi setapak mereka mendaki dinding sumur. Akhirnya mereka berhasil keluar lubang maut itu. “Puji Tuhan!” kata Bonar lega. “Alhamdulillah!” seru Tigor terharu. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Empat Sikap Kerja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Secara karikatural ke empat tokoh di atas menggambarkan empat macam sikap orang terhadap amanah yang terkandung dalam pekerjaannya. Pertama, sikap sang pimpro yang pada pokoknya berkata “Emangnya gua pikirin. Ini kantor bukan milik nenek moyang gue. Peduli amat, mau untung syukur, mau bangkrut silakan. Gue di sini orang gajian, mau berkorban demi perusahaan? Sorry ya, harus ada imbalan yang sesuai dong. Kerja ya sesuai gaji kan?” Sikap pertama ini intinya adalah tidak peduli pada pekerjaan, pada organisasi. Pekerja dengan sikap tersebut sekedar mencari nafkah, mencari sesuap nasi. Meskipun tidak bisa disalahkan, jelas bahwa sikap sekedar cari makan tidak mungkin diandalkan untuk mencapai kinerja unggul bermutu tinggi seperti yang dituntut dalam era global sekarang ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sikap kontraktor yang dapat disingkat dengan krido (Kritik Doang). Orang seperti ini jago ngomong, gemar mengkritik, suka mencela, tetapi jika diminta bertindak hasilnya nol. teorinya banyak, tapi implementasinya nol juga. Suka ikut seminar dan serasehan, tapi yang terutama dicari ialah kopi dan makan siang yang memang enak di hotel-hotel, bukan materi seminar yang serius itu. kemudian jika terjadi kesalahan atau kegagalan, ia selalu menyodorkan teori kambing hitam, menyalahkan kiri kanan, kecuali diri sendiri. Ia bekerja ala kadarnya, seenak udelnya, dan jika ada maslah diam-diam melepaskan diri dari tanggungjawab. Kepeduliannya dangkal sekali, Cuma sebatas mulut. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sikap sang mandor yang bekerja setengah hati. Awalnya bersemangat, tetapi di tegah jalan disergap rasa malas lau mandek, terutama jika menemui kesulitan. Semangat awal cukup besar tetapi tidak didukung komitmen total. Jika membentuk kepanitiaan, ia paling getol tampil sebagai pengurus inti, tetapi jika sudah mulai bekerja hidungnya jarang kelihatan. Suka bilang “ya, ya, ya, gampang deh” tapi jika hasilnya ditagih, selalu mengelak dan minta maaf tanpa rasa malu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sikap kerja Bonar. Inilah ideal kita. Seperti arti namanya dalam ahasa Toba – orang benar atau lurus hati – jika menerima pekerjaan ia tidak berhenti sampai pekerjaan selesai dengan baik dan benar. Ia tidak puas jika hasil kerjannya belum memenuhi standar professional. Ia punya komitmen, mau berkeringat, dan bekerja hingga pemberi kerja puas. Rasa tanggungjawab menghalanginya mengorbankan mutu pekerjaan. Ia pantang bekerja sembarangan. Ia mengharamkan penyelewengan atas kepercayaan yang diberikan. Bonar menunjukkan dengan gambling apa yang saya maksud sebagai Etos Kerja 2, yaitu Kerja adalah Amanah: Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dari Perut Amanah Lahirlah Tanggungjawab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Bonar dalam kisah di atas bekerja benar penuh tanggung jawab karena merasa bahwa keselamatan rekannya merupakan suatu amanah yang harus dilaksanakan. Sebagai rekan sekerja dia merasa wajib tolong-menolong, apalagi dalam kasus ini rekannya terjebak dalam maut. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Konsep kunci di sini adalah amanah. Apa maksudnya? Amanah per definisi adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada kita, atau asset penting yang dipasrahkan kepada kita. Konskuensinya, sebegai penerima amanah, kita terikat secara moral untuk melaksanakan amanah itu dengan baik dan benar. Misalnya, pemeluk agama mengakui bahwa anak adalah milik Tuhan yang dititipkan-Nya kepada orangtua untuk dididik dan dibesarkan sesuai kaidah-kaidah agama. Maka sebagai penerima amanah, orangtua bertanggungjawab membesarkan anaknya hingga mencapai kedewasaan biologis-psikologis-spiritual. Dan sudah tentu mereka harus mendidik anaknya secara baik dan benar. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, Martono mendapat penugasan kantor ke luar negeri. Ia punya sahabat baik sejak kecil, Marzuki namanya, yang kebetulan belum punya rumah. Martono tidak ingin mengontrakkan rumahnya karena sewaktu-waktu bisa kembali ke Indonesia. Dia merasa lebi baik menitipkan rumah itu pada Marzuki tanpa uang kontrak dengan syarat rumahnya harus dirawat dengan baik. Dia memang, sangat memercayai Marzuki, dan hitung-hitung sekaligus beramal menolong kawan yang kurang beruntung. Menerima kebaikan dna kepercayaan demikian, Marzuki senang sekali karena uang kontrak bisa ditabungnya untuk uang muka rumah BTN di masa depan. Tetapi dirinya secara moral-yaitu memikul suatu tanggungjawab-untuk memelihara dan menjaga rumah titipan Martono sebaik mungkin. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dengan dua contoh di atas, saya mengedepankan suatu tesis bahwa tidak mungkin ada tanggungjawab tanpa konsep amanah. Dengan kata lain, amanah mendahului tanggungjawab; tegasnya amanah melahirkan tanggungjawab. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tanggungjawab memerlukan predikat baik dan benar. Artinya, suatu tanggunjawab harus ditunaikan secara baik dan benar sehingga menyamai bobot amanah yang diberikan. Jika bobot amanah dan tanggungjawab tidak seimbang maka terjadilah mismatch yang membuat salah satu pihak dapat membebaskan diri dari ikatan moral yang terjadi. Jika bobot tanggungjawab kurang, maka pemberi amanah dapat menarik amanahnya kembali. Sang penerima kepercayaan dengan demikian kehilangan kepercayaan yang pernah dimilikinya. Jika amanah ditarik atau dikurangi bobotnya, padahal tanggungjawab penerima tetap tinggi, maka hubungan akan terputus karena penerima amanah kapok dirugikan. Jadi hanya ada satu pilihan: jika kita menerima amanah, kita harus bertanggungjawab secara baik dan benar. Dengan kata lain, dari perur amanah lahirlah bayi tanggungjawab. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dalam menunaikan amanah tersebut, yaitu ketika kita melaksanakan suatu tanggungjawab, maka pelaksanannya tidak boleh sekedar formalitas. Maksudnya, tanggungjawab itu betul-betul harus kita laksanakan secara benar, baik esensinya, spiritnya, maupun administratif formalnya. Misalnya, seorang angota DPR yang mengemban amanah rakyat daerah Merauke, tidak cukup hanya sibuk melaksanakan tugas-tugas administrattif keparlemenan, tetapi paling esensial, dia juga harus menyuarakan aspirasi rakyat Merauke yang diwakilinya. Jika itu dia abaikan, maka secara moral sesungguhnya membohongi rakyat Merauke karena spirit amanah dengan sendirinya menuntut penunaian kandungan amanah dimaksud. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga seorang akuntan, dia tidak cukup hanya menyajikan angka-angka yang balance pada kolom debet dan kredit, tetapi lebih penting lagi, angka-angka itu harus menyatakan fakta bisnis yang benar.&lt;br /&gt;Di bidang lain, seorang sarjana tidak cukup hanya sekedar lulus ujian dan membuat skripsi, tetapi kelulusannya haruslah dengan proses belajar yang benar, tidak menyontek. Skripsinya-pun harus benar-benar buatan sendiri, bukan modifikasi skripsi orang orang lain dengan judul sedikit berbeda yang dipesan dari tukang skripsi yang mangkal di kios-kios pingir jalan di dekat kampus. Di sini, amanah menuntut kesejatian, bukan hanya esensinya tetapi juga prosedurnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Amanah : Spirit Anti-KKN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Melaksanakan amanah secara tidak benar dan kurang bertanggungjawab pada akhirnya akan menghancurkan basis kepercayaan. Padahal menurut Francis Fukuyama, kepercayaan (trust) adalah modal sosial tertinggi (Fukuyama, 1995). Karena itu, tidak melaksanakan amanah secara bertanggungjawab berarti menghancurkan diri sendiri, dan ditingkat perusahaan ini bisa membangkrutkan organisasi, mengingat yang terjadi sesungguhnya adalah kemunafikan, kepalsuan, dan pembodohan hukum-hukum. Inilah yang terjadi pada bank-bank di Indonesia pada zaman krisis moneter 1997-1999. Ratusan bank limbung kemudian ambruk karena sejak lama sebelumnya praktik-praktik kontra amanah sangat ramai diselenggarakan. Tindak kepalsuan tidak mungkin bertahan lama. Ketidakbenaran mustahil tegak berdiri lestari.. Dan hukum-hukum mustahil dilawan dan dibodohi. Kitalah yang bodoh jika berusaha melanggar hukum-hukum ekonomi, hukum-hukum alam, atau hukum-hukum moral. Jadi sekali lagi, sebuah amanah harus kita laksanakan penuh tanggungjawab, dan tanggungjawab harus kita tunaikan secara benar. Atas dasar argumentasi inilah saya berani mengatakan bahwa etos kerja kedua ini merupakan etos anti-KKN yang efektif. Maksudnya, apabila seorang pejabat, misalnya, cukup mampu menghayati pekerjaannya sebagai amanah, maka dia diberdayakan untuk mampu mengatasi godaan KKN. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;KKN adalah pengingkaran atas amanah karena secara telanjang pelaku KKN memutarbalikkan arah amanah tersebut pada kepentingan dirinya dan melupakan, bahkan merugikan, sang pemberi amanah. Ia menolak bertanggungjawab kepada pihak yang berhak. Dengan kata lain, ia berkhianat karena melanggar kewajiban moralnya. Jadi, tatkala seorang anggota DPR, misalnya, menggunakan kekuasaan legislatifnya untuk ”menginjak kaki” eksekutif demi uang, maka ia telah berlaku khianat kepada rakyat yang memberinya amanah. Tatkala seorang calon ekskutif mengimingi anggota legislatif agar proposalnya disetujui, maka calon ekskutif ini sudah membunuh amanah tersebut sebelum ia sempat dilahirkan. Demikian pula polisi yang memeras rakyat, hakim yang memeras para pencari keadilan, jaksa yang memeras pejabat, atau dewan guru yang memeras orangtua murid, secara terang-terangan sebenarnya melakukan pengkhianatan kepada pemberi amanah.&lt;br /&gt;Karena itu etos amanah seyogyanya diajarkan di sekolah-sekolah, dalam diklat kantor, dan di semua program pembinaan SDM, agar pegawai dan pejabat organisasi bersangkutan lebih bertanggungjawab dan berdaya secara moral dalam mengemban amanah dipundak masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kita Semua adalah Pemegang Amanah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata, kita semua adalah pemegang amanah. Tidak hanya satu tetapi banyak. Terdapat multi-amanah di bahu kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; amanah dari Tuhan, bangsa dan negara: Itulah Indonesia dan kekayaan sosial-budayanya, Indonesia dan kekayaan sumberdayanya hayatinya, Indonesia dan kekayaan sumberdaya mineralnya. Segenap bakat, talenta, dan potensi diri kita serta anggota keluarga, khususnya anak-anak kita, bahkan rezki dan harta benda lainnya yang dipercayakan Tuhan kepada kita, semua adalah amanah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; amanah dari organisasi: Itulah jabatan, konstituen, dan anakbuah kita; asset non-material berupa infomasi, citra, budaya, visi, nilai-nilai organisasi kita, di samping asset material seperti uang, barang, kendaraan, gedung, perkakas kantor, dan semua kekayaan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;Mengapa bisa demikian? Manusia sebagai makhluk moral adalah manusia yang berhubungan dengan dunia sekitarnya dalam suatu tatanan yang dicirikan dengan relasi-relasi moral. Jadi, hubungan kita dengan orangtua adalah hubungan moral. Hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan moral juga. Demikian pula dengan tetangga, dengan hewan, dengan bumi, dengan udara dan air, dengan uang, dengan pekerjaan dan jabatan – bahkan hubungan dengan apa pun, pada dasarnya adalah relasi-relasi moral, yang lahir dari status kita sebagai manusia moral, makhluk berbudi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan-hubungan moral ini, terjadilah tatanan organik, di mana kita saling memberi dan menerima. Dari orangtua kita menerima tidak saja kasih – sayang, tetapi lebih fundamental lagi, kita menerima warisan fisik, budaya, dan etisitas yang tidak mungkin kita buang.&lt;br /&gt;Diri saya contohnya. Suara dan cara berjalan saya sangat mirip dengan suara dan cara berjalan mendiang ayah saya. Jidat dan mata saya sangat mirip dengan milik almarhumah ibu saya. Kemudian, karena mereka berdua orang Pak-pak, saya-pun otomatis orang Pak-pak. Tidak peduli berapa ton keju atau kuintal gudeg saya makan kemudian, tidak satu pun hal itu mengubah jati diri saya sebagai orang Pak-pak. Sampai mati saya tidak bisa lain kecuali menjadi orang Pak-pak. Bukan Cuma itu, kecerdasan, motivasi, cita-cita, standar sukses, dan kontrak-kontrak bathiniah saya, sudah pasti sebagian besar merupakan hasil organik warisan keluarga dan leluhur saya. Karena budaya kami bersifat patrilineal-seturut garis ayah- maka saya pun menerima nama keluarga (fam, marga ) Sinamo. Sesuai kaidah adat budaya kami, maka saya pun otomatis turut menjadi pemilik dalam warisan tanah ulayat Sinamo di desa Progil Jehe, kira-kira 175 km barat daya kota Medan.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan tesis bahwa amanah melahirkan tanggungjawab, maka saya pun otomatis bertanggungjawab atas warisan biologis, fisik dan sosial budaya yang saya terima. Oleh karena kesadaran amanaha inilah maka tumbuh rasa tanggungjawab untuk meneruskan cita-cita orang tua saya, melaksanakan pesan-pesan kedua almarhum yang saya cintai itu. Saya berusaha menjaga nama baik mereka. Bahkan saya berusaha meningkatkan derajat mereka, memuliakan mereka dengan membangun prestasi-prestasi yang akan mengharumkan nama mereka.&lt;br /&gt;Sekarang. Dengan kesadaran dan penghayatan bahwa kita mengemban amanah yang penting, maka terbitlah perasaan benar, feeling right, di dalam hati kita dan untuk melakukannya dengan benar. Perasaan ini selajutnya menimbulkan motivasi yang amat kuat. Dengan demikian kita akan berada dalam modus melakukan hal yang benar, dengan tujuan yang benar, dengan sikap yang benar, dengan cara yang benar, serta menggunakan data dan instrumen yang benar pula. Bila ini terjadi, seyogianya hasilnya akan benar pula. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kesadaran bahwa kita mengemban amanah, akan melahirkan kewajiban moral, yaitu bahwa nilai yang termuat dalam amanah itu kita hargai dengan sangat tinggi sehingga tumbuhlah perasaan bahwa ia harus dijaga, dipelihara, dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Moral obligation inilah yang disebut sebagai tanggungjawab.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dengan cara yang sama Anda dan saya bisa mendaftarkan hal-hal yang menjadi tanggungjawab kita dalam hidup ini. Misalnya, karena kita turut menjadi pemegang amanah sebuah negeri yang disebut Indonesia maka kita pun mempunyai tanggungjawab sebagai anak negeri ini. Karena kita turut menjadi pengemban amanah planet bernama Bumi, maka kita pun mempunyai tanggungjawab sebagai warga Bumi. Karena kita turut menjadi penerima amanah kekayaan hayati yang beragam, maka kit pun turut bertanggungjawab atas kelestarian lingkungan kita. Karena kita menjadi penerima amanah kekayaan sodial-budaya dari umat manusia sebumi, maka kit pun turut bertanggungjawab atas setiap saudara kita, sesama umat manusia. Dalam kaitan yang terakhir ini, persahabatan pun adalah amanah karena dalam persahabatan itu kita saling menerima kepercayaan, dan oleh karenanya maka kita pun bertanggungjawab memelihara persahabatan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, secara spriritual kita percaya bahwa kita telah menerima amanah kehidupan dari Sang Pemilik hidup, yaitu Tuhan Sang Maha Pemberi. Oleh karenanya kita bertanggungjawab atas setiap detik kehidupan kita yang fana ini. Entah berapa panjang usia kita di Bumi ini, maka amanah usia tersebut harus kita pertanggungjawabkan kelak di mhkamah ilahi. Entah kita akan masuk surga atau neraka, sebagian atau seluruhnya, tergantung kualitas tanggungjawab kita atas hidup kita, yaitu buah kesadaran kita atas amanah ilahi itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Amanah dan Pengembangan Diri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya akan menyinggung tentang amanah unik yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing, yaitu bakat, talenta dan potensi biologis-psikologis-spiritual insani lainnya yang kini menjadi milik kita. Menurut Howard Gardner, seorang pakar kecerdasan dari Universitas Harvard, kita semua menerima kombinasi unik paling sedikit tujuh macam kecerdasan, yaitu kecerdasan rasional-matematika, kecerdasan ruang-waktu, kecerdasan musikal, kecerdasan emosional, kecerdasan fisik, kecerdasan verbal dan kecerdasan sosial (Gardner, 1993). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran moral atas amanah human potensial inilah yang melahirkan konsep tanggungjawab pribadi atas pengemangan diri kita secara optimal menuju limit kesempurnaan yang mungkin. Semakin besar rasa tanggungjawab kita semakin besar pula ukuran diri kita. Orang “kerdil” disebut “manusia kerdil”, bukan karena ditakdirkan “kerdil”, melainkan karena yang bersangkutan tidak mau mengambil tanggungjawab mengembangkan dirinya dan hanya bersedia memikul tanggungjawab yang “kerdil” saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya orang “besar” menjadi “manusia besar” bukan karena badannya besar tetapi karena yang bersangkutan berani memikul tanggungjawab yang besar. Solzhnistsyn, misalnya, sastrawan Rusia pemenang hadiah Nobel 1970 ini menjadi tokoh besar – sampai ia diperlakukan bagaikan setengah dewa – karena dia merasa harus bertanggungjawab menyuarakan fakta dan kebenaran yang dilihatnya dalam kamp kerja paksa Uni Sovyet yang terkenal itu. Nuraninya tidak bisa diam. Dia merasa bahwa menyuarakan kebenaran merupakan amanah suci sehingga menulis laporan yang jujur meskipun harus disampaikan dalam bentuk novel adalah suatu keharusan nurani. Inilah tanggungjawab yang langsung berhadapan dengan kekuatan tirani raksasa bernama Partai Komunis Uni Sovyet saat itu. Lalu Solzhenistsyin pun bertiwikrama menjadi orang besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, dalam kisah klasik Daud vs Goliat bukan sang raksasa Goliat yang disebut besar, melainkan Daud yang tuuhnya justru sangat kecil ukurannya dibanding Goliat. Pada kisah biblis tersebut diceritakan bahwa tidak satu pun perwira Bani Israel yang berani tampil melayani tantangan Goliat. Keberanian dan nyali mereka ciut mengkeret. Tapi ketika Daud tiba di medan perang serta mendengar langsung hujatan dan pelecehan Goliat kepada Tuhan, maka Daud yang selalu akrab dengan Tuhan itu, segera dijangkiti moral obligation untuk membuktikan sebaliknya. Membela kebesaran nama Tuhan menjadi semacam amanah pribadi baginya yang secara instan menumbuhkan moral courage yang besar untuk melawan musuh yang kafir, fasik dan tak bersunat itu. Demikianlah Daud turun tangan sendiri menghadapi Goliat dan Menang! &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kerja adalah Amanah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Kerja pun merupakan amanah. Jabatan adalah amanahh. Inilah yang sering dikatakan oleh Baharuddin Lopa, mantan Menteri Kehakiman dan HAM yang kemudian juga dipercaya sebagai Jaksa Agung pada Kabinet presiden Abdurrahman Wahid. Bagi Lopa, jabatannya adalah amanah untuk menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan. Menurut Lopa, biar pun langit runtuh hukum harus ditegakkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Lebih khusus lagi, melalui kerja kita menerima amanah. Pemilik modal memercayakan usahanya. Manajemen memercayakan pelaksanaan tugas-tugas khusus. Pelanggan memercayakan kontinuitas pembeliannya. Pemasok memercayakan barangnya dengan pembayaran dibelakang. Karyawan memercayakan masa depannya. Sebagian orang lagi menerima tugas pekerjaannya sebagai amanah langsung dari negara. Merekalah para pegawai negeri, termasuk semua duta besar. Sebagian lagi mengemban amanah rakyat, merekalah para anggota DPR dan DPD. Demikian pula presiden, gubernur dan bupati mendapat mandat dari rakyat pemilihnya. Bahkan ada pekerjaan-pekerjaan yang secara langsung dari Tuhan. Itulah pekerjaan para nabi dan rasul yang pada gilirannya diwarisi oleh kaum ulama seperti pendeta, kiai, pastor. Entah apapun pekerjaan Anda, pendeknya banyak kepentingan pihak lain, yaitu para konstituen, dipercayakan kepada Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemegang amanah (trust holder) kita adalah orang yang dipercayai dan diharapkan mampu melaksanakan amanah tersebut dengan sukses. Istilah dipercayai disini memiliki dua makna.&lt;br /&gt;Pertama, dipercayai secara teknis. Ini mengandaikan adanya kompetensi. Dengan kompetensi orang mampu melaksanakan tugasnya dengan benar sesuai standar teknis dan profesional.&lt;br /&gt;Kedua, dipercayai secara moral. Ini mengandaikan adanya integritas. Dengan integritas orang mampu melaksanakan tugasnya dengan benar sesuai standar etis, tidak berkubang dalam KKN. Jadi kompetensi dan integritas adalah sepasang kualitas utama agar seseorang mampu mengemban amanah dengan sukses.&lt;br /&gt;Untuk membangun kompetensi diperlukan pendidikan dan pelatihan yang serius. Sedangkan untuk membangun integritas diperlukan pengetahuan akan dan komitmen kuat pada nilai-nilai etika. Keduanya tidak terpisahkan sebagai prasyarat utama bagi kemampuan mengemban amanah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bekerja dengan penghayatan sebagai seorang pengemban amanah, maka secara internal, oleh karena otot integritas kita yang terus berkembang, kita akan bertumbuh menjadi pribadi yang terpercaya. Kata terpercaya di sini mengandung dua makna. Pertama, keandalan (reliability) yang mengacu pada kompetensi teknis; dan kedua, keterpercayaan (thrustworthiness) yang mengacu pada kompetensi etis.&lt;br /&gt;Jelas bahwa karakter keterpercayaan ini menjadi jaminan sukses pelaksanaan amanah itu sendiri. Secara empirik kita melihat bahwa orang yang sukses mengemban amanah kecil akan mendapat kepercayaan amanah lebih besar. Lagi-lagi karakter terpercaya menjadi modal penting untuk sukses lanjutan itu. Boleh dikatakan, di atas karakter terpercaya inilah kita membangun kinerja yang unggul, sehingga pada gilirannya membuat kita dihargai dan dipercayai orang. Hal ini tentu akan memupuk motivasi dan harga diri kita. Demikianlah harga diri yang sehat dan rasa bangga yang benar ditegakkan di atas fondasi yang kukuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menumbuhkan Etos Amanah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengembangkan etos amanah? Ini pertanyaan sulit. Tetapi sangat penting untuk dijawab karena pengetahuan ini akan membawa kita pada kunci pengembangan SDM terpenting bagi negeri ini. Di tingkat internasional, Indonesia selalu berlangganan gelar negeri terkorup di dunia. Apa pun argumentasi kita, jelas bahwa memberantas korupsi harus menjadi salah satu program terpenting di republik ini. Tanpa program ini maka pembangunan apa pun niscaya takkan berhasil. Dan pada tingkat ini, berarti kita harus membangun etos amanah dalam hati setiap pejabat, setiap hakim, polisi, jaksa, guru, bahkan semua pegawai mulai dari kantor kelurahan sampai kantor kepresidenan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Menurut observasi saya, etos amanah lahir dari proses dialektika dan refleksi batin tatkala kita berhadapan dengan kenyataan buruk di lapangan yang diperhadapkan dengan tuntutan moral dan idealisme di pihak lain. Dalam proses ini terjadi penyentakan-penyentakan perasaan, kejutan-kejutan kejiwaan, dan pencerahan-pencerahan batin – umum disebut sebagai moment of truth – yang kemudian mentransformasikan kesadaran kita ke tingkat yang lebih tinggi dan selanjutnya melahirkan etos amanah.&lt;br /&gt;Pengalaman moment of truth selalu menjadi suatu titik-balik yang menandai tumbuhnya kesadaran baru dan berkembangnya moral yang lebih tinggi. Maka terbentuklah etos amanah yang selanjutnya merumuskan atau mempertegas peran dan tanggungjawab bersama serta melahirkan sebuah daya juang besar untuk mewujudkan  cita-cita dan visi bersama. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Baharuddin Lopa, misalnya, menyelenggarakan proses dialektika batin tersebut antara ajaran Islam yang dianutnya secara sangat sungguh-sungguh dan realitas korupsi dan kolusi yang mengerikan di negeri ini. Saat banyak kawan seprofesi Lopa memilih menistakan diri demi uang, ia justru memutuskan menjadi protagonis. Jadilah ia seorang jaksa yang amat menakutkan bagi para koruptor, tetapi ia dielu-elukan oleh rakyat.&lt;br /&gt;Demikian pula perasaan amanah seorang Mahatma Gandhi untuk menegakkan keadilan dan meraih kemerdakaan bagi India, muncul pada saat ia mengalami moment of truth di sebuah stasiun kereta api di Durban, Afrika selatan. Sebagai pengacara lulusan Inggris ia sanggup membeli karcis kelas satu. Tetapi warna kulitnya membuat ia dianggap tak layak duduk di sana sesuai aturan zalim sistem apartheid. Polisi pun menyeret dan melemparkan Gandhi keluar kereta pada saat tiba di stasiun berikutnya. Pengalaman ini sangat menyentak kesadaran Gandhi. Lalu ia pun mulai bermertamorfosa menjadi pejuang keadilan, pengemban amanah kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno juga mulai menumbuhkan etos amanah untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda tatkala ia terlibat dalam pergumulan intensif, yang diakibatkan kenyataan kaumnya yang terpuruk, miskin, papa dan tertindas di tengah gemerlapan kaum penjajah yang makmur. Di tengah kontras besar itu, kesadaran politik Soekarno, yang saat itu masih sangat belia sebagai siswa HBS (setingkat SMU), semakin bertumuh pesat karena ia mendapat pencerahan-pencerahan batin dan intelektual melalui diskusi-diskusi dengan para aktivis Islam dan kaum Marxis di indekosnya di kediaman HOS Tjokroaminoto, di kota Surabaya. Etos amanah ini kemudian dikonseptualkannya dalam suatu bingkai teori politik yang diberinya judul “Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme” yang terkenal itu. Tatkala ia pindah ke Bandung dan menjadi mahasiswa THS (kini ITB) kesadaran dan moral feeling ini semakin matang melalui aktivitasnya dalam berbagai perkumpulan dan pertemuan politik yang diungkapkannya melalui talenta terbesarnya, yaitu berpidato. Saat di tanah Priangan ini inovasi politiknya yang semakin cerdas menghasilkan apa yang kelak dikenal sebagai Marhaenisme. Dua penjara, Banceuy dan Sukamiskin, turut pula memperkaya batinnya serta memperkuat tekadnya dalam mengemban amanah rakyatnya, sampai-sampai kemudian secara elegan merumuskann peranan dirinya sebagai “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”. Secara hakiki, Soekarno mengalami dan melakukan proses-proses transendensi intelektual-spiritual dengan cara menyelami dan mengkonstruksi suatu gagasan besar bernama “Indonesia”. Ia bahkan mengidentifikasi dirinya dengan bakal negara bernama Indonesia tersebut sedemikian rupa, sehingga pidato pembelaan dirinya di mahkamah penjajah pada tahun 1926, disebutnya sebagai “Indonesia Menggugat” dan bukan “Soekarno Menggugat”. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Lahirnya Tanggungjawab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masalah kita adalah, adakah sebuah pengalaman bathin yang dramatis pernah kita alami sehingga kesadaran etos amanah ini tumbuh subur dalam jiwa kita dan melahirkan komitmen untuk bekerja benar penuh tanggungjawab?&lt;br /&gt;Secara ringkas, saya sekarang bisa menjelaskan bagaimana etos amanah yang melahirkan rasa tanggungjawab dalam tubuh SDM kita sebagai berikut : &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia harus disadarkan bahwa dirinya adalah makhluk moral yaitu insan yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi.&lt;br /&gt;2. Budi luhur dan martabat tinggi ini mewajibkan kita untuk dengan sendirinya berperilaku sesuai dengan hakikat budi dan martabat itu sendiri.&lt;br /&gt;3. Pekerjaan adalah suatu tata relasi yang di dalamnya terjadi kegiatan saling memberi dan menerima secara fungsional.&lt;br /&gt;4. Oleh karena hakikat budi dan martabat manusia di atas maka pekerjaan maupun setiap peristiwa kerja di dalamnya dengan sendirinya bersifat moral.&lt;br /&gt;5. Kesadaran moral khusus dalam konteks kerja ini dirumuskan dalam sebuah konsep bahwa kerja adalah amanah.&lt;br /&gt;6. Dari kesadaran amanah ini lahirlah kewajiban moral yaitu tanggungjawab yang kemudian menimbulkan keberanian moral dan kehendak kuat untuk :&lt;br /&gt;a. Melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;b. Menggunakan bahan, informasi, metoda, dan prosedur dengan benar.&lt;br /&gt;c. Mencapai tujuan kerja itu sendiri sesuai visi yang ditetapkan.&lt;br /&gt;d. Singkatnya, amanah mewajibkan kita untuk bekerja benar penuh tanggungjawab. Ini sedikitnya berarti:&lt;br /&gt;i. Bekerja sesuai dengan job description dan mencapai target-target kerja yang ditetapkan.&lt;br /&gt;ii. Tidak menyalahgunakan fasilitas organisasi.&lt;br /&gt;iii. Tidak membuat dan mendistribusikan laporan fiktif.&lt;br /&gt;iv. Tidak menggunakan jam kerja untuk kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;v. Mematuhi semua aturan dan peraturan organisasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mutiara Etos Amanah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;1. Hakikat, karakter dan modus operandi amanah:&lt;br /&gt;a. Kerja adalah amanah, Jabatan adalah amanah. Melalui kerja kita menerima amanah.&lt;br /&gt;b. Amanah adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada kita.&lt;br /&gt;c. Semakin besar tanggungjawab kita semakin besar pula bobot diri kita.&lt;br /&gt;d. Kompetensi dan integritas adalah sepasang kualitas utama agar orang mampu mengemban amanah.&lt;br /&gt;e. Manusia adalah makhluk moral, artinya manusia berbudi luhur dan bermartabat tinggi yang hidup dalam tatanan yang dicirikan oleh relasi-relasi moral.&lt;br /&gt;f. Moment of truth selalu menjadi titik balik menandai tumbuhnya kesadaran baru dan berkembangnya moral yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;2. Dari perut amanah lahirlah tanggungjawab:&lt;br /&gt;a. Amanah mengharuskan kita bekerja benar penuh tanggungjawab.&lt;br /&gt;b. Amanah menuntut kesejatian, baik esensi maupun prosesnya.&lt;br /&gt;c. Etos amanah lahir dari proses dialektika dan refleksi batin tatkala kenyataan buruk dihadapkan dengan tuntutan moral dan idealisme.&lt;br /&gt;d. Kesadaran akan amanah melahirkan kewajiban moral, yaitu tanggungjawab yang kemudian menimulkan perasaan benar, keberanian moral, dan kehendak kuat untuk melaksankan tugas dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, serta menggunakan bahan, informasi, metoda, dan prosedur dengan benar untuk mencapai tujuan kerja itu sendiri sesuai visi yang ditetapkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Kekuatan amanah: amanah adalah kepercayaan.&lt;br /&gt;a. Menerima dan memikul tanggungjawab adalah salah satu cara terbaik mengembangkan karakter manusia.&lt;br /&gt;b. Kita menerima amanah kehidupan dari Sang Pemilik Hidup, karenanya kita bertanggungjawab atas setiap detik hidup kita yang fana ini.&lt;br /&gt;c. Kita semua adalah pemegang amanah. Tidak hanya satu tetapi banyak amanah.&lt;br /&gt;d. Barangsiapa berhasil mengemban amanah kecil akan mendapat kepercayaan mengeman amanah besar.&lt;br /&gt;e. Tanggungjawab harus diwujudkan dengan benar, baik esensi, semangat, maupun teknis pelaksanaannya.&lt;br /&gt;f. Tanggungjawab harus ditunaikan setara dengan bobot amanah yang dipercayakan.&lt;br /&gt;g. Tidak ada tanggungjawab tanpa kesadaran amanah. Amanah melahirkan tanggungjawab.&lt;br /&gt;4. Manusia amanah : tujuan amanah yang terpenting adalah agar kita semua menjadi manusia yang sungguh-sungguh bertanggungjawab:&lt;br /&gt;a. Kita membangun kinerja yang unggul sehingga dihargai dan dipercaya.&lt;br /&gt;b. Jika kita bekerja dengan penghayatan sebagai pengemban amanah, maka kita akan bertumbuh menjadi pribadi yang handal secara teknis dan kompeten secara etis.&lt;br /&gt;c. Pemegang amanah harus berkompetensi tekis agar hasilnya baik, dan berkompetensi etis agar hasilnya benar.&lt;br /&gt;d. Untuk membangun kompetensi diperlukan pendidikan dan pelatihan yang serius. Untuk membangun integritas diperlukan pengetahuan dan komitmen kuat pada nilai-nilai etika. Keduanya tidak terpisahkan sebagai prasyarat utama bagi kemampuan mengemban amanah.&lt;br /&gt;5. Dunia tanpa amanah :&lt;br /&gt;a. Ingkar akan amanah menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas.&lt;br /&gt;b. Korupsi, yang adalah pemutarbalikan amanah – dari kepada sang pemberi amanah menjadi kepada kepentingan pribadinya – akan merajalela, dan koruptor hidup bebas berfoya-foya.&lt;br /&gt;c. Kredibilitas dan kepercayaan pribadi menjadi rusak, yang pada gilirannya akan menghancurkan tatanan kehidupan bersama.&lt;br /&gt;d. Tanpa pelaksanaan amanah yang benar dan bertanggungjawab, basisi saling percaya akan hancur berantakan.&lt;br /&gt;e. Tanpa amanah kepalsuan akan bertahan lama, ketidak – benaran akan tegak berdiri lestari,dan hukum-hukum akan senantiasa dilawan dan dibodohi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-7103251479102696617?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/7103251479102696617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=7103251479102696617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7103251479102696617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/7103251479102696617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kerja-adalah-amanah.html' title='KERJA ADALAH AMANAH'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-892443960012052420</id><published>2007-10-21T21:41:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T21:45:22.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Kata-kata Bisa Lebih Tajam Dari Pisau</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Apa susahnya mengucap kata? Siapa pun bisa berkata-kata, sebebas-bebasnya. Namun ingat, kata-kata bisa lebih tajam dari pisau. Ia dapat melukai batin, yang kadang sulit sembuh hingga kapan pun. Jadi, berhati-hatilah melontarkan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ini kisah nyata. Okta Triani (10), bergegas pulang padahal sekolah belum lagi usai. Bocah kelas IV SD itu ingin mengadu pada ibunya, dirinya dikatai jelek oleh teman-temannya sekelas. Ia sakit hati, marah, dan merasa terhina. Setiba di rumah, sang ibu tak ada, Sedang ayah bekerja. Tak ada seorang pun tempat ia memuntahkan kesal. Entah kenapa, ia kemudian menyambar racun serangga, menenggaknya dua kali. Lalu, berangkat lagi ke sekolah. Okta jatuh pingsan di depan rumah. Untung tetangganya lewat dan membawanya ke rumah sakit. Okta pun selamat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa pada 2 Maret 2005 pukul 10.30, di Serpong, Tangerang, menyiratkan bahaya kata-kata jika disampaikan secara tak semena-mena. Betapa kata-kata kuasa merobek harga diri, bahkan hidup seseorang.&lt;br /&gt;Tergantung Relasi&lt;br /&gt;Apakah kata itu? "Kata adalah simbol yang dibuat manusia, hingga sebetulnya memiliki arti yang tidak jelas," ujar Dr. Jeannette Murad, staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. "Misal, kata “sadis’ berbeda ukurannya untuk setiap orang. Inilah yang menyebabkan miscommunication, karena, ia menangkap lain dari apa yang saya maksudkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kata adalah bentuk ucapan (verbal) dari apa yang kita pikirkan dan rasakan. Namun, menurut Dr. Jeannette, perasaan lebih tampil dalam tingkah laku non-verbal, misalnya melalui intonasi, tekanan kata, mimik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;"Perhatikan komentator olahraga, dari cara bicaranya, bukan apa yang dibicarakan, tampak jelas ia pro tim yang mana," imbuhnya. Dari caranya memberi penekanan kata, juga bisa memberi makna yang lain.&lt;br /&gt;Dicontohkan, kata "dia cantik" adalah ucapan tulus, tapi jika diucapkan “Dia? Cantik?” jelas mengandung pelecehan. Jadi, tergantung bagaimana mengucapkannya. Kata-kata bisa sama, tapi arti atau pemaknaannya tergantung pada yang menyertainya, termasuk mimik atau bahasa tubuh. “Tanpa itu pun sebenarnya tetap bisa dibaca dari intonasi. Coba bicara di telepon, tanpa melihat mimik pun kita tahu dia sedang jengkel atau marah."&lt;br /&gt;Mengapa kata-kata bisa berdampak negatif bagi orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena orang yang mendengarkan mempunyai latar belakang yang berbeda dengan yang berbicara. Ada juga faktor perbedaan budaya. Misalnya seperti yang terjadi pada jaksa Agung A. Rahman di depan rapat kerja dengan DPR. Ia marah karena dikatakan sebagai "Ustad di tengah kampung maling”. “Bagaimana kita mempersepsikan sesuatu tergantung pada bagaimana relasi kita dengan dia,” tandas Dr. Jeannette.&lt;br /&gt;Relasi renggang berbeda dengan seandainya berteman baik. Sehingga, jika dikatakan “Kamu gendut”, penerimaannya akan berbeda. Pada orang yang tak begitu dikenal, akan terasa menyakitkan. Sebaliknya, jika diucapkan kepada seorang sahabat, bisa diterima sebagai feedback positif, bahwa berat badan kita bertambah, sehingga butuh diet khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang terjadi pada si bocah Okta sedikit berbeda. Selain hubungan dengan teman-teman kurang baik, ia sendiri belum memiliki pertahanan diri, sehingga amat rentan terhadap kata-kata yang menyinggung perasaan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, memberikan kata-kata pujian juga harus hati-hati. “Jika tak tepat waktu, misal sedang ada masalah, maka pujian bisa berakibat fatal,” Jeannete mengingatkan. Begitu pun jika tak sesuai dengan kenyataan, pujian bisa dianggap sindiran atau ejekan. Ada pula pujian yang diprotes si terpuji, karena ia merasa dirinya tak pantas dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima kata pujian juga harus waspada. Selain bisa melenakan, biasanya pujian bermata dua, bisa juga untuk menjatuhkan. Menggunakan kata-kata bersayap juga jangan sembarangan. Apalagi jika dilatari perbedaan budaya. “Apa yang biasa pada budaya daerah tertentu belum tentu bisa diterapkan pada budaya daerah lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Non — Verbal &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kata-kata berbentuk kalimat berita atau informasi yang tak berdampak sama sekali pada orang lain. Karenanya, aspek nonverbal menjadi sangat penting, agar kata-kata yang disampaikan jadi berbobot atau bernilai.&lt;br /&gt;Namun, kata-kata yang biasa diucapkan, yang bisa diterima dengan senang hati, instruksi atasan pada bawahan, misalnya, akan menjadi hambatan jika seseorang sedang bermasalah.&lt;br /&gt;Hambatan berkomunikasi juga bisa terjadi jika kita keliru menggunakan pola komunikasi. Jeannette memberi contoh gaya khotbah pastor atau ustad atau pemuka agama lainnva, yang dapat diterima oleh jamaah masing-masing tanpa masalah. Namun, akan jadi persoalan jika gaya ini kita adopsi pada tempat dan situasi berbeda. Di kantor misalnya, atau di rumah. Siapa pun lawan bicaranya, pasti akan bosan mendengar “khotbah” Anda.&lt;br /&gt;Antara atasan-bawahan, faktor non-verbal boleh dijadikan penekanan. Antara lain, teguran atasan akan tidak efektif jika dilakukan ketika bertemu selintas di lift, lobi kantor, atau bahkan kamar kecil. Akan lebih mengena jika si bawahan dipanggil khusus ke kantor untuk berbicara secara serius.&lt;br /&gt;Jeannette menekankan, misalnya dalam evaluasi buruk pada appraisal review tahunan, harus disampaikan langsung dengan kata-kata lugas, jangan sampai si bawahan menduga-duga arah maksud atasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Diam itu emas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatkah pepatah ini? "Ada kalanya benar, setidaknya untuk memberi kesempatan orang lain bicara,” imbuh Jeannette. Ia memperkirakan, pepatah itu lahir karena kadang-kadang orang salah bicara.&lt;br /&gt;Namun, diam di sini bukan berarti membunuh kata. Membiarkan kata mati terpendam, tanpa memberikan kesempatan mulut melahirkannya. Diam adalah salah satu cara untuk menggali lebih lanjut. “Diamnya kita bisa juga berarti kita memiliki empati. Namun, kalau harus dikatakan, ya katakanlah,” Jeannette memberi aksentuasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;sambil senyum.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi orang marah pun sebaiknya kita diam, mendengarkan dulu. Selain untuk mengukur kemarahan dan apa yang menjadi sebab kemarahannya. Jangan langsung di-counter, nanti suasana bisa jadi tambah runyam. Biarkan kata-kata menguras kemarahannva. Setelah emosinya menurun, “Barulah dicari solusinya, yang biasanya, ternyata sederhana saja jalan keluarnya.”&lt;br /&gt;Tak disangkal, ada juga orang yang diam, menyimpan kata-kata, agar dirinya tak terduga. Memang sulit mengetahui apa kehendak di balik sikap diam seseorang. Namun, bisa juga seseorang menyembunyikan sesuatu dengan berdiam diri. Diam tak selalu buruk. Saat dibutuhkan bicara, sebaiknya biarkan kata-kata menerobos ke luar, menerjemahkan pendapat, perasaan, dan pikiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mulutmu harimaumu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati dengan kata-katamu, karena bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Apa yang kita ucapkan memang harus sesuai dengan situasi dan kondisi, supaya tidak terjadi friksi dengan orang lain, juga kita harus berhati-hati, karena apa yang menurut kita biasa, belum tentu diinterpretasikan sama oleh orang lain, sehingga bisa jadi menyinggung perasaan orang lain, apalagi mereka yang tidak mengerti maksud dan arti kata-kata yang kita ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Jeannette menggarisbawahi pengaruh kata-kata dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam rumah tangga. "Misunderstanding itu asalnya dari kata-kata.” Banyak kasus yang ditanganinya gara-gara suami merasa tak mengatakan apa yang dituduhkan istrinya. Atau, kalau pun mengatakannya, maksud kata-katanya tak seperti yang ditangkap istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kapan dan mengapa seseorang terluka oleh kata? Lagi-lagi tergantung relasi di antara keduanya. Kalau hubungan sedang baik, omongan apapun terasa manis. Namun, jika salah seorang di antara mereka sedang dilanda masalah, kata-kata yang sama, yang biasa diucapkan sebelumnya, bisa menjadi sumber masalah.&lt;br /&gt;Ada juga suami atau istri atau siapa pun, yang walaupun hatinya tersakiti tapi memilih memendam itu semua, sehingga akan meledak di suatu waktu kelak. Ini berbahaya. Seyogianya. rasa sakit akibat kata—kata itu langsung saja dikomunikasikan, agar suami-istri lebih saling terhuka. Misal. “Apa yang kamu katakan barusan amat menyakitkan hati saya.” Hal ini penting untuk membina keterbukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata dampaknya sangat besar dalam hubungan antaranggota keluarga. Kata-kata “Bodoh kamu!” yang dilontarkan pada anak, akan menyebabkan si anak memperoleh labelling bodoh. Ia akan tersugesti bahwa dirinya memang bodoh, sehingga boleh jadi ia akan benar-benar bodoh. Itu sama artinya dengan seseorang yang berkata pada dirinya sendiri ”Saya tak bisa” (mengerjakan sesuatu), maka ia tak akan bisa mengerjakannya.&lt;br /&gt;Sebaliknya, ada juga kata-kata yang bisa berdampak positif bagi diri sendiri. Jika seseorang mengucapkan "Saya ingin mencapai itu”, maka kata-kata itu bisa memotivasi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Luka batin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang cenderung “menuduh”, berbahaya bagi anak remaja. Akan timhul dorongan dari dalam diri mereka untuk “membuktikan tuduhan itu.&lt;br /&gt;Atau, dengan enteng ia akan menjawab, “Kalau gue emang begitu. mau apa lu!"— Karena itu, hati-hatilah menuduhkan sesuatu pada anak yang berada pada masa “pancaroba"&lt;br /&gt;Disarankan, jika nilai ulangan atau rapor anak kurang bagus, semarah apa pun si orangtua, jangan sekali-kali mengatakan “tolol, bodoh, goblok. Juga jangan mengucapkan "Seharusnya nilai kamu bisa lebih bagus." Sebaiknya, diberikan statement, “Nilai begini kalau menurut Bapak sebenarnya bisa lebih baik.” Jadi, kata-katanya mesti diatur. Bila dikatakan, “Sebetulnya kamu mampu’, harus dilihat apakah benar si anak mampu. Tuntutan orangtua dipertimbangkan sesuai atau tidak dengan anak, jangan terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada kecenderungan negatif pada si anak, misal pemalas, lebih baik panggil saja dia lalu diajak berdiskusi. Budayakan iklim keterbukaan dalam rumah tangga,” imbuh Jeannette. Keterbukaan itu sarana untuk mencari penjelasan apakah yang kita tangkap benar adanya. Hal ini menghindari terjadinya salah tangkap makna atas kata-kata orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup berbahaya jika seorang ibu menghardik anaknya dengan, "Kok nakal sekali sih!” Ia sengaja menaikkan ukuran nakal agar si anak tak mengulangi perbuatannya, padahal derajat kenakalan si anak tak seberapa. Si anak jadi bimbang akan ukuran nakal, sehingga ia memilih tak melakukan apa-apa. Maka, sampai dewasa ia akan menjadi orang yang pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog dra. Ieda Purnomo Sigit Sidi mencatat adanya kasus seseorang yang gemar mencela, sarkartis, atau selalu bicara kasar. Setelah ditelusuri, ternyata di masa kecil orangtuanva sering melontarkan kata-kata makian yang melukai hatinnya. Luka batin itu terbawa hingga dewasa. Sekali lagi, itu semua akibat kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-892443960012052420?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/892443960012052420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=892443960012052420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/892443960012052420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/892443960012052420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/kata-kata-bisa-lebih-tajam-dari-pisau.html' title='Kata-kata Bisa Lebih Tajam Dari Pisau'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-3702714651918298540</id><published>2007-10-21T21:39:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T21:41:31.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Grow Your Value</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tidak semua orang mau berusaha meningkatkan value di dalam diri mereka. Daripada berusaha capek-capek meningkatkan value, mereka lebih memilih untuk "menetapkan standar" mereka sendiri terhadap dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan-jalan di Mal Taman Anggrek, Jakarta, saya kebetulan masuk ke sebuah toko perhiasan dan selintas melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli dan penjual. Mereka sedang terlibat tawar menawar sebuah kalung mutiara yang cukup indah, dan kelihatannya termasuk salah satu koleksi unggulan dari toko tersebut. Setelah tawar menawar beberapa saat, si pembeli akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya harga barang tersebut mahal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi. Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan keluar. Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Barang yang sama, tapi dipersepsikan berbeda oleh dua orang. Tentu, yang membedakan persepsi keduanya adalah uang yang dimiliki oleh masing-masing orang. Semakin banyak uang yang Anda miliki, tentu semakin murah harga barang tersebut di mata Anda. Saya tertarik untuk membahas justru dari sisi orang pertama. Apa yang kira-kira dilakukan oleh orang tadi setelah gagal menawar barang tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dia memang serius ingin membeli barang tersebut, mungkin dia akan mulai masuk ke toko-toko lain, mencari-cari barang sejenis yang lebih murah. Bila setelah "berjuang" keliling mal dan tidak juga menemukan barang yang harganya sesuai dengan isi kantongnya, mungkin dia mencoba mencari di tempat lain, atau mungkin juga mengurungkan niat untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus dari orang pertama ini adalah lebih kepada jumlah uang yang dia miliki, dibanding dengan nilai dari barang tersebut bagi dirinya. Jika merujuk kepada teori Richdad-nya Kiyosaki, dikatakan, di sana orang rata-rata melihat dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang sukses melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya. Dalam lingkup kehidupan, bukankah sebagian besar dari kita juga memiliki sikap seperti orang pertama itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang "kecil" ini mendapat masalah seberat itu. Tapi kita tidak menyadari &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;BAHWA YANG MENJADI POKOK PERSOALAN BUKAN BESAR KECILNYA MASALAH, TAPI BESAR KECILNYA VALUE ANDA. BEGITU VALUE ANDA DITINGKATKAN,&lt;/span&gt; MAKA MASALAH TERSEBUT AKAN MENJADI KECIL DI MATA ANDA.&lt;/em&gt; Bukankah Anda saat ini sudah sangat mahir makan dengan sendok dan garpu, suatu hal yang menjadi masalah besar saat Anda berusia dua tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, di dunia di mana kita tinggal ini, tidak semua orang mau berusaha untuk meningkatkan value di dalam diri mereka. Daripada berusaha capek-capek meningkatkan value, mereka lebih memilih untuk "menetapkan standar" mereka sendiri terhadap dunia ini. Sebagai contoh, ada dari mereka yang mungkin berkata, "Karena kemampuan bahasa Inggris saya jelek, saya jadi tidak tertarik membaca buku bahasa Inggris. Kalau ada terjemahannya, mungkin saya mau baca".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar bahasa Inggris mereka sudah dipatok di nilai tertentu, dan daripada meningkatkan value standarnya, mereka lebih memilih buku terjemahan yang "lebih sesuai" dengan standar mereka. Di sisi lain, ada juga mereka yang berusaha meningkatkan value standar mereka dengan memaksa diri membaca buku bahasa Inggris sambil membuka-buka kamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan pilihan Anda, apakah mau mematok standar atau meningkatkan standar value Anda. Ini semua hanyalah pilihan Anda pribadi dalam hidup. Hanya saja, apabila Anda mematok standar Anda di satu titik tertentu, jangan mengeluh terhadap kerasnya kehidupan dan masalah yang datang kepada Anda. Ingat,&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; BUKAN BESAR KECILNYA MASALAH YANG MENJADI POKOK DALAM KEHIDUPAN INI, TAPI BESAR KECILNYA VALUE ANDA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Jadi, lakukan pilihan yang terbaik, dan dapatkan hasilnya. Selamat meningkatkan kemampuan diri Anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7886809602911315584-3702714651918298540?l=pengetahuan-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/feeds/3702714651918298540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7886809602911315584&amp;postID=3702714651918298540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3702714651918298540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7886809602911315584/posts/default/3702714651918298540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pengetahuan-kita.blogspot.com/2007/10/grow-your-value.html' title='Grow Your Value'/><author><name>joni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608655150175254159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7886809602911315584.post-1449150035935468687</id><published>2007-10-21T21:36:00.000-07:00</published><updated>2007-10-21T21:39:04.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Ekonomi'/><title type='text'>Change!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mampukah Anda beradaptasi pada setiap lingkungan atau komunitas yang Anda masuki? Orang-orang yang sukses telah membuktikan, adaptasi yang mereka lakukan terhadap lingkungannya, membuat mereka menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti acara berkemah selama empat hari di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Acara itu diadakan oleh satu komunitas eksekutif muda Jakarta. Lokasi berkemah terletak di kaki sebuah bukit, dengan aliran air sungai yang jernih melintas di samping lokasi perkemahan. Suasana dingin, sejuk dan tenang langsung terasa begitu kita memasuki area tersebut. Ditambah dengan suara kicauan burung yang merdu, benar-benar tempat yang indah dan ideal untuk sejenak melupakan Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, keindahan suasana berkemah tampaknya bisa berlangsung terns selama empat hari. Namun, bayangan tersebut terusik ketika gerutuan peserta mulai muncul pada sore hari, ketika mereka hendak mandi. Dengan jumlah kamar mandi yang hanya empat buah dan jumlah peserta yang 200an orang lebih, terlihat antrean yang panjang sekali. Setelah beberapa saat, mulai ada beberapa peserta yang keluar dari barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa memilih tidak mandi, sementara yang lainnya mencoba mandi di sungai. Untuk menuju ke sungai pun bukan masalah yang mudah, karena harus mendaki bukit sejauh beberapa ratus meter, dengan medan yang terjal dan tanah yang berlumpur. Gerutuan kedua terjadi keesokan harinya. Beberapa peserta mengeluhkan udara yang terlalu dingin, tanah yang terlalu keras untuk ditiduri, tenda yang terlalu sempit, jadwal acara yang terlalu ketat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta yang sebagian besar adalah para eksekutif muda nampak kaget dengan perubahan yang drastis ini. Mereka yang biasanya menikmati suasana AC (air conditioning) yang dingin, kursi yang empuk, keluar masuk gedung dan hotel mewah, kemana-mana naik mobil, kini dihadapkan pada situasi yang sangat 'primitif'.&lt;br /&gt;Di awal hari ketiga, ada beberapa peserta yang "menyerah". Mereka secepatnya angkat kaki dari lokasi perkemahan dan kembali ke Jakarta. Tapi di hari ketiga ini ada satu "keajaiban" : Tidak ada sama sekali gerutuan dari para peserta yang masih tinggal. Mereka enjoy saja untuk antre, mandi di sungai, maupun tidur di tanah keras. Kehidupan yang tidak menyenangkan selama dua hari sebelumnya seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran mereka lebih fokus untuk menikmati situasi yang ada, networking dengan sesama peserta, dan tampak gembira mengikuti aca
